POJOKSATU.id - Kehadiran vihara di Uni Emirat Arab merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi, bahkan di wilayah jazirah Arab.
Keberadaan vihara di jazirah Arab ini juga terkait dengan perubahan dalam hukum Uni Emirat Arab (UEA).
Belakangan ini pemerintah memberikan izin pendirian vihara di jazirah Arab meskipun dengan beberapa keterbatasan.
Vihara di jazirah Arab itu merupakan sebuah vihara kecil yang terletak di Jumeirah.
Jumeirah merupakan kawasan perumahan di tepi pantai Dubai, yang menjadi satu-satunya vihara di UEA, bahkan menjadi yang satu-satunya di jazirah Arab.
Posisi Dubai sebagai pusat perdagangan dan pariwisata, serta kepentingan ekonomi dengan negara lain, membuatnya menerima keragaman dari berbagai negara sebagai turis maupun pekerja asing.
Satu-satunya vihara di jazirah Arab ini bernama Vihara Mahamevnawa dan menjadi pusat Dhamma bagi sekitar setengah juta umat Buddha di sana.
Berbentuk bangunan vila putih yang terletak di antara rumah-rumah yang hampir serupa, menjadi tempat ibadah bagi sekitar 350 ribu warga yang merupakan penduduk diaspora Sri Lanka.
Umat Buddha ini telah tinggal di UEA selama beberapa dekade di Jumeirah.
Tetapi vihara resmi pertama dibuka di Al Satwa pada tahun 2009, sebuah daerah di Dubai yang dikenal dengan banyaknya komunitas Asia Selatan.
Keberadaan vihara ini merupakan hasil dari upaya para pemimpin masyarakat lokal untuk memperkenalkan Agama Buddha.
Awalnya, kegiatan keagamaan dilakukan secara rahasia untuk menghormati hukum setempat sebelum akhirnya pindah ke Jumeirah beberapa tahun yang lalu.
Meskipun pemuka agama itu tidak mencari publisitas, namun sosok mereka makin dikenal seiring dengan komitmen UEA terhadap toleransi.
Vihara Mahamevnawa di Jumeirah Dubai ini adalah bagian dari organisasi yang didirikan pada tahun 1999 di Sri Lanka oleh Y.M. Kiribathgoda Gnanananda Thera.
Selain vihara di Polgahawela dan 40 cabang di Sri Lanka. Organisasi ini juga memiliki jaringan vihara cabang internasional di Australia, Kanada, Jerman, India, Italia, Korea Selatan, UEA, Inggris, dan Amerika Serikat.
Umat Buddha di UEA sebagian besar adalah pekerja asing dari negara-negara Asia dengan populasi Buddha yang besar seperti Tiongkok, Nepal, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.
Vihara Mahamevnawa Dubai buka setiap hari tetapi jumlah umat lebih banyak pada hari Jumat untuk melakukan puja bakti.
Sejak jam 6 pagi, umat mulai berkumpul. Mereka mengenakan pakaian putih sebagai simbol kehidupan sederhana, melepas sepatu sebelum memasuki vihara.
Sekitar seribu umat Buddha dari seluruh negeri berkumpul pada hari Jumat untuk bermeditasi, mendengarkan ceramah bhikkhu, dan memberikan persembahan kepada Buddha.
Mereka juga menyumbangkan makanan untuk para bhikkhu sambil vihara diurus melalui sumbangan pribadi.
Di vihara, para bhikkhu membacakan ayat-ayat ajaran Buddha dalam bahasa Sinhala, bahasa yang digunakan di Sri Lanka, dan memberikan ceramah Dhamma.
UEA memiliki demografi yang beragam karena banyaknya komunitas ekspatriat, dengan Islam sebagai agama resmi.***




