Lindungi Kandungan dengan Penguatan Otot Pinggang dan Panggul

POJOKSATU – Rasa sakit, mudah lelah, pegal, dan stres kerap dialami ibu hamil. Dengan kondisi berbadan dua, tidak jarang tubuh semakin drop. Ujung-ujungnya, janin terpengaruh. Namun, problem tersebut bisa diatasi dengan melakukan gerakan penguatan otot pinggang dan panggul yang aman bagi para ibu hamil. Misalnya, belly dance atau tari perut.

Salah seorang yang mengalami itu adalah Riska Lativ, warga Kedurus Dukuh. Dia rutin melakukan tari perut sejak kehamilan anak pertama. Dulu perempuan 30 tahun tersebut kerap merasakan pegal pada pinggang bagian belakang. Setelah beberapa kali melakukan tari perut, rasa sakit itu berangsur hilang. Capai dan pegal pun jarang datang.

Lebih dari itu, manfaat belly dance pun begitu terasa pada proses kelahiran. Perempuan yang kini hamil lagi itu mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan waktu lama mengejan. ’’Soalnya sudah terlatih gerakan yang bikin kita mengatur pernapasan,’’ ujar Riska yang usia kandungannya lima bulan itu.

Bahkan, efek sakit pasca melahirkan pun tidak begitu mengganggu. Sebab, setiap gerakan belly dance mengerahkan seluruh kemampuan otot perut, panggul, dan vagina. Dengan begitu, rasa sakit yang timbul pun dapat diredam.


Serupa dengan Riska, Siti Nurul, peserta senam belly dance yang diadakan di Diandra Convention Center kemarin (1/6), merasa bahwa calon bayi ikut bergerak. ’’Waktu gerakan pinggang, bayinya aktif,’’ ungkap Nurul yang hamil tujuh bulan itu.

Nurul merasakan dampak baik tari perut tersebut. Otot pinggang dan panggulnya pun menjadi kuat. Itu akan menjadi bekal baginya menghadapi proses melahirkan yang tinggal dua bulan lagi.

Segala manfaat tari perut itu dibenarkan Miftahul Janah, instruktur Prenagen Belly Dance yang memandu sekitar 600 ibu hamil kemarin. ’’Sasaran gerakan tari ini memang sekitar panggul dan pinggang,’’ terangnya. Bahkan, di negara asal tarian itu, Maroko, belly dance juga digubah menjadi senam untuk ibu hamil.

Setiap gerakan tari perut memang bisa melatih otot-otot penting ibu hamil. Panggul menjadi kuat sehingga memperlancar persalinan. Pinggang pun tidak mudah sakit. Dan lagi, menurut dia, tubuh menjadi lebih fleksibel alias lentur.

Miftah menambahkan bahwa ibu hamil sering merasakan sakit pada pinggang belakang. Itu, ujar dia, berawal dari cara memosisikan tubuh. ’’Intinya, tulang ekor tidak boleh keluar. Harus lurus atau diarahkan ke dalam,’’ tegasnya.

Perempuan 32 tahun itu menjelaskan, gerakan belly dance melatih ibu hamil pada posisi tubuh yang benar. Saat berdiri, misalnya, sebaiknya jangan men-jentit-kan pantat ke belakang. Posisi itu malah membuat pinggang mudah sakit. ’’Makanya, banyak ibu hamil yang mengeluh capai dan pegal. Posisinya harus dibenarkan,’’ katanya.

Gerakan belly dance juga melatih memosisikan badan lebih tegap. Caranya, dada dibusungkan dilanjutkan dengan bahu ditarik ke belakang. Gerakan tersebut, menurut dia, akan membuat postur tubuh ibu hamil normal dan mengurangi cedera atau sakit. ’’Yang penting posisi harus benar. Baru ototnya dilatih supaya kuat,’’ imbuhnya. (bir/c4/dos)