POJOKSATU.id - Haji Ifrad menjadi salah satu jenis pelaksanaan ibadah haji yang penting dipahami oleh calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. 

Dalam praktiknya, Haji Ifrad memiliki tata cara tersendiri yang berbeda dengan Haji Tamattu maupun Haji Qiran.

Kata “Ifrad” berasal dari bahasa Arab yang berarti memisahkan atau menyendiri. 

Dalam konteks ibadah haji, Haji Ifrad berarti melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu secara terpisah dari umrah. 

Baca Juga: Jadwal Puncak Haji Armuzna 2026 Lengkap, Ini Tahapan Wukuf hingga Hari Tasyrik, Kapan Pemulangan Jamaah?

Setelah seluruh rangkaian haji selesai, barulah jemaah melaksanakan ibadah umrah.

Secara istilah, Haji Ifrad adalah jenis haji di mana jemaah hanya berniat melaksanakan ibadah haji saat ihram dari miqat. 

Setelah semua rangkaian ibadah haji selesai dilakukan, jemaah kemudian melaksanakan umrah secara terpisah.

Jenis haji ini dikenal sebagai salah satu cara pelaksanaan ibadah yang juga pernah dilakukan Rasulullah SAW. 

Karena itu, banyak umat Muslim yang memilih Haji Ifrad untuk memperoleh kekhusyukan lebih saat menjalani puncak ibadah haji.

Baca Juga: Siswi Cantik SMK Nias Utara Diduga Dibunuh, Polisi Ungkap Luka Tusuk dan Kekerasan di Kelamin

Hukum Melaksanakan Haji Ifrad

Hukum melaksanakan Haji Ifrad adalah sunnah. Pelaksanaannya dianjurkan, karena dianggap lebih sederhana dan memberi kesempatan jemaah untuk lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah haji terlebih dahulu.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian melaksanakan haji ifrad, karena itu lebih mudah dan lebih murah.”

Tata Cara Pelaksanaan Haji Ifrad

Pelaksanaan Haji Ifrad memiliki beberapa tahapan penting yang wajib dipahami calon jemaah agar ibadah berjalan tertib dan lancar.

Baca Juga: Surat Polos Bocah SD untuk Prabowo Viral, Ingin Ikut Upacara 17 Agustus di Istana Negara

1. Niat dan Ihram

Jemaah memulai ihram dari miqat dengan niat melaksanakan ibadah haji saja. Setelah itu, jemaah mengenakan pakaian ihram dan menjaga seluruh larangan selama masa ihram berlangsung.

2. Tawaf Qudum

Sesampainya di Masjidil Haram, jemaah melaksanakan Tawaf Qudum atau tawaf selamat datang sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah.

3. Wuquf di Arafah

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan wuquf di Arafah hingga matahari terbenam. Prosesi ini menjadi salah satu rukun haji yang paling utama.

Baca Juga: Penjelasan Skema Murur Haji 2026, Jamaah Tak Boleh Tinggalkan Muzdalifah Sebelum Tengah Malam

4. Mabit di Muzdalifah

Setelah meninggalkan Arafah, jemaah menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam. Di tempat ini, jemaah juga mengumpulkan kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah.

5. Mabit di Mina dan Melontar Jumrah

Dari Muzdalifah, jemaah bergerak ke Mina untuk melaksanakan lontar jumrah. Pada 10 Dzulhijjah, jemaah melontar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali.

Setelah itu, jemaah melaksanakan tahallul awal dengan mencukur rambut dan bagi yang mampu dianjurkan melaksanakan qurban.

6. Tawaf Ifadah dan Sai

Jemaah kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Tawaf Ifadah yang menjadi salah satu rukun haji. Setelah tawaf, dilanjutkan dengan sai antara Bukit Shafa dan Marwah.

Baca Juga: Bolehkah Perempuan Menyembelih Hewan Kurban? Ini Penjelasan Hukum, Syarat Sah, dan Tata Caranya dalam Islam

7. Melanjutkan Mabit di Mina

Usai Tawaf Ifadah dan sai, jemaah kembali ke Mina untuk mabit selama dua atau tiga malam sambil melaksanakan lontar tiga jumrah setiap harinya.

8. Tawaf Wada

Sebelum meninggalkan Kota Makkah, jemaah melaksanakan Tawaf Wada sebagai tawaf perpisahan.

Keutamaan Haji Ifrad

Haji Ifrad memiliki sejumlah keutamaan yang membuat banyak jemaah memilih jenis haji ini.

Baca Juga: HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Dandim Karawang Pimpin Ziarah Khidmat di TMP Pancawati

Fokus Menjalankan Ibadah Haji

Karena umrah dilakukan setelah haji selesai, jemaah bisa lebih fokus menjalani seluruh rangkaian ibadah haji tanpa terbagi konsentrasi.

Tidak Wajib Membayar Dam

Berbeda dengan Haji Tamattu, Haji Ifrad tidak mewajibkan pembayaran dam karena pelaksanaan haji dan umrah dilakukan secara terpisah.

Ibadah Lebih Khusyuk

Pemisahan antara niat haji dan umrah membuat jemaah dapat lebih mendalami makna setiap ibadah yang dijalankan.

Kesempatan Menambah Amal Ibadah

Setelah seluruh rangkaian haji selesai, jemaah masih memiliki kesempatan untuk melaksanakan umrah sebagai ibadah tambahan.

Baca Juga: Wagub Sumbar Kecelakaan Hantam Truk, Deretan Tokoh Publik dan Artis Doakan Kesembuhan

Memahami Haji Ifrad bukan hanya penting bagi calon jemaah, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci. 

Setiap rangkaian ibadah dalam haji menyimpan makna mendalam tentang kesabaran, pengorbanan, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. ***