POJOKSATU.id, JAKARTA - WhatsApp (WA) bukan lagi sekadar aplikasi untuk berkirim pesan. Banyak orang menggunakannya untuk berkomunikasi, bekerja, berbelanja, bahkan menerima kode verifikasi dari berbagai layanan digital.

Karena itu, ketika akun WhatsApp berhasil diambil alih, dampaknya bisa lebih serius daripada sekadar kehilangan akses ke percakapan.

Peretas berpotensi melihat daftar kontak, membaca chat pribadi, hingga memanfaatkan kode OTP yang dikirim melalui WhatsApp.

Data tersebut bahkan bisa membuka jalan menuju penyalahgunaan akun perbankan atau layanan e-commerce.

Baca Juga: BRIN Siapkan 200 Hari Layar untuk Jelajah Laut Indonesia, Megathrust Jadi Sasaran

Modusnya pun semakin beragam. Penyusupan dapat dilakukan melalui malware, penyalahgunaan WhatsApp Web, maupun aplikasi pihak ketiga yang tidak aman.


Tanda Akun WhatsApp Mulai Disusupi

Ada beberapa kondisi yang patut membuat pengguna waspada. Salah satunya ketika tiba-tiba menerima kode OTP enam digit padahal tidak sedang mencoba masuk ke akun WhatsApp.

Kode tersebut bisa menjadi tanda adanya pihak lain yang berusaha mendaftarkan nomor Anda di perangkat berbeda. Tanda lain yang cukup mencolok adalah akun mendadak keluar atau log out sendiri.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika nomor WhatsApp diaktifkan pada perangkat lain.

Perhatikan juga chat yang tiba-tiba berubah menjadi centang biru padahal belum pernah dibuka.

Baca Juga: Sukses Kumpulkan 50 Kantong Darah di PP Kahyangan, PMI Jember Pastikan Kesiapan Bantu Korban Gempa NTT

Jika muncul pesan keluar, riwayat panggilan, atau status yang tidak pernah dibuat sendiri, segera lakukan pemeriksaan. Jangan anggap sepele perubahan-perubahan tersebut.

Semakin cepat aktivitas mencurigakan diketahui, semakin besar peluang akun diamankan sebelum disalahgunakan lebih jauh.

Two-Step Verification

Salah satu perlindungan yang dapat digunakan adalah two-step verification.Caranya, buka Settings > Account > Two-step verification, kemudian pilih Enable.

Setelah itu, buat PIN enam digit yang tidak mudah ditebak dan tambahkan alamat email pemulihan.

PIN tambahan ini menjadi lapisan keamanan lain sehingga akun tidak hanya bergantung pada kode verifikasi saat proses pendaftaran.

Periksa Perangkat yang Terhubung

WhatsApp juga memungkinkan pengguna memeriksa perangkat yang sedang terhubung dengan akun. Masuk melalui ikon tiga titik, kemudian pilih Linked Devices.

Periksa seluruh perangkat yang tercantum. Jika ada perangkat yang tidak dikenali atau terasa mencurigakan, segera pilih Log Out.

Kebiasaan mengecek daftar perangkat secara berkala cukup penting, terutama jika Anda pernah menggunakan WhatsApp Web pada komputer milik orang lain.

Login Ulang Jika Akun Sudah Diambil Alih

Apabila akun diduga sudah dikuasai pihak lain, salah satu langkah yang disebutkan dalam materi adalah menghapus aplikasi WhatsApp kemudian memasangnya kembali.

Setelah itu, lakukan login menggunakan nomor telepon sendiri dan masukkan kode OTP resmi yang diterima melalui SMS.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengambil kembali akses akun dan mengeluarkan pihak yang sebelumnya menguasainya.


Gunakan Pengunci Aplikasi

Perlindungan juga bisa diperkuat dari sisi perangkat.Aktifkan fitur pengunci aplikasi melalui pengaturan privasi yang tersedia pada perangkat.

Pengguna dapat memanfaatkan sidik jari atau Face ID jika perangkat mendukungnya.

Dengan begitu, orang lain yang berhasil membuka perangkat tidak otomatis dapat masuk ke WhatsApp.

Jika Akun Sudah Dikuasai Peretas

Jika akun sudah sepenuhnya berada di tangan peretas, materi ini menyarankan pengguna menghubungi WhatsApp melalui email dukungan.

Subjek atau isi pesan yang digunakan adalah “Lost/stolen: Please deactivate my account”. Jangan lupa mencantumkan nomor telepon dalam format internasional, misalnya +62812xxxxxxx.

Materi sumber menyebut akun dapat dinonaktifkan sementara dan dipulihkan dalam tenggat waktu 30 hari sebelum dihapus permanen.

Yang paling penting, jangan pernah memberikan kode OTP kepada orang lain, meskipun mereka mengaku sebagai pihak resmi.

Kode tersebut merupakan bagian penting dari keamanan akun.


Akun Disalahgunakan

Penyadapan atau pengambilalihan WhatsApp bukan cuma soal chat pribadi yang terbaca orang lain.

Jika akun digunakan untuk menerima atau meneruskan informasi sensitif, risikonya bisa merembet ke berbagai layanan digital yang terhubung.

Karena itu, biasakan memeriksa perangkat tertaut, gunakan verifikasi dua langkah, lindungi aplikasi dengan biometrik, dan segera bertindak ketika menemukan aktivitas yang tidak dikenali.

Keamanan akun sering kali baru terasa penting setelah masalah terjadi.

Padahal, beberapa menit untuk memeriksa perangkat dan memperkuat pengamanan bisa jauh lebih berharga daripada harus memulihkan akun yang sudah disalahgunakan.

Jadi, jangan menunggu WhatsApp benar-benar bermasalah untuk mulai menjaganya.***