POJOKSATU.id — Banyak orang tua mengira rasa percaya diri anak terbentuk secara alami seiring pertumbuhan usia.
Padahal, sikap dan pola pengasuhan di rumah memiliki peran besar dalam membentuk keyakinan anak terhadap dirinya sendiri.
Anak yang tumbuh dengan dukungan emosional yang baik cenderung lebih berani mencoba hal baru, tidak mudah menyerah, serta lebih nyaman berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Transjakarta Buka Rekrutmen 2026, Posisi AI Engineer dan Sales Executive Dicari
Sebaliknya, anak yang terlalu sering dibandingkan, dikritik, atau jarang mendapat apresiasi berisiko tumbuh dengan rasa ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri.
Lalu, sikap seperti apa yang dapat membantu membangkitkan rasa percaya diri anak?
1. Mengapresiasi Proses, Bukan Hanya Hasil
Banyak orang tua baru memberikan pujian ketika anak memperoleh nilai tinggi atau memenangkan perlombaan.
Baca Juga: Gendongan M-Shape Baik untuk Bayi? Ini Penjelasan Manfaat dan Cara Pakainya yang Tepat
Padahal, rasa percaya diri juga tumbuh ketika anak dihargai atas usahanya.
Misalnya, saat anak berusaha belajar dengan tekun meski hasilnya belum maksimal, orang tua tetap bisa memberikan apresiasi.
Orang tua dapat mengatakan, “Ayah dan Ibu bangga karena kamu sudah berusaha sungguh-sungguh.”
Kalimat sederhana seperti ini membantu anak memahami bahwa proses belajar juga penting.
Baca Juga: Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan Buku Bajakan dan Ori yang Wajib Diketahui Pembaca
2. Memberi Kesempatan Anak Mencoba Sendiri
Anak membutuhkan ruang untuk belajar mandiri.
Memberikan kesempatan anak melakukan hal kecil sendiri, seperti merapikan mainan, memilih pakaian, atau membantu pekerjaan rumah sederhana bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri.
Meski hasilnya belum sempurna, orang tua sebaiknya tidak terlalu cepat mengambil alih.
Saat anak merasa mampu menyelesaikan sesuatu, perlahan rasa yakin terhadap dirinya akan tumbuh.
Baca Juga: Profil Universitas Al-Khairiyah Cilegon, Kampus Swasta Pertama yang Jadi Kebanggaan Warga Banten
3. Menghindari Kebiasaan Membandingkan Anak
Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain dapat menurunkan rasa percaya dirinya.
Kalimat seperti, “Kenapa tidak seperti kakak?” atau “Lihat temanmu lebih pintar,” justru bisa membuat anak merasa dirinya tidak cukup baik.
Setiap anak memiliki kemampuan, minat, dan perkembangan yang berbeda.
Karena itu, fokuslah pada perkembangan anak dibandingkan versi dirinya sebelumnya.
Baca Juga: Bupati Bandung Siap Dampingi Kiai Audiensi ke Pusat, Desak Kejelasan Implementasi UU Pesantren
4. Mendengarkan Anak dengan Serius
Percaya diri juga tumbuh ketika anak merasa pendapatnya dihargai.
Saat anak bercerita, orang tua sebaiknya mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa langsung memotong pembicaraan atau menghakimi.
Sikap sederhana seperti menatap mata anak saat berbicara atau menanggapi ceritanya dengan serius dapat membuat anak merasa dirinya penting.
Baca Juga: Universitas Salakanagara Hadir dengan Kuliah Fleksibel dan Peluang Kerja hingga Jepang
5. Tetap Mendukung Saat Anak Gagal
Tidak semua hal berjalan sesuai harapan. Ada kalanya anak mengalami kegagalan, baik dalam pelajaran, lomba, maupun pertemanan.
Di momen seperti ini, dukungan orang tua menjadi sangat penting.
Alih-alih memarahi atau menyalahkan, orang tua dapat membantu anak memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
Misalnya dengan mengatakan, “Tidak apa-apa belum berhasil, nanti kita coba lagi bersama.”
Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo, Dewan Bisnis Indonesia-Prancis Capai Kesepakatan Bisnis Rp62 Triliun
Sikap ini dapat membantu anak bangkit dan tidak takut mencoba kembali.
6. Menjadi Contoh Sikap Positif
Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya.
Ketika orang tua menunjukkan sikap percaya diri, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadapi tantangan dengan tenang, anak biasanya akan belajar melakukan hal yang sama.
Karena itu, memberikan contoh nyata sering kali lebih efektif dibandingkan sekadar nasihat.
7. Menunjukkan Kasih Sayang Secara Konsisten
Perhatian, pelukan, pujian tulus, dan waktu bersama dapat membantu anak merasa aman dan dicintai.
Baca Juga: Hasil Kunjungan Prabowo ke Prancis, 4 Kesepakatan Komersial Bidang Pertahanan Energi dan Perdagangan
Anak yang merasa diterima oleh keluarganya biasanya memiliki fondasi emosional yang lebih kuat untuk membangun rasa percaya diri.
Pada akhirnya, rasa percaya diri anak tidak muncul dalam semalam.
Kebiasaan kecil yang dilakukan orang tua setiap hari justru menjadi faktor penting dalam membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang yakin pada kemampuan dirinya sendiri.***




