POJOKSATU.id - Ikan pari ternyata memiliki cara berkembang biak yang unik dan menarik untuk dipelajari. Ada yang menyebut, ikan pari berkembang biak dengan cara melahirkan.
Tidak sepenuhnya benar, hewan laut yang termasuk dalam ordo Myliobatiformes ini berkembang biak dengan metode ovovivipar, yaitu bertelur yang kemudian dilanjutkan dengan proses melahirkan.
Dikutip dari buku Ikan Pari Si Selimut dari Laut, Setiawan G. Sasongko, 2018, "ikan pari berkembang biak dengan cara ovovivipar."
Proses reproduksi dimulai ketika ikan pari jantan dan betina melakukan pembuahan internal. Pari jantan akan mengikuti dan menggigit cakram betina untuk memasukkan clasper (organ reproduksi jantan) ke dalam kloaka betina.
Proses pembuahan ini berlangsung sangat singkat, hanya sekitar 90 detik.
Setelah pembuahan berhasil, telur-telur tidak langsung dikeluarkan seperti ikan pada umumnya. Telur tersebut akan disimpan dalam tubuh induk betina hingga embrio berkembang dan tumbuh cukup umur.
Selama masa perkembangan, embrio mendapatkan nutrisi dari kantung kuning telur yang terdapat di dalam telur.
Masa kehamilan ikan pari betina berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 9-12 bulan.
Dalam sekali kehamilan, seekor pari betina dapat menghasilkan 5-13 ekor anak.
Menjelang kelahiran, bayi-bayi pari akan mendapat asupan nutrisi tambahan berupa cairan khusus dari rahim induknya.
Yang membedakan perkembangbiakan ikan pari dengan ikan lainnya adalah embrio berkembang tanpa plasenta di dalam rahim induk.
Mereka sepenuhnya bergantung pada nutrisi dari kantung kuning telur selama masa perkembangan.
Baca Juga: Mau Gendong Monster Fish Jenghis Khan? Singgahlah ke Godong Ijo Depok, Strike Mancing Babon Semua!
Setelah lahir, anak pari sudah memiliki kemampuan untuk mencari makan dan mempertahankan diri secara mandiri.
Proses pengasuhan anak pari bervariasi tergantung spesiesnya. Sebagian besar anak pari akan langsung berenang menjauh dari induknya setelah lahir untuk memulai kehidupan mandiri.
Namun pada spesies tertentu seperti whipray air tawar, induk betina akan merawat dan mengajak anaknya berenang bersama hingga ukuran tubuh anak mencapai sepertiga dari ukuran induknya.
Berbeda dengan betina, pari jantan sama sekali tidak terlibat dalam pengasuhan anak.
Ikan pari dapat mencapai kematangan seksual pada usia satu tahun. Mereka memiliki ciri fisik yang khas, yaitu tubuh pipih dengan sirip dada dan ekor panjang.
Mata ikan pari terletak di sisi punggung, sementara mulut, insang, dan lubang hidung berada di bagian perut bawah.
Beberapa spesies dilengkapi dengan duri berbisa di ujung ekor sebagai mekanisme pertahanan dari predator.
Warna tubuh ikan pari menyerupai dasar laut, yang memungkinkan mereka untuk berkamuflase dan bersembunyi dari predator seperti hiu.
Cara berenang mereka juga unik, sebagian besar bergerak dengan menggelombangkan tubuh, sementara yang lain mengepakkan sirip berpasangan layaknya sayap.
Fakta menarik lainnya adalah adanya fenomena Partenogenesis pada beberapa ikan pari. Fenomena langka ini memungkinkan pari betina melahirkan anak tanpa melalui proses pembuahan oleh sperma pari jantan.
Salah satu kasus yang tercatat adalah seekor pari bernama Freckel di Australia yang berhasil melahirkan anak melalui proses Partenogenesis.
Habitat ikan pari tersebar luas di perairan laut dan air tawar beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia.
Mereka termasuk dalam kelompok ikan bertulang rawan dan memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan hiu.
Keunikan cara berkembang biak dan karakteristik fisik mereka menjadikan ikan pari sebagai salah satu spesies yang menarik untuk dipelajari dalam dunia biologi kelautan. ***




