POJOKSATU.id - Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu, baik secara fisik, mental, maupun finansial. 

Di antara berbagai jenis haji yang dikenal dalam Islam, Haji Tamattu menjadi salah satu pilihan yang paling banyak dilakukan jamaah, khususnya umat Islam dari luar Arab Saudi termasuk Indonesia.

Haji Tamattu adalah jenis haji yang dilakukan dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan ibadah haji dalam satu musim haji. 

Jenis haji ini dianggap lebih fleksibel karena jamaah dapat melepaskan ihram setelah umrah sebelum kembali berihram untuk ibadah haji.

Baca Juga: The Rise of Turmeric Toothpaste: A Natural Alternative for Oral Health

Apa Itu Haji Tamattu?

Haji Tamattu merupakan satu dari tiga jenis ibadah haji dalam Islam selain Haji Ifrad dan Haji Qiran. 

Kata “tamattu” berasal dari bahasa Arab yang berarti menikmati atau memperoleh kemudahan.

Dalam praktiknya, jamaah melaksanakan umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji, yakni Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. 

Setelah umrah selesai, jamaah diperbolehkan melepaskan ihram dan menjalani aktivitas normal hingga tiba waktu pelaksanaan haji.

Keunikan Haji Tamattu terletak pada pemisahan antara ibadah umrah dan haji. 

Baca Juga: Panen Raya Pahala di Bulan Dzulhijjah, Ini Keutamaan 10 Hari Pertama hingga Hari Tasyrik

Setelah tahallul umrah, jamaah bebas memakai pakaian biasa, menggunakan wewangian, hingga melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang saat ihram.

Karena memberikan jeda istirahat sebelum puncak ibadah haji, Haji Tamattu menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan bagi jamaah dari negara jauh seperti Indonesia.

Dasar Hukum Haji Tamattu

Dalam Islam, Haji Tamattu memiliki dasar hukum yang jelas sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 196:

وَاَتِمُّوا الۡحَجَّ وَالۡعُمۡرَةَ لِلّٰهِؕ فَاِنۡ اُحۡصِرۡتُمۡ فَمَا اسۡتَيۡسَرَ مِنَ الۡهَدۡىِ‌ۚ وَلَا تَحۡلِقُوۡا رُءُوۡسَكُمۡ حَتّٰى يَبۡلُغَ الۡهَدۡىُ مَحِلَّهٗ ؕ فَمَنۡ كَانَ مِنۡكُمۡ مَّرِيۡضًا اَوۡ بِهٖۤ اَذًى مِّنۡ رَّاۡسِهٖ فَفِدۡيَةٌ مِّنۡ صِيَامٍ اَوۡ صَدَقَةٍ اَوۡ نُسُكٍۚ فَاِذَآ اَمِنۡتُمۡ فَمَنۡ تَمَتَّعَ بِالۡعُمۡرَةِ اِلَى الۡحَجِّ فَمَا اسۡتَيۡسَرَ مِنَ الۡهَدۡىِ‌ۚ فَمَنۡ لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الۡحَجِّ وَسَبۡعَةٍ اِذَا رَجَعۡتُمۡؕ تِلۡكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ  ؕ ذٰ لِكَ لِمَنۡ لَّمۡ يَكُنۡ اَهۡلُهٗ حَاضِرِىۡ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ‌ؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعۡلَمُوۡٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ

Wa atimmul-hajja wal-umrata lillah(i), fa'in uhsirtum famastaisara minal-hady(i), wa la tahliqu ru'usakum hatta yablugal-hadyu mahillah(u), faman kana minkum maridan au bihi azam mir ra'sihi fafidyatum min siyamin au sadaqatin au nusuk(in), fa'iza amintum, faman tamattaa bil-umrati ilal-hajji famastaisara minal-hady(i), famal lam yajid fasiyamu salasati ayyamin fil-hajji wa sabatin iza rajatum, tilka asyaratun kamilah(tun), zalika limal lam yakun ahluhu hadiril-masjidil-haram(i), wattaqullaha walamu annallaha syadidul-iqab

Baca Juga: UIN Walisongo Buka Beasiswa S2 dan S3 Gratis untuk Hafiz 30 Juz, Daftar di Sini!

Artinya: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. 

Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib ber-fidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. 

Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. 

Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). 

Baca Juga: Saat Rupiah Melemah, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Strategi Keuangan yang Perlu Dicoba

Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya."

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa jamaah yang melaksanakan Haji Tamattu diwajibkan menyembelih hewan kurban sebagai bagian dari ibadah.

