POJOKSATU.id - Satelit Starlink, yang merupakan proyek ambisius dari Elon Musk untuk menyediakan internet cepat dan murah di seluruh dunia, ternyata sudah beroperasi di Indonesia sejak awal tahun 2023.
Namun, bukan untuk melayani pengguna akhir seperti kita, melainkan untuk menjadi backhaul bagi operator seluler.
Backhaul adalah jaringan yang menghubungkan stasiun pangkalan (base station) dengan jaringan inti (core network).
Dengan menggunakan satelit Starlink sebagai backhaul, operator seluler bisa meningkatkan kualitas layanan dan menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses oleh jaringan kabel atau gelombang radio.
Baca Juga: Elon Musk Matikan Starlink Saat Ukraina Serang Rusia
Salah satu operator seluler yang sudah memanfaatkan satelit Starlink adalah Smartfren.
CEO Smartfren Andrijanto Muljono mengatakan bahwa Smartfren sudah bekerja sama dengan Starlink sejak awal 2023 untuk menyediakan layanan internet bagi pelanggan korporatnya.
"Kami menggunakan Starlink sebagai backhaul untuk beberapa BTS (base transceiver station) kami yang berada di daerah terpencil atau sulit dijangkau oleh jaringan fiber optik.
Ini membantu kami meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional," kata Andrijanto.
Selain Smartfren, operator lain yang juga bermitra dengan Starlink adalah Telkom.
Melalui anak usahanya Telkomsat, Telkom sudah menggandeng Starlink sejak akhir 2022 untuk memperluas jangkauan internetnya.
Baca Juga: Starlink Elon Musk Siap Gas Internet Indonesia, Nasib Operator Seluler Lokal Bagaimana?
"Kami melihat Starlink sebagai mitra strategis yang bisa membantu kami memenuhi kebutuhan internet di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang belum terlayani oleh jaringan darat.
Kami juga berharap kerja sama ini bisa meningkatkan kompetisi sehat di industri telekomunikasi," ujar VP Corporate Communication Telkom Denny Abidin.
Namun, Starlink tidak bisa langsung menyediakan layanan komunikasi kepada masyarakat atau lembaga (C2C) tanpa izin telekomunikasi dari pemerintah.
Oleh karena itu, Starlink harus bekerja sama dengan operator lokal yang sudah memiliki izin tersebut.
Bagi pengguna akhir yang ingin mencoba layanan internet dari Starlink, mereka harus membeli perangkat khusus yang disebut Starlink Kit.
Perangkat ini terdiri dari antena parabola, router Wi-Fi, dan tripod. Harga perangkat ini sekitar Rp 10 juta, sedangkan biaya langganan bulanannya sekitar Rp 2-3 juta.***
