POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementrian Agama (Kemenag) memiliki cara berbeda dengan Muhammadiyah dalam menghitung masuknya puasa Ramadan.

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang disusun oleh Departemen Agama Islam dan Pengembangan Syari'ah Kementrian Agama (Kemenag), pada tahun 2024 Ramadhan akan dimulai pada 12 Maret mendatang.

Kalender Hijriah Kementerian Agama RI menetapkan awal puasa tahun 2024 pada tanggal 12 Maret 2024, sedangkan Muhammadiyah menetapkan awal puasa tahun 2024 pada Ramadhan 1446 H atau tanggal 11 Maret 2024.

Baca Juga: Kepala BMKG Mengumumkan Kehadiran 30-50 Ribu Peserta pada World Water Forum 2024 di Bali, Begini Proses Tematiknya

Perbedaan tersebut dikarenakan pemerintah melalui Kementerian Agama RI masih menggunakan metode Imkanur Rukyah derajat dua, sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode perhitungan wujudul hilal.

Puasa Ramadhan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung apakah bulan sabit terlihat menandai awal bulan. Jika bulan tidak terlihat pada malam tanggal 29, Ramadhan berlangsung selama 30 hari.

Namun jika hilal terlihat, maka masa puasa akan berlangusng selama 29 hari.

Baca Juga: Bawaslu Karawang Ungkap Temuan Ribuan Selisih Suara di 3 Desa Kecamatan Cikampek

Sementara itu, Kiai Sirril mengatakan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melaksanakan rukyatul hilal atau pemantauan hilal pada hari Ahad, 10 Maret 2024, bertepatan dengan awal Ramadan 1445 Hijriah atau 29 Maret 2019 Masehi.

Rukyatul hilal akan dilakukan secara serentak oleh LFNU setempat di beberapa titik yang telah ditentukan, antara lain di pinggiran pantai ke arah barat dan gedung-gedung bertingkat yang ufuk baratnya tidak terhalang.

Hasil rukyatul hilal ini akan menjadi dasar penentuan awal puasa Ramadhan 1445 H.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat Beri Masukan Terkait Pokir ke Pansus I DPRD Kota Bukittinggi

Berdasarkan pengamatan posisi hilal, baik dari sisi tinggi maupun elongasinya, Kiai Sirril menyatakan bahwa melalui pengalaman atau tajribah, hilal tidak mungkin dapat dirukyat pada 29 Sya'ban 1445 H atau bertepatan dengan Minggu, 10 Maret 2024.

"Untuk awal Ramadhan tahun ini, dengan memperhatikan posisi hilal baik tinggi maupun elongasinya, secara pengalaman atau tajribah, hilal tak mungkin dapat dirukyat pada Ahad sore 10 Maret," kata Kiai Sirril.

Berdasarkan perhitungan tersebut, ia menyatakan bahwa 1 Ramadhan 1445 H diprediksi bertepatan dengan 12 Maret 2024.

Baca Juga: Nama 20 Calon Anggota DPD dari 5 Provinsi Pemilih Terbesar di Indonesia, Ada Aceng Fikri dan Komeng

"Jadi langkah ikmal/istikmal Syaban sebagaimana tertulis di almanak PBNU sudah benar. Insya Allah fix 1 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 12 Maret 2024 M," terang ulama ahli Falak ini.

Berdasarkan data hisab Lembaga Falakiyah PBNU, ketinggian hilal pada 29 Syaban 1445 H, 29 Maret 2024 M, yang bertepatan dengan hari Ahad 10 Maret adalah 0 derajat 11 menit 25 detik. ***