5 Benda yang Fungsinya Berubah dari Tujuan Penciptaannya, Alat Kerja Paksa jadi Alat Gym


POJOKSATU.id - Tahukah Anda bahwa ada sejumlah benda-benda di sekitar kita yang fungsinya berubah dari tujuan saat diciptakan?

Bahkan ada di antaranya yang awalnya diciptakan sebagai alat untuk kerja paksa para tahanan.

Namun kini, alat tersebut berubah fungsi menjadi salah satu alat yang ada di tempat-tempat gym atau pusat olahraga.

Ada juga bubble warp yang kini dikenal sebagai pelapis pembungkus yang biasa digunakan untuk membungkus pesanan online.

Fungsinya, agar pada saat pengiriman, barang yang dikirimkan itu terhindar dari potensi pecah atau rusak karena jatuh atau terbanting.

Sehingga barang pesanan tersebut bisa sampai kepada pemesan dengan keadaan baik dan normal.

BACA JUGA: 6 Pernikahan Paling Aneh dan tak Masuk Akal di Dunia, Salah Satunya Terjadi di Indonesia

Apa saja benda-benda tersebut?

Berikut ini 5 benda yang fungsinya berubah dari tujuan penciptaannya dilansir pojoksatu.id dari listverse.com.


1. Dasi


Dasi dikenal sebagai salah satu aksesoris yang wajib dikenakan untuk pakaian resmi atau seragam kerja formal dalam kesempatan yang formal pula.

Selain itu, dasi juga selalu dipakai di kalangan pelajar atau pegawai kantoran.

Dasi sendiri sudah dikenal dan dipakai sejak Abad Pertengahan, meski saat itu bentuknya tidak seperti yang kita lihat sekarang.

Saat itu, dasi berfungsi sebagai salah satu bagian dari pakaian pejabat, birokrat, kaum elite sampai para raja.

Namun sebelumnya, dasi tidak berfungsi demikian. Hal itu bermula saat wilayah Eropa dilanda Perang 30 Tahun.

BACA JUGA: 7 Kota di Dunia Bebas Zina dan Haram sampai Dijuluki Sin City, Salah Satunya di Tanah Arab

Saat itu raja Perancis Louis VIII menyewa sejumlah tentara bayaran asal Kroasia.

Para tentara bayaran tersebut memiliki kebiasaan mengenakan aksesoris menyerupai dasi di lehernya.

Kain itu sengaja digunakan agar jaket yang dipakai para tentara tersebut tidak terlepas.

Tapi saat melihat kain tersebut, sang raja sangat terkesan sehingga memakainya sebagai salah satu pelengkap pakaiannya.

Sejak saat itu, Raja Louis VIII mewajibkan peserta jamuan kerajaan dan berbagai acara resmi lainnya agar mengenakan dasi.

Kini, sejak 1920-an, dasi sudah berubah fungsi dari tujuan penciptannya bukan...

 

2. Permen karet


Permen karet diciptakan oleh Thomas Adams, seorang wirausahawan asal Amerika Serikat pada 1870 lampau.

Kini, permen karet banyak dikonsumsi berbagai kalangan. Biasanya, permen karet dikunyak untuk membantuk menurunkan emosi dan melatih 'olahraga' rahang.

Namun jauh sebelum ditemukan Thomas Adams, Suku Maya dan Aztec di Amerika Tengah sudah lebih dulu mengenalnya.

Saat itu, mereka mengunyah getah karet sebagai makanan alternatif dan peyegar nafas alias agar mulut.

BACA JUGA: 10 Ratu Poliandri di Indonesia 1 Lubang Milik Berdua sampai Hiperseks dan Berakhir dengan Pembunuhan

Nah, Thomas Adams sendiri mengetahui penggunakan getah karet yang marak digunakan oleh masyarakat Meksiko.

Karena itu, ia lalu menciptakan berbagai produk dari getah karet lalu menjualnya ke pasaran.

Diantaranya adalah sepatu kedap air, mainan sampai topeng.

Sayangnya, produk yang diciptakan Thomas saat itu malah tidak laku di pasaran karena memang sepi peminat.

Dari tidak laku itu, ia kemudian mencoba-coba memberikan pemanis dan perasa pada getah karet lalu dijualnya.

Tak disangka, produk itu ternyata laku keras dan malah digemari banyak orang.

Sejak saat itu, permen karet menjadi salah satu jenis permen yang dikonsumsi banyak kalangan hingga saat ini.

 

3. Bubble wrap


Benda lain yang berubah fungsi dari awal penciptaannya adalah bubble wrap.

Bagi Anda yang kerap berbelanja barang-barang melalui e-commerce, bubble wrap sudah pasti bukan hal yang baru.

Setiap membeli atau memesan barang, maka akan selalu dilapisi atau dibungkus menggunakan pelapis dari plastik ini.

Bentuknya yang terdiri dari rangkaian gelembung udara dalam plastik di seluruh permukaan ini melindungi benda yang dilapisinya dari benturan.

