PojokSatu.id — Tahun 2025 ini, Bogor makin jadi surganya pecinta kopi dan tempat nongkrong estetik.
Bukan cuma soal rasa kopi, tapi suasana, konsep, bahkan playlist cafe kini jadi alasan utama orang datang.
Tren cafe di Bogor berubah cepat banget, dari cafe outdoor di tengah pinus sampai konsep minimalist yang cocok buat work from cafe.
Baca Juga: 5 Cafe Affordable di Pamulang yang Cocok untuk Mahasiswa Enak, Nyaman, Nggak Bikin Kantong Kering
Kalau kamu termasuk tim “ngopi dulu biar waras”, yuk simak lima tren nongkrong yang lagi booming di Bogor tahun ini!
1. Cafe Estetik yang Bikin Ketagihan Ngonten
Sudah bukan rahasia, cafe estetik masih jadi ratu tren di Bogor.
Konsep warna pastel, tanaman hijau, dan pencahayaan alami jadi incaran pemburu konten TikTok & Instagram.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Cafe di Tangsel yang Bikin Jadi Betah Karena Vibesnya
Tempat seperti BlusVille Coffee di Bogor Utara jadi contoh nyata dengan desain biru-putih ala Santorini-nya bikin tiap foto auto-kinclong tanpa filter.
Tips PojokSatu:
Datang sore hari antara jam 4–5 sore. Cahaya natural-nya paling bagus buat hasil fot dan suasananya juga nggak terlalu ramai.
2. Nongkrong Sekaligus Healing
Banyak orang datang ke café bukan lagi buat kerja, tapi buat “bernapas sebentar dari dunia”.
Cafe dengan konsep healing space kini jadi primadona, terutama yang punya area terbuka dan elemen alam.
Contohnya Kopi Daong 2.0 di Pancawati, Caringin dengan konsep hutan pinusnya jadi tempat pelarian paling dicari.
Angin sejuk, kabut tipis, dan aroma kopi berpadu jadi terapi alami buat yang pengin tenang tanpa perlu liburan jauh.
Datang pagi-pagi sekitar jam 8–9.
Udara masih segar, kabut belum hilang, dan kamu bisa menikmati suasana sepi yang jarang banget didapat di kota.
3. Work From Café Masih Jadi Gaya Hidup
Meski pandemi sudah lewat, tren kerja dari cafe nggak surut sama sekali.
Banyak anak muda memilih kerja dari tempat yang nyaman, punya Wi-Fi cepat, dan interior menenangkan.
Cafe seperti Hafa Coffee & House di Tanah Sareal jadi pilihan favorit WFC karena atmosfernya adem dan staf-nya ramah.
Baca Juga: Cafe Temen Tangerang, Surga Baru Anak WFC dengan Diskon Pelajar dan Studio Foto
Selain kopi, mereka juga punya menu brunch yang cocok buat kerja dari pagi sampai sore.
Cari tempat duduk dekat jendela biar nggak bosan dan tetap fokus. Bonusnya, kamu dapat cahaya alami yang bagus buat meeting online.
4. Hidden Gem Café Mulai Naik Daun
Selain tempat viral, kini banyak orang justru berburu cafe “rahasia” yang belum terlalu ramai.
Cafe-cafe kecil di pinggiran Bogor seperti Ciawi, Cimahpar, dan Tanah Baru mulai mencuri perhatian karena konsepnya unik dan suasananya lebih pribadi.
Biasanya cafe jenis ini punya sentuhan lokal dengan musik indie, dekorasi kayu, bahkan barista yang suka ngobrol langsung sama pelanggan.
Itulah yang bikin pengalaman nongkrong terasa lebih personal.
Coba cari tagar #HiddenCafeBogor di TikTok atau Lemon8.
Baca Juga: Cafe Temen Tangerang, Surga Baru Anak WFC dengan Diskon Pelajar dan Studio Foto
Banyak cafe bagus belum viral tapi punya ambience super chill.
5. Live Music & Event Komunitas
Cafe sekarang bukan cuma tempat ngopi, tapi juga mini stage.
Tren live acoustic, poetry night, sampai open mic comedy makin sering muncul di cafe-cafe Bogor.
Konsep ini bikin nongkrong jadi pengalaman sosial bukan sekadar duduk dan scroll HP.
Beberapa tempat bahkan sengaja bikin event mingguan biar komunitas musik dan seniman lokal punya wadah tampil.
Baca Juga: Nancy Coffee Serang, Tempat Nongkrong Estetik yang Nyaman Buat WFC dan Healing Ringan
Suasana seperti ini bikin cafe terasa lebih hidup dan hangat.
Tips PojokSatu:
Pantau jadwal event di Instagram café langgananmu. Biasanya hari Jumat malam dan Sabtu sore jadi waktu favorit mereka adain live performance.
Nongkrong Itu Bukan Sekadar Duduk
Cafe Bogor di 2025 menunjukkan satu hal: nongkrong udah bukan soal ngabisin waktu, tapi cara menikmati hidup.
Dari tempat estetik sampai hidden spot yang tenang, semuanya menawarkan cara berbeda untuk merasa “hadir” di tengah rutinitas.
Jadi, weekend nanti kamu tim yang mana?
Ngopi di tempat rame biar ramai-ramai bareng tren, atau cari cafe tersembunyi biar bisa ngadem sendirian?***




