POJOKSATU.id - Barusuh atau yang lebih dikenal sebagai sariawan memang ukurannya kecil.

Namun, rasa perih yang ditimbulkan bisa bikin aktivitas sederhana seperti makan, minum, bahkan berbicara terasa tidak nyaman.

Luka ini biasanya muncul pada jaringan lunak di dalam mulut.

Bentuknya cenderung bulat atau oval, dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan dan area di sekitarnya tampak kemerahan.

Pada banyak kasus, sariawan dapat membaik sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.

Meski begitu, penting untuk mengetahui apa yang menjadi pemicunya, terutama jika kondisi tersebut sering berulang.

Kenapa Barusuh Bisa Muncul?
Salah satu pemicu yang cukup sering adalah cedera ringan pada bagian dalam mulut.

Misalnya, tidak sengaja menggigit pipi atau lidah, menyikat gigi terlalu keras, maupun adanya gesekan dari kawat gigi.

Kondisi tubuh juga dapat berpengaruh. Stres dan perubahan hormonal, misalnya, pada sebagian orang dapat membuat sariawan lebih mudah muncul.

Asupan nutrisi pun tak kalah penting. Kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, atau zinc dapat berkaitan dengan munculnya sariawan pada sebagian orang.

Selain itu, makanan tertentu bisa menjadi pemicu atau memperparah rasa sakit.

Makanan yang terlalu asam, pedas, asin, keras, maupun makanan tertentu yang sensitif bagi tubuh dapat membuat luka terasa semakin perih.

Ada pula kondisi lain yang perlu diperhatikan. Infeksi tertentu, gangguan sistem kekebalan tubuh, penyakit Celiac, penyakit Crohn, hingga diabetes dapat berkaitan dengan sariawan yang berulang.

Beberapa obat juga berpotensi menyebabkan sariawan sebagai efek samping, sehingga riwayat penggunaan obat perlu diperhatikan jika keluhan muncul berulang kali.

Ciri-ciri Sariawan yang Bikin Tak Nyaman
Selain luka kecil di dalam mulut, barusuh biasanya disertai rasa nyeri, perih, atau seperti terbakar.

Rasa sakit tersebut bisa semakin terasa ketika luka terkena makanan atau minuman.

Apalagi kalau yang dikonsumsi memiliki rasa asam, pedas, atau tekstur yang keras.

Lokasinya pun tidak selalu sama. Sariawan dapat muncul di bagian dalam bibir dan pipi, lidah, gusi, maupun area lain di dalam mulut.

Nah, karena karakteristiknya cukup khas, keberadaan luka dan rasa nyeri biasanya mudah dikenali.

Cara Sederhana Meredakan Sariawan
Kalau sariawan masih tergolong ringan, beberapa perawatan sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Berkumur menggunakan air garam hangat, misalnya, dapat membantu menjaga kebersihan area mulut.

Larutkan sekitar setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, kemudian gunakan untuk berkumur selama beberapa detik.

Rasa nyeri juga bisa diredakan sementara dengan sesuatu yang dingin.

Minum air dingin atau menggunakan es secara hati-hati dapat membantu membuat area tersebut terasa lebih nyaman.

Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan. Minum air putih yang cukup membantu menjaga mulut tetap lembap selama proses pemulihan.

Yang tak kalah penting, untuk sementara hindari makanan yang dapat memperparah iritasi.

Makanan terlalu pedas, asam, asin, atau keras sebaiknya dikurangi sampai luka membaik.

Nutrisi Juga Perlu Diperhatikan
Pola makan yang seimbang menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan jaringan tubuh dan mendukung proses pemulihan.

Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli dapat menjadi pilihan karena mengandung berbagai nutrisi, termasuk zat besi dan folat.

Sumber protein seperti telur dan daging ayam juga dapat dimasukkan dalam menu harian.

Sementara itu, yoghurt dapat menjadi pilihan makanan yang mudah dikonsumsi ketika mulut sedang terasa tidak nyaman.

Buah dan makanan bergizi lainnya tetap penting dikonsumsi. Namun, ketika sedang sariawan, pilih jenis yang tidak membuat luka semakin perih.

Bagaimana Agar Sariawan Tidak Mudah Kambuh?
Kebersihan mulut menjadi langkah dasar yang tidak boleh dilewatkan.

Sikat gigi secara teratur dengan sikat berbulu lembut dan bersihkan sela-sela gigi.

Hati-hati saat mengunyah makanan agar tidak berulang kali menggigit pipi atau lidah.

Bagi pengguna kawat gigi atau gigi palsu, pastikan tidak ada bagian yang terus-menerus menggesek jaringan mulut.

Mengelola stres juga penting, terutama jika sariawan sering muncul ketika sedang mengalami tekanan atau kelelahan.

Kemudian, perhatikan pola makan sehari-hari. Pastikan kebutuhan nutrisi tercukupi dan coba kenali makanan atau kondisi tertentu yang biasanya mendahului munculnya sariawan.

Jika luka tidak kunjung sembuh, berukuran besar, sering kambuh, jumlahnya banyak, atau disertai keluhan lain, sebaiknya jangan dianggap sebagai sariawan biasa.

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mencari kemungkinan penyebab yang mendasarinya.***