POJOKSATU.id - Ramadan adalah bulan istimewa yang selalu dirindukan umat Islam. Di bulan ini, pahala dilipatgandakan, pintu ampunan dibuka, dan doa-doa memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Banyak yang mengetahui, bahwa waktu berbuka puasa adalah momen mustajab. Namun sejatinya, ada delapan waktu istimewa di bulan Ramadan yang bisa dimanfaatkan untuk memanjatkan doa terbaik.
1. Menjelang Berbuka Puasa
Waktu paling populer adalah beberapa menit sebelum azan Magrib.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah).
Para ulama menjelaskan, waktu mustajab dimulai sejak menjelang matahari terbenam hingga selesai berbuka.
Kondisi seorang hamba yang lemah setelah berpuasa justru menjadi sebab Allah SWT mengabulkan doa-doanya.
Rasulullah SAW ketika berbuka membaca doa: “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah” yang artinya “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.” (HR Abu Dawud).
Beliau juga mengajarkan doa: “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”
Adab Berdoa saat Berbuka
Agar doa lebih berpeluang dikabulkan, ada adab yang perlu dijaga. Niat harus tulus dan ikhlas.
Bersihkan diri dan lingkungan dari najis, kenakan pakaian sopan, serta menghadap kiblat.
Awali doa dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Jaga hati tetap khusyuk, hindari pikiran yang mengganggu, dan berdoalah dengan suara lembut namun penuh keyakinan.
Setelah membaca doa berbuka, sampaikan hajat dengan bahasa sederhana dan jujur. Allah SWT lebih melihat ketulusan hati daripada kefasihan kata-kata.
2. Ketika Sahur
Sahur bertepatan dengan sepertiga malam terakhir.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan.”
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa doa dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.
Maka sahur bukan sekadar makan sebelum imsak, tetapi momentum bermunajat.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Secara umum, waktu antara tengah malam hingga menjelang Subuh adalah saat paling efektif untuk berdoa.
Selain memanjatkan doa, umat Islam dianjurkan mendirikan salat tahajud untuk memperkuat kedekatan spiritual.
Baca Juga: Anggaran MBG Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Purbaya Yudhi Sadewa Tegas: Lemah Pasti Kalah
4. Sepanjang Waktu Berpuasa
Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, “Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, imam yang adil dan doa orang yang dizalimi.”
Artinya, sepanjang menjalankan puasa Ramadan, setiap momen bisa menjadi kesempatan untuk berdoa, terutama selepas salat lima waktu.
5. Saat Salat Tarawih
Tarawih adalah ibadah khas Ramadan. Ketika berdiri membaca ayat-ayat Al-Qur’an, hati biasanya lebih lembut.
Di sela atau setelah tarawih, sempatkan memohon ampunan dan kebaikan dunia akhirat.
6. Di Hari Jumat
Hari Jumat memiliki satu waktu singkat yang mustajab.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa jika seorang Muslim berdoa di waktu itu, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta.
Jika Jumat bertepatan dengan Ramadan, terlebih menjelang berbuka, maka keutamaannya terasa semakin besar.
7. Di Malam Lailatul Qadar
Sepuluh malam terakhir Ramadan menyimpan malam paling mulia, Lailatul Qadar. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.”
Malam ini adalah peluang besar untuk memperbanyak doa, istighfar, dan ibadah dengan sungguh-sungguh.
8. Ketika Hujan Turun
Hujan adalah tanda rahmat Allah SWT. Saat hujan turun, doa termasuk lebih mudah dikabulkan.
Gunakan momen ini untuk memohon kebaikan dan perlindungan.
Kekuatan Doa Kolektif dan Kisah Inspiratif
Berbuka bersama keluarga, sahabat, atau jamaah masjid membuka peluang doa kolektif.
Doa bersama memiliki kekuatan spiritual yang besar. Saling mendoakan kebaikan tanpa sepengetahuan orang lain juga sangat dianjurkan.
Banyak kisah inspiratif tentang pengabulan doa saat berbuka. Ada sahabat yang berdoa meminta kesembuhan anaknya dan Allah SWT mengabulkannya.
Baca Juga: Alokasi Transfer ke Daerah di Tiga Provinsi Bencana di Sumatera Ditambah Rp 10,56 Miliar
Imam Ahmad bin Hanbal dikenal selalu mendoakan umat saat berbuka.
Ada pula kisah jamaah yang bertahun-tahun berdoa agar bisa ke Baitullah dan akhirnya terwujud.
Bahkan pasangan yang lama menanti keturunan pun akhirnya dikaruniai anak setelah konsisten berdoa saat berbuka.
Hambatan dan Konsistensi
Meski waktu mustajab terbuka lebar, ada hambatan yang bisa menghalangi doa, seperti makanan haram, maksiat, dan hati yang lalai.
Solusinya adalah menjaga kehalalan rezeki, memperbanyak taubat, dan melatih kekhusyukan.
Perlu diingat, jawaban doa bisa berupa pengabulan langsung, penundaan untuk waktu terbaik, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik menurut Allah SWT.
Baca Juga: Breaking News 18 Februari: Hasil Tarik Data TPG Mulai Terlihat
Keistimewaan ini juga berlaku pada puasa sunnah seperti Senin-Kamis, Arafah, dan Asyura.
Kebiasaan berdoa yang dibangun di Ramadan seharusnya terus dijaga sepanjang tahun.
Ramadan selalu menghadirkan peluang perubahan. Delapan waktu mustajab ini adalah undangan terbuka untuk mengetuk pintu langit.
Bisa jadi, satu doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh di waktu terbaik, menjadi awal dari kebaikan besar yang tak pernah kita sangka. ***




