POJOKSATU.id — Erupsi gunung api tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi lingkungan, termasuk tanaman yang berada di sekitar wilayah terdampak.
Salah satu material yang dapat menyebar saat gunung api erupsi adalah abu vulkanik.
Partikel halus tersebut dapat terbawa angin dan kemudian mengendap di berbagai permukaan, termasuk daun, batang, serta tanah di sekitar tanaman.
Lantas, apa yang terjadi pada tanaman jika terkena abu vulkanik?
Abu yang menutupi permukaan daun dapat mengganggu tanaman dalam melakukan fotosintesis.
Baca Juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Solar Bridge, Jembatan Darurat yang Bisa Hasilkan Listrik Saat Banjir
Lapisan abu membuat cahaya matahari yang dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan energi menjadi lebih sulit mencapai permukaan daun.
Tidak hanya itu, endapan abu dalam jumlah banyak juga dapat mengganggu stomata pada daun.
Stomata merupakan bagian tanaman yang berperan dalam pertukaran gas sehingga penumpukan material di permukaan daun dapat memengaruhi proses tersebut.
Dampak lainnya dapat terlihat dari perubahan kondisi daun.
Tanaman yang terkena paparan abu cukup berat berpotensi mengalami daun mengering, berubah warna, layu, hingga rontok.
Baca Juga: Lowongan Kerja BNI Life 2026 untuk Lulusan SMA hingga S1, Cek Posisi, Syarat dan Cara Melamar
Partikel abu vulkanik juga dapat memiliki tekstur yang cukup kasar.
Ketika menempel pada permukaan tanaman atau terkena gesekan, material tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan pada permukaan daun.
Selain bagian atas tanaman, abu vulkanik yang jatuh ke tanah juga dapat memengaruhi lingkungan di sekitar akar.
Lapisan abu yang cukup tebal dapat mengubah kondisi tanah, termasuk pergerakan air dan udara di dalam tanah.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu perkembangan akar, terutama pada tanaman yang masih muda.
Di sisi lain, abu vulkanik juga mengandung berbagai material mineral.
Dalam kondisi tertentu dan dalam jangka panjang, material vulkanik dapat memberikan tambahan mineral pada tanah.
Namun, hal tersebut tidak berarti tanaman yang baru saja terkena abu vulkanik akan langsung menjadi lebih subur.
Karakteristik abu dan kondisi tanah setelah erupsi turut menentukan dampaknya terhadap tanaman.
Penumpukan abu yang sangat tebal juga dapat menimbulkan persoalan lain.
Ketika terkena air hujan, endapan abu dapat menjadi lebih berat sehingga membebani daun, ranting, maupun batang tanaman.
Baca Juga: Akun belajar.id Guru SD Kena Pesan Spam, Jangan Klik Link! Ini Langkah yang Harus Dilakukan
Tanaman dengan struktur yang masih kecil atau lemah dapat lebih rentan mengalami kerusakan akibat beratnya endapan tersebut.
Meski demikian, tanaman yang terkena abu vulkanik tidak selalu langsung mati.
anaman dengan paparan ringan masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh setelah kondisi lingkungan membaik.
Untuk tanaman di halaman atau pekarangan rumah, abu yang menempel pada daun dapat dibersihkan secara perlahan menggunakan air bersih setelah situasi dinyatakan aman.
Pembersihan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggosok permukaan daun terlalu keras karena partikel abu dapat bersifat abrasif.
Apabila endapan abu sangat tebal, kondisi tanaman perlu dipantau secara berkala.
Baca Juga: Resmi Terbit, Surat Edaran Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2026 Jadi Pedoman Baru Manajemen ASN!
Bagian tanaman yang mengalami kerusakan berat dapat ditangani setelah kondisi lingkungan memungkinkan.
Dengan demikian, dampak abu vulkanik terhadap tanaman sangat bergantung pada ketebalan endapan, karakteristik abu, jenis tanaman, serta lamanya tanaman terpapar.
Abu vulkanik dapat mengganggu fotosintesis, pertukaran gas, kondisi daun, hingga lingkungan di sekitar akar.
Namun, tingkat kerusakannya tidak selalu sama pada setiap tanaman.***




