POJOKSATU.ID- Teknologi penangkapan karbon (carbon capture) semakin mendapatkan momentum di dunia sebagai solusi penting untuk mengatasi perubahan iklim.
Inggris saja mengumumkan proyek besar untuk penangkapan dan penyimpanan karbon yang akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan mendukung transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau.
Proyek Utama untuk Penangkapan Karbon
Pemerintah Inggris telah menandatangani kesepakatan penting dengan perusahaan energi Eni untuk proyek Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Teluk Liverpool.
Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Inggris untuk menjadi pemimpin global dalam energi bersih dan mencapai target nol emisi karbon pada tahun 2050.
Investasi sebesar Rp476,7 triliun telah dipilih untuk memulai industri penangkapan karbon di Inggris, dengan kontrak senilai Rp44 triliun untuk rantai pasok proyek penangkapan karbon di Teluk Liverpool yang mencakup Wales Utara dan Inggris Barat Laut.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Proyek ini akan mendukung sekitar 2.000 pekerjaan terampil dalam konstruksi dan pengembangan infrastruktur bersih.
Teknologi CCUS (Carbon Capture, Usage and Storage) dianggap sebagai "kebutuhan, bukan pilihan" oleh Komite Perubahan Iklim untuk mencapai target nol emisi karbon.
Proyek penangkapan karbon akan mendekarbonisasi industri-industri berat seperti:
- Energi dari limbah
- Produksi hidrogen
- Produksi semen
Apa itu CCUS?
CCUS atau "Carbon Capture, Usage, and Storage" (Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon) adalah teknologi canggih yang berperan penting dalam mengatasi krisis iklim global.
Mari kita memahami teknologi ini dengan lebih sederhana.
CCUS adalah teknologi yang "menangkap" gas karbon dioksida (CO2) sebelum dilepaskan ke udara.
Bayangkan seperti "penyedot debu raksasa" yang menyedot gas CO2 dari cerobong asap pabrik atau pembangkit listrik. Gas ini kemudian bisa digunakan kembali atau disimpan permanen di bawah tanah.
Bagaimana CCUS Bekerja?
1. Penangkapan: CO2 ditangkap langsung dari sumbernya seperti pabrik atau pembangkit listrik
2. Pemrosesan : Gas CO2 dimurnikan dan dipadatkan
3. Transportasi: CO2 diangkut melalui pipa khusus
4. Penyimpanan/Pemanfaatan: CO2 disimpan jauh di bawah tanah atau digunakan untuk keperluan industri
Masa Depan Energi Bersih
Pemerintah Inggris juga telah meluncurkan perencanaan reformasi untuk memberikan kepastian bagi pengembang proyek energi bersih termasuk energi matahari, angin darat dan lepas pantai, serta nuklir.
Reformasi ini akan mempersingkat sistem perencanaan dan mengurangi birokrasi yang menghambat keputusan pembangunan infrastruktur energi.
Inggris juga memimpin Aliansi Energi Bersih Global (GCPA) yang bertujuan memperkuat rantai pasok energi bersih global dan mempercepat transisi energi bersih di seluruh dunia.
Dengan penurunan harga energi terbarukan, pertumbuhan energi bersih semakin kuat di seluruh dunia.
Pada tahun 2024, 80% pertumbuhan pembangkit listrik global disediakan oleh energi terbarukan dan nuklir.
Inggris sendiri telah menarik £43,7 miliar, setara 956 triliun rupiah, investasi sektor swasta dalam energi bersih sejak Juli 2024.
Pengembangan teknologi penangkapan karbon merupakan langkah penting dalam upaya global mengatasi krisis iklim.
Dengan inisiatif seperti yang dilakukan oleh Inggris, dunia dapat berharap untuk melihat lebih banyak proyek serupa di negara-negara lain dalam upaya mencapai target iklim global.***
