POJOKSATU.id - Kalau kamu suka nonton K-Drama, pasti sering lihat tokohnya lagi makan-makan, kan?
Nah, makanan-makanan yang sering muncul di K-Drama itu sebagian besar adalah makanan tradisional Korea, loh.
Kebetulan banget, karena muncul di K-Drama, banyak dari kita jadi penasaran dan pengen nyobain makanan-makanan khas Korea ini.
Mau tahu apa aja makanan tradisional Korea yang jadi terkenal berkat K-Drama?
Baca Juga: Ini Alasan Dilarang Meniup Makanan dan Minuman Saat Masih Panas, Ternyata Menakjubkan!
Berikut 6 makanan tradisional korea yang Wajib Kamu Coba
1. Tteokbokki
Tteokbokki adalah salah satu jenis makanan jalanan yang sangat populer di Korea Selatan.
Bagi penggemar drama Korea, makanan berbahan dasar kue beras ini pasti sudah tidak asing lagi, terutama dengan saus pedas berwarna merah yang melekat padanya.
Dalam drama Korea, seringkali tokoh-tokohnya menikmati tteokbokki sambil asap panas masih menyelimuti hidangan tersebut.
Mengutip sejarahnya, 400 tahun lalu, tteokbokki tidak disajikan dengan saus gochujang pedas seperti sekarang.
Sebaliknya, kue beras biasanya ditusuk seperti sate pada lidi.
Hidangan ini juga dulu merupakan makanan istana yang hanya dapat dinikmati oleh para bangsawan saat zaman Kerajaan Joseon.
Namun, setelah perang Korea pada tahun 1950-an, tteokbokki mulai dihidangkan dengan saus gochujang, dan menjadi lebih terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Seperti halnya ramyeon, tteokbokki sangat populer di Korea karena harganya yang terjangkau dan dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari gerobak penjual di pinggir jalan hingga restoran besar.
Selain variasi pedasnya, tteokbokki juga memiliki beragam variasi, seperti tteokbokki dengan keju dan tteokbokki yang digoreng.
Hidangan ini juga sering disajikan dengan berbagai tambahan seperti fish cake, sosis, dan telur.
2. Sundubu-jjigae
Di Korea Selatan, terdapat hidangan tradisional yang menggunakan tahu sutera sebagai bahan utamanya, yang dikenal dengan nama sundubu-jjigae.
Dalam bahasa Inggris, hidangan ini dikenal dengan sebutan Korean soft tofu stew.
Sundubu-jjigae terkenal karena memiliki kuah pedas dan kaya rasa, sementara tetap mempertahankan rasa gurih yang khas.
Sup tahu Korea ini telah menjadi bagian dari kuliner Korea sejak masa Dinasti Joseon.
Pada masa itu, sundubu-jjigae adalah hidangan yang sering disajikan di rumah-rumah dengan bahan-bahan sederhana seperti tahu sutera, daging, dan sayuran.
Kemudian, pada abad ke-20, sundubu-jjigae mengalami modifikasi dengan berbagai variasi tambahan seperti seafood, kimchi, dan keju.
Sundubu-jjigae biasanya disajikan dalam mangkuk keramik tradisional Korea yang dikenal sebagai ttukbaegi.
Mangkuk ini secara khusus digunakan untuk menyajikan hidangan Korea dan dapat menjaga panas hidangan saat disantap.
Dalam beberapa drama Korea, sundubu-jjigae seringkali digambarkan sebagai hidangan yang sangat cocok dinikmati saat musim hujan tiba karena dapat memberikan kehangatan kepada tubuh.
Baca Juga: Bunggeoppang, Roti Ikan sebagai Camilan Populer Khas Korea
3. Kimbap
Korea Selatan juga terkenal dengan hidangan tradisional sehat lainnya yang disebut kimbap.
Kimbap, yang merupakan nasi gulung ala Korea, sering muncul dalam berbagai adegan drama Korea, terutama saat tokohnya sedang menyiapkan makanan bekal.
Kimbap sering dijadikan bekal, camilan, atau sarapan karena cara penyajiannya yang praktis, mudah dibawa, dan bisa dimakan dengan cepat.
Sebenarnya, kimbap memiliki akar dari Jepang dengan nama norimaki, yang diperkenalkan ke Korea selama masa penjajahan.
Namun, pada tahun 1948, pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Kimbap.
Pada tahun 1960-an hingga 1970-an, kimbap mulai populer sebagai makanan portabel atau makanan cepat saji karena bisa dinikmati dengan cepat tanpa memerlukan lauk, dan tentu saja, membuat perut terasa kenyang.
Seiring berjalannya waktu, kimbap mengalami berbagai variasi.
Ada kimbap bulgogi yang berisi daging sapi panggang, kimbap eomuk dengan ikan tenggiri panggang, kimbap kimchi yang memakai kimchi sebagai isian, kimbap tuna dengan isian tuna, dan masih banyak lagi variasi kimbap yang kreatif.
Baca Juga: Resep Ayam Buldak: Kecanduan Pedas Korea yang Tak Bisa Kamu Tolak, Yuk Coba Buat Sendiri!
4. Korean Fried Chicken
Makanan tradisional korea yang selalu muncul di berbagai drakor adalah ayam goreng, yang telah menjadi salah satu favorit yang paling populer di antara masyarakat Korea.
Bahkan para wisatawan yang berkunjung ke Korea sering kali menyebut ayam goreng Korea sebagai hidangan favorit mereka.
Pada awal tahun 1960-an, ayam goreng ala Amerika Serikat diperkenalkan ke Korea Selatan.
Kemudian dimodifikasi oleh orang Korea dengan penambahan tepung yang membuatnya lebih renyah dan bumbu yang lebih gurih.
Pada tahun 1997-1998, Korea Selatan mengalami krisis keuangan Asia yang mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan dan pendapatan mereka.
Sebagai akibatnya, banyak orang memutuskan untuk membuka restoran ayam goreng sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan.
Saat ini, terdapat lebih dari 50 ribu restoran yang menjual ayam goreng di Korea Selatan.
Dengan beragam restoran yang menawarkan ayam goreng, hidangan ini datang dalam berbagai variasi, mulai dari ayam tanpa tulang, ayam pedas, ayam berbalut madu, hingga ayam yang diberi taburan bubuk keju, dan masih banyak variasi lainnya.
Tidak hanya itu, ayam goreng juga tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk ayam goreng kemasan siap makan hingga ayam goreng yang disajikan di restoran.
Baca Juga: Resep Subak Hwachae, Es Buah Ala Korea Selatan yang Cocok Temani Saat Cuaca Panas
5. Ramyeon
Ramyeon adalah varian mie instan ala Korea yang telah menjadi salah satu makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat Korea.
Pada tahun 1960-an, ramen Jepang diperkenalkan di Korea dan kemudian dimodifikasi menjadi mie dengan tekstur lebih tipis dan kuah yang lebih pedas.
Makanan Jepang ini pun mengubah namanya menjadi Ramyeon.
Tiga tahun setelahnya, perusahaan Samyang Foods yang didirikan oleh Jung Yun-Jeon meluncurkan mie ramyeon instan pertama di Korea Selatan, yang dikenal dengan nama Shin Ramyeon.
Shin Ramyeon dengan cepat mendapatkan popularitas di Korea Selatan dan hingga saat ini masih menjadi merek ramyeon instan yang paling laris di negara tersebut.
Selain rasa yang lezat, ramyeon juga populer karena harganya yang terjangkau dan kemudahan dalam persiapan.
Oleh karena itu, ramyeon sering menjadi pilihan favorit bagi para pekerja yang harus lembur, pelajar yang belajar hingga larut malam, atau saat bersantai dengan teman-teman.
Kehadiran ramyeon semakin mendunia setelah sering muncul dalam berbagai drama Korea.
Saat ini, ramyeon telah diekspor ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Menu Favorit Semua Orang! Resep dan Cara Membuat Egg Roll ala Hokben di Rumah dengan Mudah
6. Bibimbap
Tidak hanya Indonesia yang memiliki hidangan nasi campur, tetapi Korea Selatan juga memiliki versinya yang dikenal dengan sebutan Bibimbap.
Menurut sejarahnya, Bibimbap pertama kali muncul selama masa perang Imjin, ketika penduduk setempat perlu menyusun hidangan yang praktis dalam situasi darurat.
Nama Bibimbap diambil dari bahasa Korea, di mana bibim berarti mencampur, dan bap adalah nasi.
Bibimbap adalah hidangan khas Korea yang dianggap sebagai makanan sehat karena menggabungkan berbagai nutrisi penting untuk tubuh.
Ini termasuk nasi sebagai sumber karbohidrat, berbagai jenis sayuran yang memberikan vitamin, mineral, dan serat, serta daging dan telur sebagai sumber protein.
Dalam proses penyajiannya, Bibimbap sering disajikan dengan bumbu khusus seperti gochujang (saus pedas) dan minyak wijen, serta taburan biji wijen dan rumput laut (nori).
Sebelum dinikmati, hidangan ini biasanya dicampur dengan rata untuk menciptakan perpaduan rasa yang lezat.
Berkat popularitasnya di drama Korea, banyak orang yang penasaran dengan kelezatan nasi campur ala Korea ini.
Itulah deretan makanan tradisional dari korea yang lezat, selalu membuat kita ingin mencobanya terutama setelah melihat mereka dalam serial K-Drama.***



