POJOKSATU.id - Kecerdasan buatan (AI) bernuansa Islam bernama Aiman & Aisha resmi diluncurkan di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret s026. 

Kehadiran platform ini menjadi salah satu langkah menjawab perkembangan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat.

Mengusung tema “When Faith Meets Technology: Designing AI with Moral Architecture”, peluncuran tersebut menjadi upaya menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki fondasi nilai moral. 

Platform inovatif ini juga didukung oleh BytePlus sebagai mitra teknologi strategis.

Baca Juga: Bukan Hanya 7, Ini Keistimewaan Alquran yang Perlu Diketahui Umat Islam, Kitab Suci yang Menjadi Solusi Kehidupan Manusia

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan apresiasi atas hadirnya platform kecerdasan buatan tersebut. 

Menurutnya, Aiman & Aisha merupakan contoh nyata bagaimana teknologi AI dapat dirancang untuk mendukung ekosistem konten keislaman yang terkurasi.

"Kehadiran Aiman & Aisha ini harus kita maknai sebagai upaya menjaga kedaulatan digital kita, di mana kecerdasan buatan dibangun di atas referensi yang kuat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Nezar Patria dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa pengembangan AI oleh institusi media nasional memiliki peran penting agar algoritma yang berinteraksi dengan masyarakat tetap berpijak pada integritas data serta memahami keberagaman konteks budaya Indonesia.

Baca Juga: Wagub Sani Targetkan Muaro Jambi Jadi Warisan Dunia UNESCO

Menurutnya, teknologi seharusnya tidak menjadi entitas yang asing atau terlepas dari realitas sosial penggunanya.

Lebih lanjut, Nezar juga mengingatkan bahwa meskipun AI menawarkan efisiensi yang luar biasa, peran manusia tetap tidak dapat digantikan sepenuhnya.

Peran manusia dalam melakukan kurasi informasi, menjaga empati, serta memastikan akurasi tetap menjadi bagian penting dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

"Kita ingin AI seperti Aiman & Aisha menjadi mitra bagi pengguna internet, bukan justru menggantikan kedalaman berpikir yang menjadi inti dari tugas seorang intelektual," tuturnya.

Baca Juga: Langkah Praktis Hitung Zakat Mal dan Fitrah Agar Ibadah Lebih Tenang

Ikhtiar Peradaban di Era Digital

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Kamaruddin Amin menilai peluncuran platform Aiman & Aisha bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan bagian dari upaya membangun peradaban digital yang lebih bermakna.

"Momen ini bukan sekadar peluncuran sebuah produk atau platform. Ini adalah peluncuran sebuah ikhtiar peradaban," kata Kamaruddin.

Di sisi lain, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Izzul Muslimin juga menyambut positif kehadiran AI yang dibangun dengan nilai-nilai Islam tersebut.

Menurutnya, teknologi seperti ini dapat memberikan kontribusi penting bagi penguatan dakwah dan literasi keagamaan di tengah masyarakat.

"Kami sangat berbahagia menyaksikan agenda yang luar biasa ini. Insyaallah akan memberi nilai positif bagi kegiatan dakwah kita dan sekaligus memberi ruang kepada masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terbaik dan bermanfaat," ujar Izzul.

Baca Juga: Mengapa Khalifah Utsman bin Affan Mengumpulkan Alquran Menjadi Satu Mushaf? Ini Penjelasannya

Sahabat Belajar Islam Berbasis AI

Direktur Republika Rangga Danu menjelaskan bahwa Aiman & Aisha dikembangkan untuk menjawab kebutuhan umat terhadap jawaban keagamaan yang cepat, terpercaya, dan tetap selaras dengan prinsip-prinsip syariah.

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin cepat, berbagai pertanyaan mengenai ibadah, muamalah, hingga etika sosial sering muncul secara mendesak.

Sementara itu, akses terhadap rujukan keagamaan yang komprehensif tidak selalu mudah ditemukan oleh masyarakat luas.

"Aiman & Aisha merupakan sahabat belajar Agama Islam berbasis AI yang mengacu hanya pada Alquran yang dirancang untuk memberikan jawaban cepat, terstruktur, dan selaras dengan prinsip-prinsip syariah atas berbagai pertanyaan keislaman sehari-hari," tuturnya.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Jabar, DKI, hingga Banten Aman Selama Ramadan–Idulfitri 2026

"Kami menghadirkan standar baru, AI dengan arsitektur moral, yang mengedepankan kehati-hatian, kejelasan rujukan, dan tanggung jawab etis," kata Rangga.

Ia menambahkan bahwa dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, masyarakat diberikan akses gratis untuk memanfaatkan platform tersebut.

Selama Ramadan, Aiman & Aisha dapat digunakan secara bebas oleh masyarakat sebagai teman ibadah sekaligus pendamping spiritual digital.

"Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas manfaat platform sebagai pendamping spiritual digital, khususnya pada momentum Ramadan yang sarat dengan peningkatan kebutuhan literasi ibadah, konsultasi syariah, hingga panduan etika sosial selama perjalanan mudik," paparnya.

Setelah periode tersebut, masyarakat tetap dapat mengakses layanan Aiman & Aisha dengan biaya yang terjangkau.

Baca Juga: Carry Over TPG 2025 Kembali Dibahas Guru, Ini Cara Cek Rekam Jejak Info GTK untuk Mengetahui Status TPG TW 3 dan TW 4

Rangga menyebutkan bahwa akses bertanya tanpa batas kepada platform tersebut dapat dinikmati mulai dari Rp8.000 saja.

Ia juga menjelaskan bahwa Aiman & Aisha dirancang dengan pendekatan intentional constraint atau pembatasan yang disengaja.

Pendekatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab epistemik agar platform tidak menjawab semua hal secara sembarangan, tetapi hanya fokus pada pertanyaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara Qurani dan syari.

"Pendekatan ini kami yakini dapat meningkatkan kepercayaan, mengurangi kebisingan interpretatif, serta mengembalikan Alquran sebagai pusat orientasi. 

Dengan memadukan fondasi wahyu dan kecanggihan teknologi, kami memposisikan Aiman & Aisha bukan sekadar chatbot, melainkan human-centered digital muallim, pendamping pembelajaran Islam yang relevan dengan dinamika zaman," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Penumpukan Kendaraan Arus Mudik Lebaran 2026, JTT Bakal Memperbanyak Gardu Tol Hingga Mengaktifkan Mobile Reader

Kolaborasi Teknologi Global

Pengembangan Aiman & Aisha juga tidak lepas dari kolaborasi dengan BytePlus sebagai mitra teknologi strategis.

BytePlus menyediakan berbagai solusi teknologi cerdas yang telah diakui secara global untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI platform tersebut.

Platform ini dirancang untuk menyajikan informasi yang bersumber dari dan terbatas pada Alquran serta prinsip-prinsip syariah.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan rujukan yang lebih terarah di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali belum terverifikasi.

Kehadiran platform ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi modern dapat diarahkan untuk menjaga kemurnian sumber ilmu serta memperkuat literasi keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Aktivasi Rekening TPG Membutuhkan Beberapa Dokumen Penting, Guru Perlu Menyiapkan Berkas Ini Agar Proses di Bank Lebih Cepat

Saat ini, Aiman & Aisha telah tersedia secara daring melalui website resmi sehingga masyarakat dapat mulai memanfaatkannya sebagai sarana belajar Islam di era digital. ***