POJOKSATU.id - SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, baru-baru ini memenangkan kontrak dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk mengembangkan dan meluncurkan satelit militer Starshield.
Satelit ini dirancang untuk memberikan berbagai kemampuan bagi militer AS, termasuk komunikasi, pengumpulan intelijen, dan serangan presisi.
Starshield merupakan satelit konstelasi yang terdiri dari ribuan satelit kecil yang mengorbit di Bumi.
Satelit-satelit ini akan dilengkapi dengan berbagai sensor dan perangkat keras canggih yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan militer.
Baca Juga: Smartfren dan Telkom Sudah Gunakan Satelit Starlink, Ini Keuntungannya
Salah satu kemampuan utama Starshield adalah komunikasi yang aman dan andal.
Satelit ini akan menyediakan jaringan komunikasi yang sulit untuk diganggu atau disabotase oleh musuh.
Hal ini akan menjadi keuntungan besar bagi militer AS dalam situasi konflik.
Selain itu, Starshield juga dapat digunakan untuk mengumpulkan intelijen dari luar angkasa.
Satelit ini dapat dilengkapi dengan berbagai sensor, seperti kamera, radar, dan sensor inframerah, untuk memantau situasi di medan perang.
Baca Juga: Starlink Elon Musk Siap Gas Internet Indonesia, Nasib Operator Seluler Lokal Bagaimana?
Kemampuan lain dari Starshield adalah serangan presisi.
Satelit ini dapat digunakan untuk mengirimkan data target ke senjata presisi, seperti rudal dan bom.
Hal ini akan meningkatkan akurasi senjata tersebut dan mengurangi risiko korban sipil.
Starshield masih dalam tahap pengembangan, tetapi memiliki potensi untuk menjadi game-changer bagi militer AS.
Satelit ini dapat memberikan berbagai kemampuan baru dan meningkatkan kemampuan militer AS dalam berbagai aspek.***
