POJOKSATU.ID - Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kenangan yang hadir setiap waktu berbuka.
Salah satu momen paling dirindukan adalah saat menikmati takjil tradisional yang aromanya langsung mengingatkan pada suasana masa kecil.
Sebelum tren dessert kekinian dan minuman viral bermunculan, masyarakat Indonesia sudah lebih dulu mengenal aneka takjil sederhana yang rasanya khas dan sulit tergantikan.
Baca Juga: Heboh! 333 PPPK Paruh Waktu di Cianjur Tolak Tanda Tangan Kontrak, Gaji Cuma Rp300 Ribu?
Menu-menu ini biasanya dibuat sendiri di rumah atau dibeli di pasar takjil menjelang magrib.
Meski zaman berubah, takjil jadul tetap punya tempat istimewa di hati banyak orang. Berikut lima takjil tradisional yang selalu dirindukan saat Ramadan.
1. Kolak Pisang
Kolak pisang bisa dibilang sebagai ikon takjil Ramadan.
Baca Juga: Apakah Magang, Freelance, dan Outsourcing Berhak THR? Ini Penjelasan Resminya dari Pemerintah
Perpaduan pisang kepok, santan, gula merah, dan daun pandan menghasilkan aroma harum yang khas.
Kuah manis dan hangatnya sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Beberapa orang menambahkan ubi, kolang-kaling, atau singkong agar lebih variatif.
Baca Juga: Miris! 59 PPPK Paruh Waktu di Blora Belum Digaji, Rp41,3 Juta Masih Tersendat
Kolak bukan sekadar makanan, tetapi simbol kebersamaan keluarga di bulan suci.
2. Bubur Ketan Hitam
Teksturnya lembut dengan rasa manis yang pas, bubur ketan hitam sering disajikan dengan santan gurih di atasnya.
Warna hitam pekat dari ketan memberikan tampilan unik yang mudah dikenali.
Baca Juga: Apakah Magang, Freelance, dan Outsourcing Berhak THR? Ini Penjelasan Resminya dari Pemerintah
Takjil ini mengenyangkan dan cocok disantap hangat maupun dingin. Banyak keluarga menjadikannya menu wajib setiap Ramadan.
3. Es Cendol atau Dawet
Minuman segar satu ini selalu laris manis di pasar takjil. Cendol berbahan tepung beras disajikan dengan santan dan gula merah cair.
Sensasi manis, gurih, dan dingin dalam satu tegukan membuat es cendol menjadi pilihan tepat untuk melepas dahaga saat berbuka.
Di beberapa daerah, cendol memiliki nama berbeda, tetapi cita rasanya tetap khas Nusantara.
4. Lupis Gula Merah
Lupis terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang.
Setelah dipotong, lupis disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair.
Baca Juga: Miris! 59 PPPK Paruh Waktu di Blora Belum Digaji, Rp41,3 Juta Masih Tersendat
Rasa legit dan teksturnya yang kenyal menjadikan lupis favorit sejak dulu. Tak heran jika menu ini masih sering ditemukan di berbagai daerah saat Ramadan.
5. Candil atau Biji Salak
Candil berbentuk bulat kecil dari tepung ketan yang dimasak dalam kuah gula merah.
Biasanya disajikan bersama santan gurih untuk menambah cita rasa.
Takjil ini identik dengan suasana kampung dan sering dibuat dalam jumlah besar untuk dinikmati bersama keluarga besar.***




