POJOKSATU.id-
Secara umum golongan darah terbagi menjadi empat tipe, ada golongan darah A, AB, B, dan O. Golongan darah AB merupakan golongan darah langka dan sulit ditemui, hal tersebut dilansir dari situs kemenkes.

Namun, faktanya ada satu golongan darah lebih langka dari pada golongan AB.

Pemilik golongan darah langka ini, hanya kurang dari 50 orang atau 0,0000005% populasi di dunia.

Golongan darah langka dikenal dengan golden blood atau ‘darah emas.’ Dan hanya ada sembilan orang pendonor aktif untuk golden blood di seluruh dunia.

Baca Juga: PFI Medan Silaturahmi ke KPU Medan Bahas Persiapan Pencoblosan Pemilu 2024

Golongan darah emas pertama kali diidentifikasi pada seorang wanita dari suku aborigin Australia.

Selanjutnya, kasus golongan darah emas kerap ditemukan, sekitar 1 dari 6 juta orang mengidap golden blood. Sampai saat ini sebanyak 43 kasus golden blood terkonfirmasi.

Fakta golden blood

1. Tidak memiliki antigen Rhesus null (Rhnull)
Sistem dalam darah yang tak kalah penting sistem rhesus atau Rh (protein yang ada di permukaan sel darah merah). Dalam sel darah merah manusia pada umumnya terdapat 61 antigen Rh.

Namun, manusia pemilik golongan golden blood tidak memiliki satupun antigen dari 61 antigen Rh atau biasa disebut Rhesus null (Rhnull).
Rhesus null adalah keadaan dimana darah tidak memiliki antigen Rh dalam sel darah merah.

Baca Juga: Banjir Majalengka-Sumedang Berangsur Surut Mulai Hari Ini

2. Golden blood dapat memberikan darah untuk manusia lain, namun tak sebaliknya
Golden blood memiliki keistimewaan meskipun langka, golden blood dapat memberikan transfusi darah kepada siapapun yang membutuhkan.

Golden blood mampu menjadi penolong banyak manusia. Hal ini dapat terjadi karena golden blood tidak memiliki antigen umum dan rhesuss null.

Pemilik golden blood sangat sulit untuk mendapatkan pendonor, mengingat jumlah pemilik jenis golongan darah emas sangat sedikit. Oleh karena itu, mereka bergantung pada jaringan kecil Rhesus null.

3. Golden blood disebabkan karena mutasi gen
Golden blood diduga disebabkan dari adanya perubahan spontan di materi genetik atau mutasi genetik. Mutasi terjadi pada gen RHAG berperan mengatur glikoprotein terkait Rh.
Glikoprotein adalah protein yang berfungsi mengarahkan antigen Rh dengan sel darah merah.

Namun, golden blood dapat terjadi dari beberapa faktor seperti penikahan antar saudara sedarah dan gen abnormal atau gen autosomal (penyakit keturunan) yang diturunkan keluarga.

4. Alami anemia hemolitik sejak lahir
Sejak lahir, pemilik golongan golden blood sudah mengalami anemia hemolitik. Anemia hemolitik adalah kerusakan sel darah merah hancur atau mati lebih cepat yang menyebabkan kadar hemoglobin menjadi rendah.

5. Masalah dalam kehamilan
Ibu dengan golongan darah golden blood berisiko keguguran dan dapat menyebabkan tindakan aborsi.

Hal tersebut disebabkan karena sang anak memiliki Rh positif, sehingga tubuh sang ibu secara otomatis membuat sistem antibodi. Antibodi tersebut dapat menyebabkan janin yang dikandung keguguran.

6. Proses transfusi darah sulit
Dalam hal ini penderita golden blood jika akan melakukan transfusi darah, harus di rumah sakit yang memiliki protokol kesehatan khusus dan cepat.

Baca Juga: Anti Golput, 7 Artis Indonesia Ini Telah Gunakan Hak Suara Pemilu 2024 di Luar Negeri

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari darah terpapar antigen Rh dari darah orang lain, yang dapat menyebabkan pembentukan autoantibodi dan memicu reaksi transfusi menjadi parah.***

Artikel ini ditulis oleh Humaira Dara Asyari dengan judul "6 Fakta Golden Blood Golongan Darah Langka".