POJOKSATU.id — Situs World Population Review membagikan informasi terkait rata-rata IQ sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk periode 2024 ini.

Rilis itu sempat ramai. Sebab hasilnya, skor IQ orang Indonesia tercatat rendah dan tidak ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

Kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) sendiri memang sering dijadikan patokan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang.

Melansir dari One Central Health, IQ mengukur seberapa baik seseorang mampu menggunakan informasi dan logika dalam menjawab pertanyaan maupun membuat prediksi.

Biasanya, orang yang ingin mengetahui tingkat IQ akan mengikuti tes standar, lalu menerima skor yang menentukan level kecerdasannya.

Baca Juga: Brankas Uang Ahmad Sahroni Dijebol Dibawa Keluar Rumah, Ratusan Dollar Bertaburan

Semakin tinggi skor IQ seseorang, maka semakin cerdas orang tersebut.

Namun, perdebatan panjang selalu muncul: apakah angka IQ benar-benar bisa dijadikan ukuran tunggal kecerdasan?

Skor IQ Indonesia Tahun 2024

Berdasarkan rilisan World Population Review saat itu, rata-rata IQ orang Indonesia pada tahun 2024 adalah 78,49.

Angka ini berada di bawah rata-rata global yang berkisar antara 85 hingga 115.

Dengan catatan itu, Indonesia menduduki peringkat ke-127 dari 197 negara yang diuji.

Jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, posisi Indonesia juga tidak terlalu menggembirakan.

Laos memiliki skor 80,99, Filipina 81,64, Brunei Darussalam 87,58, Malaysia 87,58, Thailand 88,87, Vietnam 89,53, Myanmar 91,18, dan Kamboja bahkan mencapai 99,75.

Singapura menempati posisi paling tinggi dengan skor 105,89, sekaligus duduk di peringkat ketiga dunia, hanya di bawah Jepang (106,48) dan Taiwan (106,47).

Baca Juga: 10 Orang Pintar Sedunia Berdasarkan IQ Versi CuriousMatrix.com, Einstein Bukan Nomor Satu

Sekilas, data ini membuat Indonesia seolah-olah tertinggal jauh. Namun, yang jarang disorot adalah darimana asal-usul angka 78,49 tersebut.

Pentingnya Growth Mindset

Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Prof Stella Christie, menolak anggapan bahwa hal ini berkaitan dengan faktor genetika atau tingkat IQ.

“Jangan sampai kita berpikiran bahwa ini ada faktor dari genetika atau IQ, itu sama sekali tidak benar. Satu-satunya faktor penyebab hanyalah pendidikan,” tegas Prof. Stella saat menjadi narasumber program Naratama di Menara Kompas, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Prof. Stella mengkritik klaim rata-rata IQ 78,49. Menurutnya, penelitian itu sendiri sudah banyak dipertanyakan kredibilitasnya.

“Penelitian IQ 78 itu dari seseorang, saya lupa namanya, tapi karya peneliti itu ditolak sebagai sebuah penelitian. Jangan percaya kalau dibilang IQ orang Indonesia 78, jauhlah IQ kita dari angka itu,” ujarnya.

Bahkan, ia dengan nada tegas meminta publik melupakan angka tersebut.
“Nah, kalau boleh saya agak keras ya, itu tolong ditaruh, dibuang ke tong sampah, enggak pernah dibuka lagi itu,” tandasnya.

Menurut Prof. Stella, terlalu fokus pada IQ justru menyesatkan. Angka itu bisa membuat orang berpikir kecerdasan seseorang bersifat tetap dan tidak bisa ditingkatkan.

“Itu membuat kita selalu berpikir, oh anak itu tidak pintar. Padahal, kita lahir dengan kemampuan yang cukup tinggi untuk berkembang, terutama dalam matematika,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan growth mindset dibandingkan fixed mindset.
“Kalau nilai ulangan atau tes rendah, itu bisa kita tingkatkan dengan belajar. Tapi kalau IQ dijadikan patokan, justru menyesatkan pemikiran kita semua,” jelasnya.

Asal-Usul Angka 78,49

Skor rata-rata IQ Indonesia ini ternyata bukan hasil survei terbaru.

Menurut penelusuran Suwanda Priyadi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), angka tersebut berasal dari buku The Intelligence of Nations karya Richard Lynn dan David Becker yang diterbitkan pada 2019 oleh Ulster Institute for Social Research.

Dalam buku itu, skor IQ Indonesia dihitung dari delapan penelitian yang dilakukan di Indonesia sejak tahun 1980 hingga 2017.

Beberapa di antaranya adalah penelitian oleh Bleichrodt, Drenth dan Querido (1980), Soemantri (1989), Hadidjaja dan kolega (1996 dan 1998), de Neubourg & de Neubourg (2011), Rindermann & te Nijenhuis (2012), Heilmann (2013), serta Suwartono, Amiseso & Handoyo (2017).

Artinya, angka 78,49 ini bukan hasil tes baru, melainkan rata-rata dari data lama yang digabungkan.

Baca Juga: Rekomendasi Bimbel Terbaik Kedokteran dan Sekolah Kedinasan di Indonesia, Kunci Sukses dengan Tutor Berkualitas

Kritik Keras Terhadap Metodologi

Buku The Intelligence of Nations yang dijadikan rujukan World Population Review menuai banyak kritik. Sejumlah peneliti menilai terdapat kecacatan metodologi yang sangat jelas.

Pertama, sampel yang digunakan tidak memadai untuk memperkirakan “IQ nasional” di negara sebesar dan seberagam Indonesia.

Kedua, data lama dari 1980-an dan 1990-an masih dihitung, padahal kondisi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi sudah jauh berubah.

Ketiga, perbedaan wilayah penelitian membuat hasilnya tidak bisa digeneralisasi ke seluruh populasi.

Dengan kata lain, dasar perhitungan ini rapuh. Menyebut bahwa rata-rata IQ orang Indonesia saat ini hanya 78,49 jelas tidak mencerminkan realitas terkini.

IQ Bukan Satu-Satunya Ukuran Kecerdasan

Lebih jauh, IQ hanyalah salah satu indikator kecerdasan.

Ia memang mengukur aspek logika, penalaran, dan pemecahan masalah. Tetapi kecerdasan manusia jauh lebih luas: ada kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), kreativitas, hingga kemampuan beradaptasi di masyarakat.

Baca Juga: 5 Bimbel Terbaik di Indonesia Versi Top Brand Award, Mana Pilihanmu? Cabang Tersebar Luas di Berbagai Kota

Mengabaikan semua aspek itu dan hanya terpaku pada angka IQ akan melahirkan kesimpulan yang menyesatkan.

Karena itu, publik sebaiknya tidak terjebak dengan label IQ rendah.

Lebih penting adalah menjadikan isu ini sebagai pengingat bahwa kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan melalui pendidikan, pemerataan gizi, dan akses terhadap ilmu pengetahuan.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami: