POJOKSATU.id — Keamanan akun digital perlu menjadi perhatian di tengah semakin seringnya masyarakat menggunakan media sosial, email, serta berbagai layanan berbasis internet dalam kehidupan sehari-hari.

Akun pribadi dapat menjadi target pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketika berhasil mendapatkan akses, pelaku bisa melakukan perubahan pada informasi keamanan maupun menjalankan aktivitas tertentu menggunakan akun tersebut tanpa sepengetahuan pemilik.

Meski demikian, terdapat sejumlah tanda yang dapat diamati untuk mengetahui apakah sebuah akun kemungkinan telah diretas.

Baca Juga: Akui Melaporkan Ruben Onsu Bukan Opsi Pertama, Ini Alasan Kuasa Hukum Pelapor Akhirnya Menempuh Jalur Hukum

Pengguna perlu lebih waspada apabila menemukan aktivitas yang tidak biasa atau perubahan tertentu yang tidak pernah dilakukan.

Salah satu cara untuk memeriksa kondisi akun adalah dengan melihat riwayat aktivitas login.

Pengguna dapat mengecek perangkat, lokasi, serta waktu akses yang tercatat pada akun.

Apabila terdapat login dari perangkat atau lokasi yang tidak pernah digunakan, hal tersebut perlu segera diperiksa karena bisa menjadi indikasi adanya pihak lain yang mengakses akun.

Baca Juga: Pemerintah Tak Naikkan Tarif Pajak 2027, Target Penerimaan Capai Rp2.591,4 Triliun

Perubahan password secara tiba-tiba juga patut dicurigai.

Jika kata sandi yang selama ini digunakan mendadak tidak dapat dipakai untuk masuk, ada kemungkinan password telah diganti oleh orang lain tanpa izin.

Apabila akun masih dapat diakses melalui perangkat tertentu, segera buka pengaturan keamanan dan lakukan pemeriksaan sekaligus penggantian password.

Tanda lainnya dapat terlihat dari informasi pemulihan akun.

Alamat email atau nomor HP yang terhubung dengan akun seharusnya tidak berubah tanpa sepengetahuan pemilik.

Jika informasi tersebut tiba-tiba berbeda, pengguna perlu segera mengambil tindakan.

Baca Juga: Film 9 Temples to Heaven Resmi Wakili Thailand di Oscar 2027, Ini Kisahnya

Peretas dapat mengganti data pemulihan untuk mempertahankan akses sekaligus membuat pemilik kesulitan mengembalikan akun.

Aktivitas di dalam akun juga perlu diperiksa secara berkala.

Pengguna dapat melihat pesan terkirim, unggahan, komentar, maupun daftar akun yang baru diikuti.

Jika ditemukan aktivitas yang tidak pernah dilakukan, terdapat kemungkinan akun telah digunakan oleh pihak lain.

Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Bisa Dibayar Online, Ini Cara Bayar Lewat Aplikasi Signal

Dalam kondisi tersebut, akun sebaiknya segera diamankan dan kontak yang mungkin menerima pesan mencurigakan juga perlu diberi tahu.

Notifikasi mengenai perubahan keamanan juga jangan diabaikan.

Pemberitahuan terkait pergantian password, email, nomor HP, atau pengaturan autentikasi yang muncul tanpa pernah dilakukan sendiri bisa menjadi tanda adanya aktivitas mencurigakan.

Pengguna sebaiknya memeriksa akun melalui aplikasi atau situs resmi layanan terkait dan tidak sembarangan mengeklik tautan yang terdapat dalam pesan atau email mencurigakan.

Tanda pengambilalihan akun juga terkadang diketahui dari orang lain.

Baca Juga: Harga Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Mulai Rp1,55 Juta, Ini Jadwal Presale

Teman atau keluarga mungkin menghubungi pengguna karena menerima pesan yang tidak biasa, tautan mencurigakan, atau permintaan tertentu dari akun tersebut.

Jika hal ini terjadi, pemilik akun sebaiknya segera memeriksa aktivitas login dan pengaturan keamanan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang memperoleh akses.

Bagi akun yang terhubung dengan layanan pembayaran atau transaksi digital, riwayat aktivitas finansial juga penting untuk diperiksa.

Adanya transaksi, perubahan metode pembayaran, atau aktivitas keuangan yang tidak pernah dilakukan perlu segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Uji Publik Kabinet Bayangan, Prof Zainal Arifin Mochtar: Kesalahan Prabowo Itu Mengangkangi Daerah, Nilai 3,5 Alias D Minus

Pengguna dapat mengamankan akun dan menghubungi penyedia layanan melalui kanal resmi apabila menemukan aktivitas yang tidak dikenali.

Jika menemukan satu atau beberapa tanda tersebut, pengguna sebaiknya segera melakukan langkah pengamanan.

Password perlu diganti melalui perangkat yang aman dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda dari akun lainnya.

Setelah itu, periksa daftar perangkat yang masih memiliki akses dan keluarkan sesi login yang tidak dikenal.

Pastikan pula alamat email dan nomor HP pemulihan masih berada dalam kendali pengguna.

Baca Juga: Ketua PKB Madina Pimpin Ziarah ke Makam Ulama Besar Mandailing Natal, Tegaskan Jadi Program Kerja PKB

Jika layanan yang digunakan menyediakan fitur verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA), fitur tersebut dapat diaktifkan untuk menambah lapisan keamanan akun.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan informasi keamanan.

Password, kode OTP, maupun kode pemulihan tidak boleh diberikan kepada orang lain.

Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas layanan tetapi meminta kode keamanan melalui pesan pribadi.

Dengan mengenali berbagai tanda akun diretas sejak awal, pengguna dapat mengambil tindakan lebih cepat ketika menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko akun digunakan oleh pihak lain dan mencegah potensi penyalahgunaan informasi pribadi.***