POJOKSATU.id - Belum juga diperkenalkan ke publik, informasi penting mengenai iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max justru dilaporkan telah beredar di dark web.
Kebocoran ini bukan hanya memuat spesifikasi perangkat, tetapi juga foto prototipe, daftar komponen, hingga identitas perusahaan pemasok yang selama ini dijaga ketat oleh Apple.
Insiden tersebut diduga bermula dari pencurian data di Tata Electronics, salah satu mitra penting Apple di India.
Baca Juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Tergelincir ke Rp17.944, Simak Kurs Terbaru di Empat Bank Besar
Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam rantai pasok sekaligus proses perakitan iPhone di negara tersebut.
Laporan Reuters pada Senin 29 Juni 2026 menyebut kelompok peretas bernama World Leaks mengunggah lebih dari 200.000 file hasil dugaan pencurian data dari sistem Tata Electronics.
Di antara dokumen yang beredar, terdapat sedikitnya enam berkas yang merinci ratusan komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max beserta daftar pemasok masing-masing.
Baca Juga: Saat Menyekap Yuvita, Tersangka Taufik Hidayat Check In di Hotel Bersama Janda, Tak Mau Bayar Pula
Informasi yang bocor mencakup berbagai detail teknis, mulai dari jenis chip yang digunakan pada papan sirkuit utama, komponen baterai, hingga sistem kamera belakang.
Bahkan, beredar pula foto-foto pengujian jatuh (drop test) yang disebut diambil di fasilitas produksi Tata Electronics pada awal 2026.
Foto tersebut memperlihatkan perangkat dengan bodi datar berwarna abu-abu, tiga kamera belakang, serta logo Apple yang masih menempel pada bagian belakang perangkat.
Kebocoran ini dinilai sangat sensitif karena membuka informasi yang selama ini menjadi rahasia dagang Apple.
Struktur pemasok komponen hingga hubungan perusahaan dengan para supplier merupakan bagian penting dari strategi bisnis yang biasanya tidak pernah dipublikasikan.
Apabila data tersebut benar, bukan hanya kompetitor yang dapat mempelajari pendekatan Apple dalam mengembangkan produk baru, tetapi juga produsen barang tiruan berpotensi memanfaatkannya untuk membuat perangkat yang menyerupai produk asli.
Selain itu, bocoran tersebut juga memperlihatkan ketergantungan Apple terhadap sejumlah pemasok tertentu.
Kondisi itu dinilai dapat menjadi informasi berharga bagi pelaku industri maupun para pesaing.
Baca Juga: Harga BBM Turun Mulai 1 Juli, Kendaraan Diesel Jadi yang Paling Diuntungkan
"Apple sangat mengkhawatirkan penyebaran dokumen ini karena berkaitan dengan model yang belum dirilis," ujar sumber yang mengetahui masalah ini.
Hingga kini, baik Apple maupun Tata Electronics belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan kebocoran tersebut.
Reuters juga menyebut belum dapat memastikan keaslian seluruh dokumen yang beredar dan belum berhasil menghubungi kelompok World Leaks untuk memperoleh konfirmasi.
Sebelumnya, kelompok yang sama juga dikaitkan dengan insiden pencurian data yang menimpa perusahaan Nike.
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Polri Jangan Terlena Meski Indonesia Catat Nol Insiden Terorisme Sejak 2023
Jadi Sorotan Strategi Apple di India
Kasus ini muncul ketika Apple sedang memperkuat basis produksinya di India.
Tata Electronics kini menjadi satu-satunya perusahaan lokal India yang dipercaya merakit iPhone dan memegang peran penting dalam strategi Apple mengurangi ketergantungan terhadap manufaktur di China.
Langkah tersebut juga sejalan dengan ambisi pemerintah India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi untuk menjadikan negaranya sebagai pusat manufaktur elektronik dunia.
Data lembaga riset Counterpoint memperkirakan sekitar 26 persen produksi iPhone global akan berasal dari India sepanjang 2026.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Pertolongan Pertama saat Tersedak Makanan yang Bisa Menyelamatkan Nyawa
Angka itu melonjak drastis dibandingkan 2022 yang hanya sekitar 4 persen.
Saat ini, Apple disebut tengah bekerja sama dengan Tata Electronics untuk menyelidiki dugaan pencurian data tersebut.
Tata juga dikabarkan telah membatasi akses ke sejumlah sistem penting dan menunjuk konsultan global guna melakukan audit forensik demi mencegah kebocoran lanjutan.
Di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat, keamanan data bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi kepercayaan.
Bagi Apple, menjaga rahasia produk sebelum peluncuran bukan hanya soal strategi bisnis, tetapi juga mempertahankan reputasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.***

