POJOKSATU.id - Muhammad Iman Usman yang lahir pada 21 Desember 1991 di Padang merupakan seorang mahasiswa yang tidak hanya aktif tetapi juga penuh prestasi.

Ia terkenal karena mendirikan berbagai komunitas mahasiswa, mulai dari Parlemen Muda (2011-2016) hingga Komunitas Anak Kritis Indonesia (2007-2016).

Pendidikannya dimulai di SMA Negeri 1 Padang (2006-2009) dan dilanjutkan ke FISIP Universitas Indonesia, jurusan Ilmu Hubungan Internasional (2009-2013) hingga sekarang menjadi Co-Founder dan Chief Operating Officer (COO) Ruangguru.

Muhammad Iman Usman memulai perjalanan sosialnya sejak usia sepuluh tahun, ketika ia memperhatikan kesenjangan dalam akses pendidikan anak-anak kurang mampu.

Baca Juga: Tolak Ajakan Kembali Jadi Bos ChatGpt, Sam Altman Gabung dengan Microsoft Disambut Hangat dan Disiapkan Sumber Daya Terbaik

Kesadarannya terhadap peran penting kaum muda dalam memajukan negara mendorongnya untuk mendirikan Indonesian Future Leaders pada tahun 2009.

Organisasi ini bertujuan menjadikan generasi muda Indonesia kompeten, mampu membawa perubahan positif, dan menjadi inspirasi bagi lingkungannya.

Setelah lulus dari SMA, Muhammad Iman Usman melanjutkan studi di FISIP Universitas Indonesia dan terus menorehkan prestasi, termasuk menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama UI 2012.

Sebelum kuliah, dia telah menerima berbagai penghargaan, seperti Pemimpin Muda Indonesia 2008 dan United Nations Youth Assembly Recognition on Humanitarian Development 2011 di New York.

Muhammad Iman Usman juga aktif dalam forum internasional, seperti G-20 My Summit di Toronto pada 2010, ia berpidato di hadapan Youth Assembly PBB.

Baca Juga: Di Balik Kilau Sukses Elon Musk, Pernah Capai Titik Terendah Miliader Hingga Alami Sakit Ini

Ia juga meraih penghargaan Microsoft Bloggership 2011 untuk kontribusinya dalam edukasi dan pemanfaatan teknologi.

Sebagai penggagas Parlemen Muda, Iman memberikan peluang kepada anak muda untuk merasakan pengalaman di dunia parlementer dan menjadi suara bagi kebijakan.

Kemudian, Iman bekerja sebagai Perwakilan Amerika Serikat untuk Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Internasional sambil mengejar studi pascasarjana di bidang International Education Development di Columbia University, New York.

Iman yang pernah menjadi ikon Majalah Gatra 2010 dan Duta Muda ASEAN, terus menerima penghargaan, termasuk Global Changemaker oleh British Council 2010 dan Global Teen Leader di Amerika Serikat 2011.

Iman kini mengarahkan perhatiannya pada sektor pendidikan dengan memilih untuk mengejar studi pascasarjana di bidang Pengembangan Pendidikan Internasional di Columbia University, New York, AS.

Meski demikian, Iman mengakui bahwa gagasan awal untuk RuangGuru muncul dari salah satu postingnya di Facebook.

Kejadian serupa terulang ketika bersama sahabatnya, Adama Belva Syah Devara (co-founder RuangGuru), mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.

Baca Juga: Usulan Bill Gates untuk Pekerjaan 3 Hari dalam Seminggu dengan Kontribusi AI, Ini Penjelasannya!

Dalam persiapannya menghadapi ujian, mereka mencoba mencari guru privat yang sesuai dengan kebutuhan mereka, namun sayangnya tidak menemukan yang cocok.

Dari pengalaman tersebut, muncul ide untuk menciptakan sebuah platform guru privat.

Terlebih lagi, mereka menyadari bahwa masih ada potensi pasar yang besar dan belum dimanfaatkan.

Pada saat itu, hanya sedikit lembaga bimbingan belajar yang terdaftar di Indonesia, dan tiga lembaga ternama tersebut hanya mampu menampung sekitar 200.000 hingga 300.000 siswa.

Sementara itu, jumlah anak-anak dan remaja yang masih bersekolah di Indonesia mencapai 60 juta.

Baca Juga: Usai Didepak Jadi Bos ChatGPT, Sam Altman Banjir Dukungan Warga X, Kisahnya Dimiripkan Steve Jobs: Punya Prinsip Beda dengan Dewan Direksi

Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang perlu diisi.

Dengan menyediakan marketplace untuk bimbingan belajar, platform ujian, dan solusi on-demand untuk mengatasi masalah pembelajaran, RuangGuru menjadi salah satu entitas unik dalam dunia teknologi pendidikan (edtech) di Indonesia.

Meskipun awalnya startup ini hanya dijalankan oleh Iman, Belva, dan satu staf sebagai operator.

Namun, dalam waktu singkat mereka berhasil mengelola lebih dari 27 ribu guru dan diikuti oleh lebih dari 110 ribu pengguna.***