POJOKSATU.id - Pengertian Haji Qiran dan tata cara pelaksanaannya penting dipahami oleh setiap umat Islam yang ingin menunaikan ibadah haji. 

Sebab dalam pelaksanaannya, ibadah haji memiliki berbagai syarat, aturan, dan tuntunan yang wajib dijalankan agar ibadah sah sesuai syariat.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan tata pelaksanaannya, ibadah haji terbagi menjadi tiga jenis, yakni Haji Tamattu, Haji Qiran, dan Haji Ifrad. 

Masing-masing memiliki tata cara dan ketentuan yang berbeda.

Baca Juga: Apa Itu Haji Tamattu? Ini Pengertian, Tata Cara, Keutamaan, dan Hal Penting yang Wajib Dipahami Jamaah

Pada artikel kali ini akan dibahas lebih dalam mengenai Haji Qiran, mulai dari pengertian, tata cara pelaksanaan, hingga hal-hal penting yang perlu diperhatikan jamaah.

Pengertian Haji Qiran

Haji Qiran adalah pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara bersamaan dalam satu niat dan satu rangkaian ibadah sekaligus.

Kata “qiran” berasal dari bahasa Arab yang berarti menggabungkan atau menyertakan. 

Dalam praktiknya, jamaah berniat melaksanakan haji dan umrah secara bersamaan sejak dari miqat.

Berbeda dengan Haji Tamattu yang memisahkan umrah dan haji, pada Haji Qiran kedua ibadah tersebut dilakukan dalam satu keadaan ihram tanpa tahallul di antara keduanya.

Baca Juga: Farhan: Bandoeng 10K Jadi Strategi Sport Tourism dan Penggerak Pariwisata Kota

Jamaah yang memilih Haji Qiran wajib membayar dam nusuk berupa seekor kambing. Dam ini bukan karena pelanggaran, melainkan bagian dari ketentuan ibadah Haji Qiran itu sendiri.

Siapa yang Dianjurkan Melaksanakan Haji Qiran?

Pelaksanaan Haji Qiran diperbolehkan dan biasanya dipilih oleh jamaah dengan kondisi tertentu, seperti:

  • Jamaah yang tidak memungkinkan melaksanakan umrah secara terpisah sebelum atau sesudah haji

  • Jamaah dengan masa tinggal yang terbatas di Kota Makkah

  • Jamaah yang ingin menyelesaikan umrah dan haji dalam satu rangkaian ibadah

Karena dilakukan dalam satu ihram yang panjang, Haji Qiran membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang lebih kuat dibanding jenis haji lainnya.

Baca Juga: UPDATE Anggota TNI Tembak TNI di Palembang, Sertu MRR Ditetapkan Tersangka Bersama Rekan

Tata Cara Pelaksanaan Haji Qiran

Berikut tata cara pelaksanaan Haji Qiran yang perlu dipahami jamaah:

1. Niat Ihram Haji dan Umrah

Sebelum berihram, jamaah disunnahkan untuk:

  • Mandi dan berwudhu

  • Memakai pakaian ihram

  • Melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat

Setelah sampai di miqat, jamaah berniat untuk haji dan umrah sekaligus.

Niat Haji Qiran:

“Labbaika Allahuma Hajjan Wa ‘Umratan”
Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji dan berumrah.”

Baca Juga: The Rise of Turmeric Toothpaste: A Natural Alternative for Oral Health

Atau:

“Nawaitul Hajja Wal ‘Umrata Waahramtu Bihimaa Lillahi Ta’ala”
Artinya: “Aku niat haji dan umrah dengan berihram karena Allah Ta’ala.”

Miqat jamaah Indonesia biasanya dilakukan di Masjid Bir Ali bagi yang dari Madinah, atau di pesawat ketika melintasi Yalamlam.

Selama perjalanan menuju Makkah, jamaah disunnahkan memperbanyak talbiyah, dzikir, dan menjaga larangan ihram.

