POJOKSATU.id, MENINGKATNYA penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di berbagai sektor mulai memunculkan kekhawatiran terhadap ancaman otomatisasi yang dapat menggantikan sejumlah jenis pekerjaan.

Beberapa profesi dengan tugas yang bersifat rutin, berulang, dan berbasis data menjadi yang paling rentan tergeser oleh teknologi AI dalam waktu dekat.

Salah satu pekerjaan dengan risiko tinggi digantikan AI adalah data entry dan administrasi rutin. Pekerjaan ini melibatkan penginputan data yang sifatnya monoton tanpa membutuhkan analisis mendalam.

Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, Lapas Ciamis Ekspor Perdana Coir Net ke Korea Selatan dan Jepang

AI dan sistem otomatisasi sudah mampu menjalankan tugas ini dengan lebih cepat dan minim kesalahan. Tidak hanya itu, profesi customer service berbasis skrip seperti call center pun kini mulai tergeser oleh chatbot AI yang bisa melayani ribuan pelanggan secara simultan.

Sektor telemarketing juga menghadapi ancaman serupa. AI mampu melakukan panggilan otomatis dengan skrip yang dapat dioptimalkan berdasarkan respon calon pelanggan. Dengan begitu, profesi telemarketer manusia semakin kurang relevan.

Di sisi lain, kasir dan petugas loket mulai tergantikan oleh mesin bayar mandiri dan pembayaran digital yang mengurangi kebutuhan tenaga kerja di lini depan ritel.

Baca Juga: 7.648 Mahasiswa Baru DITERIMA, Begini Cara UNRI Sambut Mahasiswa Baru Lewat PKKMB 2025, Usung Tema Menuju Indonesia Emas

Tak kalah mengejutkan, profesi penerjemah bahasa turut terancam dengan hadirnya AI penerjemah otomatis seperti Google Translate yang terus disempurnakan.

Sementara itu, analis data level dasar yang hanya bertugas mencari pola dari data rutin juga bisa digantikan oleh algoritma AI yang bekerja lebih cepat dan akurat.

AI juga mulai merambah bidang editorial dengan hadirnya software proofreading seperti Grammarly yang mampu memeriksa tata bahasa, ejaan, hingga konsistensi gaya penulisan.

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNIDA dan KKNT UNPAK Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Megamendung

Pekerjaan akuntan entry-level yang berkutat pada pencatatan dan rekonsiliasi laporan keuangan juga semakin tergeser oleh software akuntansi berbasis AI.

Dunia jurnalistik pun tidak luput dari ancaman otomatisasi. AI kini dapat digunakan untuk menulis laporan cepat, seperti hasil pertandingan olahraga, laporan keuangan perusahaan, dan update cuaca dengan gaya penulisan yang menyerupai jurnalis manusia.

Selain itu, operator produksi di pabrik manufaktur juga mulai digantikan oleh robot AI yang mampu bekerja tanpa henti dengan akurasi tinggi.

Baca Juga: Pemain Pertama PSMS yang Diperkenalkan Musim Ini, Kardinata Tarigan : Mimpi yang Jadi Kenyataan

Fenomena ini menjadi alarm bagi para pekerja yang berada di jalur profesi tersebut untuk segera meningkatkan keterampilan yang lebih bersifat kreatif, strategis, dan sulit diotomatisasi.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Meski AI menawarkan efisiensi yang luar biasa, peran manusia tetap tidak tergantikan dalam pekerjaan yang melibatkan empati, kreativitas, dan pengambilan keputusan kompleks. ***