POJOKSATU.id — Banyak orang mengira tidak merokok sudah cukup untuk terhindar dari bahaya rokok.

Padahal, menghirup asap rokok orang lain atau menjadi perokok pasif tetap menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele.

Paparan asap rokok, meski tidak disengaja, dapat berdampak langsung maupun jangka panjang bagi tubuh.

Baca Juga: Hartanya Tembus Rp 56 Miliar! Sari Yuliati Jadi Wakil Ketua DPR RI dengan Kekayaan Fantastis

Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, termasuk nikotin, karbon monoksida, dan zat karsinogen.

Ketika asap ini terhirup, zat beracun tersebut masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah, lalu memengaruhi berbagai organ tubuh.

Salah satu dampak paling umum adalah gangguan pernapasan.

Baca Juga: Mata Cepat Lelah? Bisa Jadi Ini Dampak Terlalu Lama Menatap Layar Gadget

Perokok pasif lebih rentan mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga infeksi saluran pernapasan.

Pada penderita asma, paparan asap rokok bisa memicu kekambuhan yang lebih sering dan lebih berat.

Selain itu, asap rokok juga berpengaruh pada kesehatan jantung.

Baca Juga: SELAMAT! 21 ASN Kemenag Kebumen Resmi Naik Pangkat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Paparan rutin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Bahkan, orang yang tidak pernah merokok tetap berisiko mengalami gangguan kardiovaskular jika sering terpapar asap rokok di lingkungan sekitar.

Risiko kanker juga menjadi ancaman serius.

Zat karsinogen dalam asap rokok dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker paru-paru, tenggorokan, hingga rongga mulut pada perokok pasif, terutama jika paparan berlangsung dalam waktu lama.

Baca Juga: Ikuti Jejak Ayahnya Sudrajat, Thomas Djiwandono Ponakan Prabowo Resmi Deputi Gubernur BI

Dampak yang lebih mengkhawatirkan terjadi pada anak-anak.

Anak yang sering menghirup asap rokok berisiko mengalami gangguan pertumbuhan paru-paru, lebih mudah sakit, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah.

Lingkungan rumah yang tidak bebas asap rokok dapat memengaruhi kualitas kesehatan anak dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Sehari, Kebiasaan Sederhana dengan Manfaat Kesehatan Luar Biasa

Tak hanya itu, efek ringan seperti iritasi mata, sakit kepala, mual, dan tenggorokan kering juga kerap dialami oleh perokok pasif.

Meski terlihat sepele, gejala ini menandakan tubuh sedang bereaksi terhadap zat berbahaya dari asap rokok.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya asap rokok, tidak hanya bagi perokok aktif tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Pilihan Menu Buka Puasa Buatan Rumah, dari Hidangan Gurih, Segar hingga Takjil Manis Favorit Keluarga

Menciptakan lingkungan bebas asap rokok menjadi langkah nyata untuk melindungi kesehatan bersama.***