Baca Juga: Panen Raya Pahala di Bulan Dzulhijjah, Ini Keutamaan 10 Hari Pertama hingga Hari Tasyrik

2. Aktivitas di Kota Makkah

Setelah tiba di Makkah, jamaah dianjurkan melaksanakan thawaf qudum.

Thawaf qudum bukan termasuk thawaf umrah maupun thawaf haji, melainkan thawaf penghormatan ketika memasuki Masjidil Haram.

Pada saat thawaf qudum, jamaah dapat memilih untuk melaksanakan sa’i atau menundanya.

  • Jika sa’i dilakukan saat thawaf qudum, maka sa’i tersebut sudah termasuk sa’i haji

  • Jika belum melaksanakan sa’i, maka sa’i dilakukan saat thawaf ifadlah nanti

Baca Juga: UIN Walisongo Buka Beasiswa S2 dan S3 Gratis untuk Hafiz 30 Juz, Daftar di Sini!

Setelah itu, jamaah melanjutkan rangkaian ibadah haji seperti biasa:

  • Wukuf di Arafah

  • Mabit di Muzdalifah

  • Melempar jumrah di Mina

  • Menyembelih dam

  • Thawaf ifadlah

  • Tahallul

Dalam Haji Qiran, jamaah tetap berada dalam kondisi ihram hingga seluruh rangkaian utama ibadah selesai dilakukan.

Baca Juga: Eddy Soeparno Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Josepha dan SMAN 1 Pontianak

3. Meninggalkan Kota Makkah

Sebelum meninggalkan Makkah menuju kampung halaman, jamaah wajib melaksanakan thawaf wada sebagai thawaf perpisahan.

Setelah thawaf wada selesai, maka seluruh rangkaian Haji Qiran dianggap telah sempurna dilaksanakan.

Jamaah kemudian mengikuti arahan petugas atau tour leader terkait proses kepulangan menuju tanah air.

Baca Juga: Cara Menonton Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Lengkap dengan Sinopsis dan Aturan Nobar

Perbedaan Haji Qiran dan Haji Tamattu

Perbedaan utama Haji Qiran dan Haji Tamattu terletak pada niat dan pelaksanaan ihram.

Pada Haji Qiran:

  • Haji dan umrah dilakukan sekaligus dalam satu niat

  • Jamaah tetap dalam satu ihram hingga ibadah selesai

  • Wajib membayar dam nusuk

Sedangkan pada Haji Tamattu:

  • Umrah dilakukan terlebih dahulu lalu tahallul

  • Jamaah bebas dari ihram sebelum memulai haji

  • Kemudian berihram kembali saat memasuki ibadah haji

Baca Juga: Indri Wahyuni, Juri LCC Empat Pilar yang Viral, Akhirnya Minta Maaf Usai Kasusnya Terus Ramai

Karena itu, Haji Qiran biasanya lebih berat secara fisik karena jamaah harus menjaga larangan ihram dalam waktu lebih lama.

Hal yang Perlu Diperhatikan Jamaah

Dalam melaksanakan Haji Qiran, jamaah perlu memperhatikan beberapa hal penting:

  1. Menjaga niat dan keikhlasan ibadah

  2. Memahami tata cara manasik dengan benar

  3. Menjaga larangan ihram selama perjalanan

  4. Menyiapkan dam sesuai ketentuan syariat

  5. Menjaga kesehatan fisik karena masa ihram cukup panjang

Mengikuti manasik haji sebelum keberangkatan sangat penting agar jamaah memahami seluruh proses ibadah secara tepat.

Baca Juga: Beasiswa Degree by Research BRIN untuk S2 dan S3, Cek Pembekalan Materi Ini

Haji Qiran bukan sekadar perjalanan ibadah biasa, tetapi bentuk penghambaan total kepada Allah SWT. 

Dalam setiap langkah thawaf, talbiyah, hingga wukuf di Arafah, tersimpan pelajaran tentang kesabaran, ketaatan, dan keikhlasan seorang muslim. 

Semoga setiap jamaah yang menjalankan Haji Qiran memperoleh haji yang mabrur dan pulang membawa keberkahan untuk kehidupan dunia maupun akhirat. ***