POJOKSATU.id - Membaca adalah suatu aktivitas yang melibatkan melihat dan memahami isi dari apa yang tertulis.

Seperti kata pepatah, membaca membuka pikiran kita dan memberi kita banyak pengetahuan.

Kita sudah diajarkan untuk membaca sejak kecil karena merupakan kegiatan yang sangat efektif untuk menambah pengetahuan kita.

Mungkin kita hanya bisa membaca dari buku, koran, brosur, dan lain-lain sebelum teknologi berkembang pesat seperti sekarang.

Baca Juga: Saatnya Gen Z Memilih Presiden 2024, Ikuti Beberapa Tips Ini Sebelum Pilih Presiden!

Namun, sekarang kita bisa membaca melalui media apa pun, seperti smartphone.

Kebanyakan orang menggunakan smartphone hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk membaca karena banyaknya informasi yang dapat diakses.

Tidak mengherankan bahwa generasi Z, atau generasi muda, memiliki minat baca yang rendah.

Ini karena Indonesia terus menjadi salah satu negara dengan minat baca yang rendah.

Karena generasi Z lebih suka melakukan hal-hal yang mereka anggap menarik, mereka tidak tertarik untuk membaca.

Meskipun mereka melakukan berbagai aktivitas yang mereka anggap menarik, membaca tetap penting bagi mereka.

Jadi, bagaimana kita bisa menarik Generasi Z untuk membaca?

Baca Juga: Lahirkan Wirausahawan Muda Dalam Penciptaan Lapangan Kerja Baru, Sandiaga Berikan Tipsnya Bagi Ratusan Gen-Z

Ada beberapa metode untuk meningkatkan kemampuan baca anak milenial atau Generasi Z, tetapi kita harus tahu apa yang disukai Generasi Z terlebih dahulu.

Pada tahun 2017, lembaga penelitian global Millward Brown menyatakan bahwa Generasi Z lebih menyukai konten visual daripada tulisan.

Fakta bahwa orang-orang menggunakan aplikasi seperti YouTube, Tiktok, Instagram, dan sejumlah platform lainnya setiap hari menunjukkan bahwa Generasi Z lebih tertarik dengan konten visual daripada tulisan.

Untuk meningkatkan minat baca Generasi Z, kita dapat menggunakan platform seperti YouTube, Tiktok, dan Instagram.

Yang harus kita lakukan adalah menyajikan konten-konten yang mengedukasi untuk meningkatkan minat membaca para Generasi Z ini.

Baca Juga: Gen Z: Inspirasikan Dunia melalui Tindakan Nyata dan Integritas

Apakah metode itu berhasil?

Sepertinya metode ini cukup efektif jika kita memberikan pelajaran dengan gaya milenial dan konten visual yang menarik.

Pada dasarnya, cara kita memberikan pelajaran adalah dengan menggunakan konten visual yang menarik, yang meningkatkan minat membaca.

Literasi Digital adalah langkah berikutnya, di mana literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis.

Apa arti definisi literasi digital ini sekarang?

Paul Gilster (2007) menyatakan bahwa literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menerapkan informasi yang diperoleh dari banyak sumber.

Sebaliknya, sebagaimana dinyatakan dalam Graduate Learning Outcome 3 Deakin University, literasi digital adalah upaya memanfaatkan teknologi untuk menemukan, memanfaatkan, dan menyebarkan informasi di dunia digital saat ini.

Di sisi lain, menurut Common Sense Media (2009), literasi digital melibatkan empat kompetensi utama yaitu:

Baca Juga: Bangkitkan Bakat dan Kreatiivtas Gen Z dan Milenial, Gabungan Seniman Ganjar Gelar Surabaya Street Fashion

1. Memanfaatkan teknologi secara efektif

2. Memahami konten digital

3. Menilai kelayakan kreditnya

4. Melakukan penelitian dan berkomunikasi dengan alat yang tepat.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi digital adalah usaha individu yang diperlukan di era canggih seperti ini untuk memberikan informasi yang akurat.

Literasi digital adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk meningkatkan minat baca Generasi Z.

Karena pada dasarnya membantu orang bukan hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis mereka, tetapi juga meningkatkan kreativitas mereka, karena Generasi Z mengutamakan kreativitas untuk bersaing secara sehat di dunia literasi digital.

Salah satu contohnya adalah ketika kita menulis blog di internet dan kemudian ada Generasi Z yang membacanya dan ingin menulis blog juga.

Baca Juga: Kenalkan Sosok Ganjar Pranowo, Ganjar Creasi Adakan Outbond Bareng Gen Z di Kabupaten Malang

Secara tidak langsung, kita berhasil meningkatkan minat membaca dan menulis Generasi Z ini dengan menggunakan blog di internet.

Literasi digital sangat berpengaruh untuk meningkatkan minat membaca Generasi Z karena literasi digital tidak hanya berfokus untuk meningkatkan minat membaca, tetapi juga membuat Generasi Z belajar bagaimana menulis.

Mengembangkan E-Library—apa itu?

Metode selanjutnya masih terkait dengan literasi digital. E-library adalah perpustakaan digital yang menyediakan berbagai buku dalam format digital.

Jika kita ingin membaca banyak buku, kita harus pergi ke perpustakaan. Namun, seiring berkembangnya teknologi, perpustakaan menjadi tempat yang jarang dikunjungi.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa orang sekarang lebih suka memesan makanan di internet daripada pergi ke toko untuk membelinya sendiri.

Baca Juga: Bangkitkan Bakat dan Kreatiivtas Gen Z dan Milenial, Gabungan Seniman Ganjar Gelar Surabaya Street Fashion

Mengembangkan e-library telah dikembangkan cukup lama untuk membantu Generasi Z membaca buku dan meningkatkan literasi digital mereka.

Keterbatasan waktu membuat Generasi Z malas untuk pergi ke perpustakaan, mungkin salah satu alasan mengapa mereka tidak terlalu tertarik untuk membaca buku.

Ini adalah beberapa metode untuk meningkatkan minat membaca Generasi Z. Seperti yang kita ketahui, kaum milenial jarang melakukan aktivitas seperti membaca.

Harapannya adalah Generasi Z akan memiliki minat yang lebih besar dalam membaca karena melakukannya akan memberi kita banyak pengetahuan dan memperluas wawasan kita.***