POJOKSATU.id - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan kembali menyapa umat Muslim selepas pertengahan Februari 2026.

Menjelang datangnya momen istimewa ini, ritme aktivitas harian masyarakat mulai bergeser, terutama pada sore hari yang terasa lebih lapang.

Waktu menjelang berbuka puasa atau yang akrab disebut ngabuburit bukan sekadar tradisi pengisi waktu, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan, berbagi cerita, serta memperkuat ikatan sosial.

Ngabuburit kini tak hanya diisi dengan berjalan-jalan tanpa tujuan.

Banyak orang mulai memilih aktivitas yang lebih bermakna, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun keagamaan.

Bersama teman, momen menjelang berbuka bisa diubah menjadi pengalaman yang lebih berkesan.

Baca Juga: 10 Tips Mengelola Pendanaan Syariah agar Modal Kerja Bisnis Makin Kuat

Salah satu pilihan yang bisa dilakukan adalah berburu takjil UMKM lokal untuk buka bersama.

Mencari jajanan di sentra-sentra kuliner Ramadan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga ikut mendukung pelaku usaha kecil di sekitar lingkungan.

Takjil yang dibeli bisa dinikmati bersama atau dijadikan menu buka puasa sederhana.

Ide berikutnya adalah berbagi takjil bersama.

Dengan patungan ringan, teman-teman bisa menyiapkan makanan atau minuman lalu membagikannya kepada pengendara atau warga yang membutuhkan.

Aktivitas ini menumbuhkan kepedulian sekaligus menghadirkan kebahagiaan tersendiri.

Menghadiri kajian atau acara Ramadan juga bisa menjadi pilihan ngabuburit yang edukatif.

Baca Juga: 15 Ide Jualan Puasa Kekinian Paling Laris, Peluang Cuan Menjanjikan di Bulan Ramadhan

Datang bersama teman untuk menyimak ceramah, kemudian berbuka puasa bersama, dapat mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan keagamaan.

Mengaji bersama teman menjelang berbuka pun tak kalah bermakna.

Cukup membaca beberapa ayat Al-Qur’an secara bergantian atau menyimak murottal singkat.

Fokus utamanya adalah kebersamaan dalam beribadah, tanpa tekanan target tertentu.

Bagi yang ingin suasana lebih santai, menonton atau mendengarkan siniar singkat bertema inspiratif bisa menjadi alternatif.

Topik seputar pengembangan diri, religi, atau cerita ringan dapat memicu obrolan hangat menjelang waktu berbuka.

Baca Juga: Program Beasiswa Garuda 2026 Resmi Diumumkan, Siswa SMA Bisa Siapkan Jalan Kuliah Gratis dari Sekarang

Ngabuburit yang dijalani bersama menunjukkan bahwa waktu menunggu adzan magrib bukan sekadar hitungan menit menuju makan.

Di dalamnya tersimpan peluang untuk saling menguatkan, berbagi kebaikan, dan menumbuhkan makna kebersamaan.

Semoga setiap momen kecil menjelang berbuka menjadi jalan hadirnya kebahagiaan dan keberkahan di bulan suci Ramadan.***