POJOKSATU.id — Di era serba digital, anak-anak sangat mudah terpikat oleh layar gadget. Namun, tak sedikit yang akhirnya mengalami ketergantungan, kurang gerak, hingga minim interaksi sosial.

Untuk itu, permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang tidak hanya seru, tapi juga kaya manfaat. Baik secara fisik, mental, sosial, hingga emosional.

Permainan tradisional adalah warisan budaya yang dirancang tanpa teknologi, namun sarat nilai.

Anak-anak belajar mengatur strategi, mengelola emosi, bersosialisasi, serta mengasah otot dan otak — semua dalam suasana yang menyenangkan dan bebas biaya.

Baca Juga: Prosperity Exhibition, Perkuat Kemitraan Australia dan Indonesia

Berikut ini 10 permainan tradisional yang bisa membuat anak-anak lebih aktif, sehat, dan cerdas sambil membentuk karakter kuat dan solidaritas bersama teman:

1. Engklek

Permainan melompat di atas kotak-kotak ini bukan sekadar hiburan, tapi melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, dan kemampuan mengenal angka. Anak-anak pun diajak aktif bergerak sambil berpikir.

2. Gobak Sodor

Dengan saling menjaga dan melewati garis penjagaan lawan, anak-anak belajar strategi, kerja sama tim, serta kecepatan dan ketangkasan.

Aktivitas ini seru dimainkan ramai-ramai dan mempererat hubungan sosial.

Baca Juga: Pemerintah Kini Gunakan DTSEN Sebagai Basis Utama dalam Menentukan Calon Penerima Bansos

3. Petak Umpet

Sembunyi dan mencari bukan hanya permainan menyenangkan, tapi juga melatih kecerdikan, kemampuan observasi, dan kesabaran anak.

Mereka pun belajar menunggu giliran serta memahami aturan main.

4. Bentengan

Permainan ini melibatkan kecepatan, kekompakan, dan strategi. Anak-anak belajar pentingnya komunikasi dan sportif dalam bermain, sekaligus meningkatkan kekuatan fisik.

5. Congklak (Dakon)

Dengan mengisi lubang-lubang kecil menggunakan biji atau kerang, anak belajar logika, perhitungan, dan pengambilan keputusan yang taktis.

Permainan ini juga melatih kesabaran dan ketelitian.

Baca Juga: PERINGATAN! PPATK Temukan 571.410 NIK Terlibat Judi Online adalah Penerima Bantuan Sosial

6. Lompat Tali

Permainan sederhana tapi menantang ini mampu meningkatkan kelincahan, ketahanan tubuh, serta kesehatan jantung.

Bisa dimainkan sendiri atau bersama teman, lompat tali membuat anak tetap ceria sambil berkeringat.

7. Kelereng

Meluncurkan kelereng ke sasaran melatih koordinasi mata dan tangan, strategi, serta ketepatan.

Baca Juga: KSTI 2025 Dihadiri Ribuan Peneliti dan Rektor Se-Indonesia, Mendiktisaintek: Dorong Penguasaan Sains dan Teknologi

Selain itu, anak-anak juga belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada.

8.Egrang

Berjalan di atas tongkat bukan perkara mudah, tapi penuh tantangan. Permainan ini membangun keberanian, keseimbangan, dan kepercayaan diri anak.

9. Ular Naga

Permainan yang diiringi nyanyian ini mengajarkan kekompakan, irama, dan daya ingat. Anak-anak juga melatih koordinasi gerakan sambil tertawa bersama.

10. Gasing

Meski terlihat sederhana, memutar gasing ternyata butuh teknik, kesabaran, dan konsentrasi tinggi. Anak-anak pun diajak fokus tanpa disadari.

Baca Juga: Menkeu: Rp750 Triliun APBN 2025 Dialokasikan untuk Pendidikan, Kunci Penguatan Sains dan Teknologi

Lebih dari Sekadar Hiburan

Gadget memang memiliki manfaat, terutama untuk belajar dan hiburan edukatif.

Namun, ketika digunakan berlebihan, risiko seperti obesitas, kecanduan layar, isolasi sosial, dan gangguan tidur bisa muncul.

Permainan tradisional menawarkan pengalaman yang lebih nyata dan seimbang. Anak bergerak aktif, belajar bersosialisasi, dan mengembangkan kecerdasan secara utuh.

Ajak Anak Kembali ke Permainan Sehat

Bukan berarti harus melarang gadget sepenuhnya, tetapi mengenalkan permainan tradisional bisa menjadi cara efektif untuk membatasi waktu layar secara alami.

Baca Juga: Dana Abadi dan Insentif Pajak Jadi Andalan Pemerintah Dorong Inovasi Nasional

Anak-anak akan lebih banyak tertawa, berkeringat, dan belajar menghadapi tantangan nyata bersama teman-teman sebayanya.***

Baca dan komentari artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:

Versi Android

Versi iOS

Saluran WhatsApp

FanPage Edugov