Dengan demikian, berbagai benda yang dilapisi atau dibungkus menggunakan bubble wrap, akan jauh lebih aman ketimbang tak memakai sama sekali.

BACA JUGA: 7 Pria Raja Poligami di Indonesia, Ada yang Punya 94 Istri, Semalam Gilir 15 Istri dan Intim Ramai-ramai

Tapi tahukah Anda bahwa awalnya bubble wrap diciptakan bukan untuk itu?

Bubble wrap awalnya diciptakan oleh sepasang insinyur Alfred W. Fielding dan Marc Chavannes pada tahun 1957 silam.

Saat diciptakan, keduanya memasarkan bubble wrap sebagai wallpapper atau kertas pelapis dinding.

Sayangnya, ciptakan keduanya itu tidak laku meski sudah ditawarkan kemana-mana karena tidak ada yang berminat atau tertarik.

Namun pada 1959, Sealed Air Corp milik Alfred dan Marc ini menawarkan produk tersebut ke perusahaan komputer IBM.

Saat itu, IBM tengah meluncurkan produk komputer terbaru mereka.

Keduanya menawarkan bubble wrap sebagai pembungkus untuk melindungi komputer produksi IBM dan langsung disetujui.

Sejak saat itu, bubble wrap dikenal sebagai alat pelapis atau pembungkus benda elektronik yang dikirimkan dalam perjalanan jauh.

 

4. Listerine


Listerine adalah benda yang berubah fungsi dari awal penciptaannya selanjutnya yang kini jadi moutwash atau cairan pencuci mulut.

Selain pencuci mulut, kita juga mengenal cairan ini untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Penggunannya adalah dengan berkumur setelah melakukan sikat gigi.

Karena digunakan dengan cara berkumur, maka bisa mengangkat kotoran di sela-sela gigi yang tidak bisa dilakukan sikat gigi.

BACA JUGA: 9 Suku Pedalaman Ini Dihuni Wanita-wanita Cantik Idaman para Pria, Salah Satunya Ada di Indonesia

Nah, salah satu produk yang paling kita kenal adalah Listerine.

Listerine sendiri pada awalnya diciptakan bukan untuk berkumur atau pencuci mulut.

Semua itu bermula pada 1865 saat Louis Pasteur merilis hasil penelitian yang menyatakan bahwa di sekeliling kita ada organisme- organisme kecil yang bisa menyebabkan penyakit jika sampai masuk ke dalam tubuh.

Sejak saat itu, operasi bedah akhirnya dilakukan di ruangan khusus yang steril dan bebas bakteri berbahaya.

Beberapa tahun kemudian, seorang dokter bernama Joseph Lawrence menciptakan cairan yang fungsi utamanya adalah membunuh bakteri dan kuman.

Cairan temuan Joseph Lawrence itu kemudian diberi nama Listerine yang karena terinspirasi dari Sir Joseph Lister.

Seorang dokter yang pertama kali melakukan operasi bedah di ruangan khusus yang steril dan bebas bakteri.

Tapi tahukah Anda bahwa awalnya Listerine itu dijual bukan sebagai pencuci mulut?

Melainkan sebagai cairan pembersih lantai, deodoran, bahkan obat untuk mengobati luka.

Baru sejak tahun 1923 Listerine mulai dijual sebagai obat kumur dan penghilang bakteri pada rongga mulut.

 

5. Treadmill


Di pusat-pusat kebugaran, Anda pasti akan dengan sangat mudah menemukan treadmill sebagai salah satu alat untuk berolahraga.

Alat ini digunakan untuk berolahraga dengan cara berjalan atau berlari kecil tanpa harus meninggalkan tempat Anda berada saat itu.

Karena itu, alat ini sangat membantu mereka yang ingin berolahraga tapi tidak bisa melakukannya di luar ruangan.

Tapi tahukah Anda bahwa treadmill sejatinya sudah ada sejak zaman Romawi kuno?

BACA JUGA: Lokasi Pemujaan Aneh dan Unik di Dunia – Part 6: Hmwe Paya Pagoda

Akan tetapi saat itu alat ini bukan merupakan alat olahraga.

Melainkan sebuah alat yang digunakan sebagai katrol untuk membantu pembangunan sebuah bangunan besar.

Alat ini kemudian kembali 'lahir' sekitar abad ke-19 di Inggris.

Pemerintah saat itu menggunakan alat ini sebagai salah satu alat untuk kerja paksa para tahanan.

Dimana para tahanan dipaksa berjalan di atas alat ini untuk menjalankan alat penggilingan jagung.

Namun pada 1889, pemerintah Inggris melarang kerja paksa para tahanan sehingga treadmill pun mati suri.

Baru pada 1960-an, treadmill kembali 'lahir' untuk kedua kalinya.

Adalah Bill Staub dan Kenneth Cooper yang memodifikasi alat ini menjadi treadmil sebagai salah satu alat olahraga yang kita kenal hingga saat ini.

Sejak saat itu, treadmill menjadi salah satu yang paling dikenal dalam dunia kebugaran.

Itulah informasi 5 benda yang fungsinya berubah dari tujuan penciptaannya.

Editor: Guruh