POJOKSATU.id - Bullying atau perundungan bukan cuma masalah remaja, tindakan ini sudah bisa muncul sejak anak-anak usia dini, bahkan di PAUD dan sekolah dasar.

Orang tua, guru, dan pengasuh perlu waspada terhadap tanda-tanda yang muncul dan memahami langkah pencegahan yang tepat agar anak tumbuh dalam lingkungan aman dan sehat.

Apa Itu Bullying?

Menurut DP3APPKB Kalteng, bullying adalah perilaku verbal atau fisik yang dilakukan berulang kali dengan tujuan mengganggu atau menyakiti seseorang yang dianggap lebih lemah.

Bullying sebagai perundungan yang dilakukan terus-menerus, oleh pihak yang memiliki kekuatan lebih besar dibanding korban.

Baca Juga: Rapat hingga 7 Bulan, Ini Perjalanan Sumpah Pemuda dari Kongres Pertama sampai Terjadi Ikrar, Begini Urutan Peristiwanya

Kenapa Harus Diwaspadai?

Perilaku bullying sudah dapat muncul di usia TK atau SD.

Anak-anak mulai meniru perilaku teman dan lingkungan sekitar, dan jika tidak dikendalikan, bisa berkembang menjadi kebiasaan negatif.

Ketika anak merasa terasing, diejek, atau dijauhi, dampaknya bukan hanya fisik, tetapi juga emosional dan jangka panjang.

Tanda Anak Mungkin Menjadi Korban

Orang tua dan pengasuh dapat memperhatikan perubahan berikut pada anak:

Sering mengeluh sakit kepala, sakit perut tanpa sebab jelas.

Baca Juga: Mahasiswa Fisika UPI Raih Dua Medali Internasional Berkat Inovasi Ramah Lingkungan dan Anti Perundungan

Menolak pergi ke sekolah atau kegiatan kelompok, tampak cemas atau takut saat pulang.

Barang-barang pribadi mendadak hilang atau rusak, teman berkurang drastis.

Perubahan perilaku menjadi lebih pendiam atau malah agresif.

Langkah Pencegahan

Beberapa hal praktis untuk orang tua dan guru agar mengurangi risiko bullying sejak dini:

Ajari anak tentang konsep menghormati teman, berbeda bukan berarti lebih rendah.

Baca Juga: Kemnaker Buka Program Magang Nasional Batch 2 Tahun 2025, Targetkan 80 Ribu Fresh Graduate, Simak Tahapan dan Syaratnya!

Bangun komunikasi rutin: tanya bagaimana harinya, apakah ada yang membuatnya tidak nyaman.

Orang tua dan guru menjadi teladan: sikap menghargai, empati, adil kepada semua anak.

Segera tanggap jika ada indikasi bullying: guru dapat melakukan pendekatan terhadap korban, pelaku, dan saksi.

Pentingnya Lingkungan yang Aman

Sekolah dan lingkungan bermain anak harus jadi tempat yang aman dan kondusif.

Ketika anak merasa dihargai dan aman, potensi bullying bisa ditekan.

Baca Juga: Aturan Penggunaan AI dalam Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah yang Wajib Dipahami

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyebut bahwa bullying bisa terjadi di sekolah maupun dunia maya.

Sangat penting sebagai orang tua, harus memahami agar menangani sejak awal.

Bullying bukan masalah ringan yang bisa diabaikan karena “anak-anak saja”.

Ketika muncul sejak usia dini dan tidak ditangani, dampaknya dapat panjang dan serius.

Dengan kesadaran, komunikasi terbuka, lingkungan mendukung, serta respon cepat dari orang tua dan guru, anak bisa tumbuh dalam kondisi aman dan produktif. ***