Rasulullah SAW juga menganjurkan Haji Tamattu kepada para sahabat yang tidak membawa hewan kurban dari Madinah. 

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW memberikan kemudahan kepada umatnya agar ibadah haji lebih ringan dijalankan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Haji Tamattu merupakan bentuk rahmat dan kemudahan dari Allah SWT bagi umat Islam.

Baca Juga: Eddy Soeparno Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Josepha dan SMAN 1 Pontianak

Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu

Pelaksanaan Haji Tamattu memiliki beberapa tahapan penting yang wajib dipahami jamaah.

1. Ihram untuk Umrah

Jamaah memulai dengan berihram dari miqat yang telah ditentukan, seperti Bir Ali atau Yalamlam bagi jamaah Indonesia. 

Setelah berniat umrah, jamaah mulai memasuki larangan ihram.

2. Melaksanakan Umrah

Rangkaian umrah terdiri dari:

  • Thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran

  • Sai antara bukit Shafa dan Marwah

  • Tahallul dengan mencukur atau memotong rambut

Setelah tahallul, jamaah diperbolehkan melepas ihram dan kembali menjalani aktivitas biasa.

Baca Juga: Beasiswa Degree by Research BRIN untuk S2 dan S3, Cek Pembekalan Materi Ini

3. Ihram Kembali untuk Haji

Pada tanggal 8 Dzulhijjah atau hari Tarwiyah, jamaah kembali berihram untuk memulai ibadah haji.

4. Wukuf di Arafah

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Wukuf menjadi rukun haji yang paling utama dan wajib dilakukan.

5. Mabit di Muzdalifah dan Mina

Setelah dari Arafah, jamaah menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu jumrah. Selanjutnya jamaah menuju Mina.

Baca Juga: Selain Sekolah Formal, Ternyata Ada 7 Pendidikan Nonformal yang Bisa Jadi Jalan Masa Depan

6. Melempar Jumrah dan Menyembelih Kurban

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melempar jumrah Aqabah lalu menyembelih hewan kurban. Dalam Haji Tamattu, penyembelihan kurban hukumnya wajib.

7. Tahallul dan Thawaf Ifadah

Setelah mencukur rambut sebagai tahallul awal, jamaah kembali ke Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadlah dan sai.

8. Hari Tasyrik dan Thawaf Wada

Jamaah kembali ke Mina untuk melempar jumrah pada hari tasyrik tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah. 

Sebelum meninggalkan Makkah, jamaah melakukan thawaf wada sebagai penutup ibadah haji.

Baca Juga: Satgas TMMD Kodim 0623 Cilegon dan Warga Mekarsari Pererat Kebersamaan Lewat Olahraga Voli

Keutamaan Haji Tamattu

Haji Tamattu memiliki sejumlah keutamaan bagi umat Islam.

Salah satunya adalah memberikan kemudahan bagi jamaah yang datang dari tempat jauh. 

Jamaah memiliki waktu beristirahat setelah umrah sebelum memasuki rangkaian ibadah haji yang lebih berat.

Selain itu, Haji Tamattu juga memberikan kesempatan memperoleh pahala dari dua ibadah sekaligus, yakni umrah dan haji dalam satu perjalanan.

Dari sisi spiritual, Haji Tamattu mengajarkan keseimbangan antara ibadah, kesabaran, dan pengorbanan. Kewajiban menyembelih hewan kurban menjadi simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Haji Tamattu juga memperkuat ukhuwah Islamiyah karena mempertemukan umat Islam dari berbagai negara dalam satu tujuan ibadah yang sama.

Baca Juga: PSM Vs Persib Digelar Malam Ini, Kapolres Karawang Minta Suporter Tetap Kondusif

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Jamaah

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat melaksanakan Haji Tamattu:

  1. Meluruskan niat ibadah semata-mata karena Allah SWT

  2. Memahami ketentuan miqat dengan benar

  3. Menjaga larangan ihram selama ibadah berlangsung

  4. Menyiapkan hewan kurban sesuai syariat

  5. Menjaga kesehatan fisik dan mental selama rangkaian ibadah

Mengikuti manasik haji sebelum keberangkatan juga sangat penting agar jamaah memahami tata cara ibadah dengan benar dan menghindari kesalahan selama di Tanah Suci.

Baca Juga: CFD HR Rasuna Said Tak Digelar 17 Mei 2026, Ini Jadwal Kembali Dibuka

Haji Tamattu bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Dari setiap thawaf, sai, hingga wukuf di Arafah, ada pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan penghambaan yang mendalam. ***