POJOKSATU.id - Eksfoliasi berfungsi mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit agar wajah tampak cerah dan halus.

Secara umum, ada dua jenis eksfoliasi, yakni secara fisik dan secara kimia.

Eksfoliasi fisik adalah eksfoliasi dengan menggunakan scrub, sikat, atau alat gosok wajah.

Sedangkan eksfoliasi kimia adalah eksfoliasi dengan menggunakan bahan aktif seperti AHA, BHA, atau PHA.

Keduanya sama-sama membantu mempercepat regenerasi kulit.

Namun, ketika dilakukan terlalu sering, manfaat tersebut justru berubah menjadi bahaya.

Lapisan pelindung kulit atau skin barrier bisa rusak, menyebabkan kulit menjadi sensitif, kering, dan mudah iritasi.

Baca Juga: LANJUTAN Contoh Soal dan Pembahasan TKA SMA 2025 Bahasa Inggris!

Apa Itu Over Exfoliate?

Over exfoliate adalah kondisi ketika kulit mengalami pengelupasan berlebihan akibat eksfoliasi yang terlalu sering atau penggunaan bahan aktif berkadar tinggi.

Tanda-tanda yang umum muncul ketika kulit mengalami over exfoliating, antara lain:

- Kulit terasa panas, perih, atau terbakar setelah penggunaan produk.

- Timbul kemerahan dan pengelupasan.

- Muncul jerawat kecil, ruam, atau tekstur kulit tidak rata.

- Kulit menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari maupun produk lain.

Secara ilmiah, kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya transepidermal water loss (TEWL) kehilangan air berlebih dari kulit akibat lapisan pelindung yang rusak.

Baca Juga: Imbas Pengeboman SMAN 72 Jakarta, Sekolah Tatap Muka Diliburkan, KBM Digelar Secara Online

Penyebab Utama Over Exfoliate

Banyak orang terjebak karena ingin cepat mendapatkan hasil glowing.

Beberapa penyebab umum kulit yang over exfoliate, antara lain:

- Menggunakan beberapa produk eksfoliasi sekaligus, seperti scrub dan toner AHA dalam waktu berdekatan.

- Mengabaikan jenis kulit; misalnya kulit sensitif yang diberi bahan aktif tinggi.

- Tidak memberi jeda waktu antara penggunaan bahan aktif lain seperti retinol atau vitamin C.

- Kurangnya pemahaman soal dosis dan frekuensi yang aman.

Ahli dermatologi menyarankan agar frekuensi eksfoliasi disesuaikan dengan kondisi kulit.

Umumnya, cukup 1–3 kali seminggu untuk penggunaan rumahan.

Baca Juga: 2,4 Juta Situs Judi Diblokir, Tapi Jaringannya Masih Hidup Di Mana Celahnya?

Cara Memulihkan Kulit Setelah Over Exfoliate

Ketika tanda-tanda iritasi muncul, langkah pertama adalah menghentikan semua produk eksfoliasi sementara waktu.

Fokus utama adalah memulihkan skin barrier. Memulihkan skin barrier yang rusak dalam dilakukan dengan:

- Moisturizer yang kaya ceramide, fatty acids, dan glycerin untuk memperkuat pelindung kulit.

- Gunakan Hyaluronic acid untuk menjaga kelembapan alami kulit.
- Menghindari bahan aktif keras, seperti retinol, vitamin C berkadar tinggi, dan alkohol.

- Menggunakan sunscreen setiap hari untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV selama masa pemulihan.

Penelitian menunjukkan bahwa bahan seperti ceramide dan asam lemak esensial dapat memperbaiki lapisan kulit yang rusak dalam waktu 1–2 minggu bila digunakan rutin.

Baca Juga: Burnout Bukan Tanda Lemah, Tapi Tubuh yang Minta Istirahat

Tips Aman Melakukan Eksfoliasi

Agar perawatan tetap aman, beberapa panduan sederhana bisa diikuti untuk menjaga kulit tetap aman ketika eksfoliasi.

1. Mulailah perlahan: 1–2 kali seminggu dan amati reaksi kulit.

2. Hindari mencampur eksfolian berbeda dalam satu hari.

3. Gunakan pelembap setiap selesai eksfoliasi.

4. Pilih produk sesuai tujuan:

- AHA (glycolic/lactic acid) untuk mencerahkan dan memperbaiki tekstur.

- ⁠BHA (salicylic acid) untuk membersihkan pori dan mengurangi jerawat.

- Jangan lupa sunscreen, karena kulit pasca eksfoliasi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Baca Juga: Program Padat Karya Tunai Desa 2025–2026, Strategi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Warga

Eksfoliasi memang efektif membantu kulit tampak sehat dan bercahaya, tetapi efeknya bergantung pada cara penggunaannya.

Kulit tidak perlu dikejar untuk glowing dalam semalam.

Perawatan yang seimbang, antara pengelupasan, hidrasi, dan perlindungan justru menjadi kunci kulit sehat jangka panjang.

Kulit yang baik bukan yang cepat berubah, melainkan yang dirawat dengan sabar dan bijak. ***