POJOKSATU.id, PAPUA Nugini adalah negara tetangga di sebelah timur yang kerap dianggap sebagai bagian dari wilayah Indonesia.
Hal ini mungkin karena Papua Nugini dan Papua Indonesia serumpun. Namun, pada kenyataannya, Papua Nugini adalah negara merdeka yang berdiri sendiri sejak tahun 1975.
Meskipun begitu, banyak yang penasaran: bagaimana jika Papua Nugini benar-benar bergabung dengan Indonesia? Inilah tujuh hal yang mungkin akan terjadi!
1. Luas Wilayah Indonesia Akan Bertambah
Jika Papua Nugini bergabung, Indonesia akan memiliki seluruh Pulau Papua. Dengan luas 462.840 km², Papua Nugini akan menambah signifikan luas wilayah Indonesia menjadi sekitar 2.385.410 km².
Perbatasan negara yang selama ini dijaga ketat pun akan menjadi batas provinsi, memperluas kedaulatan Indonesia.
2. Jumlah Provinsi Meningkat Drastis
Papua Nugini saat ini memiliki 22 provinsi. Jika bergabung, Indonesia yang kini memiliki 38 provinsi akan bertambah menjadi 60 provinsi.
Provinsi terluas di Papua Nugini, yaitu Sungai Fly, berbatasan langsung dengan Papua Selatan di Indonesia, sementara ibu kota Port Moresby bisa dibandingkan dengan DKI Jakarta dalam hal luas wilayah.
3. Tingkat Kemiskinan Naik
Saat ini, persentase kemiskinan di Indonesia adalah 9,03% (Maret 2024). Namun, tingkat kemiskinan di Papua Nugini mencapai 40%. Jika Papua Nugini bergabung, tingkat kemiskinan Indonesia kemungkinan akan naik drastis, karena angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi termiskin di Indonesia, yaitu Papua Pegunungan (33%).
Baca Juga: Hasil Administrasi PPPK Mulai Diumumkan, Siapkan Hal-hal Ini Jika Lolos
4. Jumlah Penduduk Bertambah Signifikan
Penduduk Papua Nugini sekitar 10,4 juta jiwa pada tahun 2023. Jika bergabung dengan Indonesia, populasi Indonesia akan melonjak hampir mencapai 300 juta jiwa, atau sekitar 292 juta orang, menjadikan Indonesia semakin padat penduduk.
5. Tak Perlu Paspor untuk Pergi ke Papua Nugini
Saat ini, warga Indonesia yang ingin berkunjung ke Papua Nugini tak perlu visa, tetapi tetap membutuhkan paspor. Jika Papua Nugini menjadi bagian Indonesia, perjalanan ke sana akan lebih mudah tanpa memerlukan paspor, seperti bepergian antarprovinsi.
6. Penduduk Papua Nugini Mulai Belajar Bahasa Indonesia
Papua Nugini menggunakan tiga bahasa resmi: Inggris, Tok Pisin, dan Hiri Motu. Jika mereka bergabung, penduduknya mungkin akan belajar Bahasa Indonesia sebagai bagian dari integrasi dengan Indonesia.
Baca Juga: Basuki Hadimuljono Diangkat Kepala Otorita IKN, Siap Bawa Perubahan untuk Ibu Kota Nusantara
7. Indonesia Akan Menjadi Negara dengan Bahasa Terbanyak
Papua Nugini adalah negara dengan bahasa terbanyak di dunia, memiliki lebih dari 841 bahasa daerah. Jika Papua Nugini bergabung, Indonesia akan menjadi negara dengan jumlah bahasa daerah terbanyak di dunia, mencapai sekira 1.556 bahasa, menggeser peringkat kedua menjadi pertama.
Demikianlah 7 hal yang bakal terjadi jika Papua Nugini bergabung dengan Indonesia. ***



