POJOKSATU.id — OpenAI melalui CEO Sam Altman, mengumumkan langsung dua model kecerdasan buatan baru yang bisa beroperasi tanpa internet dan tanpa bergantung pada cloud.
Dua model ini diberi nama gpt-oss-120b dan gpt-oss-20b.
Altman, lewat akun X pribadinya @Sama, menyebut bahwa keduanya mampu beroperasi di perangkat pribadi—bahkan yang lebih kecil bisa berjalan langsung di ponsel.
“Kami membuat model terbuka yang berkinerja pada level o4-mini dan berjalan di laptop kelas atas. Yang lebih kecil berjalan di ponsel,” tulis Altman.
Pengguna Kendalikan AI Sendiri
Bukan cuma soal teknologi, peluncuran ini juga membawa semangat baru, yaitu AI yang bisa sepenuhnya dikendalikan pengguna.
Artinya, siapa pun bisa memodifikasi, mengatur, bahkan membangun aplikasi berbasis AI tanpa harus tersambung ke server mahal.
Altman menegaskan, langkah ini diharapkan bisa mendorong inovasi, melahirkan produk baru, dan memperluas akses publik terhadap AI—terlebih karena model ini tersedia gratis untuk umum.
Baca Juga: Headphone Terbaik untuk Anak Sekolah, Bantu Fokus Saat Belajar dan Menyimak
Spesifikasi dan Kemampuan Dua Model Baru
gpt oss 120b
-
Performa nyaris setara o4-mini pada tolok ukur penalaran inti.
-
Bisa dijalankan hanya dengan 1 GPU berkapasitas 80 GB.
-
Cocok untuk kebutuhan komputasi berat namun tetap efisien secara lokal.
Baca Juga: 11 Rekomendasi Notebook Terbaik 2025, Jawab Kebutuhan Mobilitas Kerja, Kuliah, Sekolah
gpt oss 20b
-
Setara dengan o3-mini.
-
Bisa berjalan di perangkat dengan memori minimum 16 GB.
-
Ideal untuk inference lokal dan iterasi cepat tanpa biaya infrastruktur tinggi.
Integrasi dengan Windows
OpenAI juga menggandeng Microsoft untuk menghadirkan gpt-oss-20b ke perangkat Windows.
Model ini sudah dioptimalkan dengan GPU dan didukung oleh ONNX Runtime.
Tak cuma itu, ia juga tersedia melalui Foundry Local dan AI Toolkit untuk VS Code, sehingga pengembang Windows bisa lebih mudah membangun proyek AI tanpa harus terkoneksi cloud.
Manfaat Luas untuk Riset hingga Kesehatan
Dengan sifatnya yang fleksibel, kedua model ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal mulai dari riset, pengembangan produk, bahkan aplikasi di bidang kesehatan.
Lebih dari itu, pendekatan ini membuka peluang setiap individu atau organisasi untuk benar-benar memiliki AI sendiri—bebas dari batasan server pusat atau kebijakan vendor.
Inilah masa depan di mana AI bukan lagi monopoli raksasa teknologi, tapi bisa hadir langsung di genggaman kita.
Di bagian bawah artikel ada kolom komentar, bantu berikan tanggapan dan share artikel ini ya.
Silakan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra


