POJOKSATU.id - Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, bukan hanya masjid yang ramai dengan orang-orang beritikaf.
Pusat perbelanjaan pun makin membludak karena mendekati Idul Fitri.
Membeli baju baru untuk dipakai hari raya sudah jadi kebiasaan muslim, khususnya di Indonesia, dengan banyak yang membeli pakaian lengkap dari ujung kepala hingga kaki.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik: apakah Rasulullah SAW pernah mengajarkan membeli baju baru atau memakai pakaian bagus saat hari raya?
Baca Juga: Tren Warna Baju Lebaran 2026: Berani, Adem, tapi Tetap Bikin Fotogenik
Pertanyaan ini dijawab oleh Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya.
Menurut ulama kelahiran Blitar, Jawa Timur ini, membeli baju baru lebaran adalah kebiasaan masyarakat, dan Rasulullah SAW pun menganjurkan memakai pakaian yang layak untuk hari raya.
“Imam Bukhari meriwayatkan satu hadis dari Sayyidina Abdullah bin Umar bahwasanya Sayyidina Umar bin Khattab itu beli jubah dari sutra.
Kemudian dibawa jubah itu dan berkata nabi, ‘Beli ini dan pakailah untuk hari raya dan menyambut tamu’,” ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV.
Meski Rasulullah SAW melarang laki-laki memakai baju sutra, Buya Yahya menekankan bahwa memakai baju bagus saat hari raya tetap diperbolehkan. Para ulama menyebutnya sebagai sunnah.
“Sunnahnya kita pakai baju yang bagus kalau bisa baru, kalau punya duit. Gak usah ngutang, gak wajib. Nanti gara-gara wajib para suami bingunglah semuanya,” tutur Buya Yahya.
Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar tidak memaksakan membeli baju baru hingga menimbulkan hal yang haram.
“Memang diimbau kita keluarga untuk menyenangkan keluarganya di hari raya itu. Apakah dengan makan enak, baju bagus, itu sunnah.
Dengan catatan tidak boleh melakukan sunnah dengan cara yang haram, mencuri, mengambil harta orang lain, dan sebagainya,” pungkasnya.
Islam tidak mewajibkan membeli baju baru saat Idulfitri. Yang dianjurkan adalah memakai pakaian terbaik dan bersih, baik baru maupun lama, selama masih layak digunakan dan menutup aurat.
Rasulullah SAW sendiri mengenakan pakaian terbaiknya pada hari raya.
Baca Juga: Anti Pasaran, Ini Tren Outfit Lebaran 2026, Tradisional dan Modern Bisa Tampil Sekaligus
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah saw biasa memakai pakaian terbaiknya pada dua hari raya.
Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan Nabi memiliki jubah khusus untuk Idulfitri dan Jumat.
Selain itu, Allah mencintai keindahan, yang mencakup kebersihan dan kerapian.
Dari berbagai riwayat, jelas bahwa Islam lebih mengutamakan kebersihan dan kesopanan dibandingkan keharusan membeli baju baru.
Selama pakaian yang dipakai layak dan bersih, sudah cukup untuk memenuhi sunnah di hari raya. ***




