POJOKSATU.id — Pernah nggak sih kamu nanya ke ChatGPT cuma buat nyari jawaban instan?
Nah, mulai sekarang kamu bakal ‘dipaksa mikir’ dulu sebelum dapat jawaban.
Yup, OpenAI baru aja merilis fitur terbaru yang dinamai Study Mode.
Ini bukan sekadar fitur tambahan, tapi pendekatan baru yang dirancang buat kamu yang serius belajar, bukan cuma numpang lewat aja.
Diluncurkan resmi sejak 29 Juli 2025, Study Mode hadir untuk seluruh pengguna ChatGPT, baik yang pakai versi Free, Plus, Pro, hingga Team.
OpenAI juga memastikan kalau fitur ini akan segera tersedia buat sekolah-sekolah yang langganan paket Edu, dan seluruh murid bisa langsung pakai.
Bukan Cuma Kasih Jawaban, Tapi Nuntun Kamu Mikir
Jadi bagaimana cara kerja Study Mode ini? Gampang tapi ‘nggak segampang itu’.
Ketika kamu mengajukan pertanyaan, ChatGPT bakal balik nanya buat mengukur pemahaman kamu dulu.
Baca Juga: 5 HP Oppo Harga Rp 1 Jutaan Terbaik Pelajar 2025, Hemat Budget, Tunjang Kebutuhan Belajar!
Tak langsung jawab, tapi ngajak kamu ngobrol, mikir bareng, bahkan bisa ngasih clue langkah demi langkah.
Dan kalau kamu langsung minta jawaban akhir? Eitsss, nggak semudah itu! Study Mode bakal tetap sabar ngajak kamu mikir dulu sampai kamu bener-bener nemu jawabannya sendiri.
"Pendekatan ini bertujuan agar para pengguna, khususnya pelajar, tidak hanya bergantung pada jawaban instan, tetapi benar-benar terlibat dalam proses belajar itu sendiri," kata OpenAI seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (30/7/2025).
Yang lebih keren lagi, fitur ini dilengkapi juga dengan sesi evaluasi otomatis setelah kamu belajar.
Jadi, ChatGPT bakal ngasih soal serupa buat nguji seberapa jauh kamu udah paham. Nggak paham? Ya ulang lagi sampai ngerti.
Baca Juga: 5 Laptop Intel Core i5 RAM 16GB Terbaik 2025, Multifungsi, Kencang, Tapi Tetap Terjangkau!
Dibuat Bareng Guru dan Ahli Pendidikan
Fitur Study Mode ini bukan dibuat asal-asalan.
OpenAI kerja bareng para guru, ilmuwan, dan pakar pendidikan untuk memastikan fitur ini beneran bisa membantu proses belajar. Meski begitu, model bahasa yang dipakai tetap sama seperti ChatGPT biasa.
Bedanya, Study Mode dikasih instruksi khusus supaya jadi lebih interaktif dan fokus buat pembelajaran.
Study Mode juga bagian dari respon OpenAI atas kekhawatiran banyak pihak tentang dampak penggunaan AI dalam pendidikan.
Sejumlah studi menyebut, siswa yang terlalu sering mengandalkan AI buat menulis esai atau mengerjakan tugas punya aktivitas otak lebih rendah dibanding yang pakai Google Search atau belajar manual.
Nah, dengan pendekatan baru ini, ChatGPT diharapkan bisa memicu otak pelajar tetap aktif dan nggak cuma jadi ‘mesin penjawab’ doang.
Masih Terus Dikembangkan
Tapi ya, belum semuanya ideal.
Baca Juga: Ancaman AI Makin Merajalela Bagi Kerah Putih, Inilah Pekerjaan yang Bakal Gak Kesentuh
Saat ini belum ada pengaturan khusus yang bisa dipakai sekolah atau orang tua untuk mewajibkan anak tetap pakai Study Mode.
Wakil Presiden Pendidikan OpenAI, Leah Belsky, mengakui soal ini dan menyebut bahwa ke depannya fitur kontrol admin buat guru sedang dikembangkan.
Tujuannya? Supaya siswa nggak bisa sembarangan balik ke mode standar demi nyari jawaban cepat.
Selain itu, OpenAI juga tengah mengembangkan fitur tambahan seperti target pembelajaran, personalisasi yang lebih dalam, dan pelaporan kemajuan belajar.
Bayangkan, nanti kamu bisa punya ChatGPT yang ngerti gaya belajar kamu, ngasih tantangan sesuai level kamu, dan bikin kamu makin jago. Seru, kan?
Di bagian bawah artikel ada kolom komentar, bantu berikan tanggapan dan share artikel ini ya.
Silakan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra

