POJOKSATU.id — Panjat pinang jadi salah satu lomba paling seru saat Agustusan karena penuh tawa, jatuh-bangun, dan teriakan penonton.

Tapi tahukah kamu, di balik aksi heboh itu ada juga trik-trik “licik tapi halal” yang sering dipakai peserta untuk memperbesar peluang sampai ke puncak pohon pinang yang licin. Bukannya curang, cara ini lebih ke akal-akal cerdik yang bikin lomba makin kocak.

1. Tunggu Giliran Terakhir

Kalau pohon pinang sudah berkali-kali dipanjat, minyaknya otomatis ikut terbawa ke bawah tubuh peserta lain, batang jadi lebih kering, dan cengkeraman pun lebih mudah. Trik ini bikin kamu jadi pemanjat dengan keuntungan “bonus alamiah.”

Baca Juga: Tradisi Panjat Pinang Agustusan, Warisan Penjajahan Belanda hingga Simbol Gotong Royong Kemerdekaan

2. Bawa Bedak, Kapur, atau Pasir

Peserta biasanya menyimpan kapur atau pasir halus di saku. Saat giliran, mereka diam-diam mengoleskan di telapak tangan atau kaki. Hasilnya, licin jadi berkurang dan pijakan lebih stabil.

3. Gunakan Celana Kasar atau Sarung Goni

Daripada pakai celana licin, sarung goni atau kain kasar bisa jadi senjata andalan. Teksturnya memberi gesekan lebih kuat dengan batang pinang, apalagi kalau sudah bercampur minyak.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Memilih Bendera Merah Putih, Sejarah Panjang Zaman Jayakatwang hingga Ditetapkan 1944

4. Nebeng Tim Lain

Kalau ada tim yang sudah membentuk “menara manusia” dengan susah payah, peserta cerdik biasanya ikut naik diam-diam di sela-sela mereka. Kadang disoraki penonton, tapi justru itulah yang bikin seru.

5. Bawa “Minyak Balasan”

Ada yang pakai balsem atau minyak gosok di telapak tangan biar panas dan lebih lengket. Meski trik ini jarang diketahui, efeknya cukup membantu agar tangan tidak cepat tergelincir.

6. Injak Lebih Keras, Jangan Malu

Kerja sama itu penting, tapi ada saatnya pemain harus tega menginjak bahu atau punggung rekannya lebih kuat supaya bisa naik lebih cepat. Jangan khawatir, setelah lomba biasanya mereka tetap tertawa bareng.

Baca Juga: 10 Fakta Jarang Diketahui tentang Peristiwa Kemerdekaan, Bendera Jahitan Fatmawati hingga Radio Domei

7. Rebut Hadiah Duluan

Begitu sampai di puncak, jangan terlalu lama memilih. Peserta licik biasanya langsung menyambar hadiah apa pun, entah panci, mie instan, atau bantal. Soalnya siapa cepat dia dapat, dan kesempatan kedua jarang datang.

Dari Licik Jadi Lelucon

Meskipun terlihat licik, sebenarnya trik-trik ini justru menambah warna dalam lomba panjat pinang. Penonton jadi terhibur, peserta pun tetap ketawa meski gagal. Di balik kelicikan yang halal ini, tetap ada nilai gotong royong, kerja sama, dan semangat kebersamaan khas perayaan kemerdekaan.

Jadi, kalau ikut panjat pinang Agustusan nanti, jangan lupa bawa tenaga ekstra, strategi licik yang halal, dan tentu saja, siap-siap ketawa bareng seluruh warga. ***

 Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212