POJOKSATU.id — Tanpa banyak sorotan media, Nokia bersama HMD Global Oy meluncurkan perangkat yang berbeda dari ponsel pintar biasa.
Pada Selasa, 9 September 2025, publik diperkenalkan dengan Nokia Mission-Safe Phone, sebuah smartphone taktis yang dirancang khusus untuk mendukung pasukan pertahanan dan lembaga keselamatan publik.
HMD Global Oy, perusahaan asal Finlandia pemegang lisensi eksklusif merek Nokia, menghadirkan ponsel ini bukan untuk penggunaan harian masyarakat umum.
Perangkat ini didesain sebagai solusi komunikasi misi kritis, dengan ketahanan, keamanan, dan kinerja yang dapat diandalkan di lapangan.
Baca Juga: Tecno MegaPad Pro vs MegaBook, Pilihan untuk Pelajar dan Mahasiswa, Mana yang Cocok untuk Kamu?
Fokus pada Keamanan dan Ketahanan
Berbeda dengan smartphone konsumen, Nokia Mission-Safe Phone mengutamakan aspek keamanan.
Ponsel ini dibekali sistem operasi yang diperkuat (hardened OS), penyimpanan terenkripsi, serta bebas dari aplikasi bloatware.
Nokia juga menjamin pembaruan keamanan berkala dan kontrol penuh atas manajemen perangkat.
Selain itu, perangkat ini telah mengantongi standar MIL-STD-810H dan IP68, yang berarti tahan terhadap air, debu, pasir, serta benturan keras.
Layar berukuran 6,32 inci dilindungi Corning Gorilla Glass Victus 2, sedangkan baterai 4500 mAh dirancang untuk bertahan dalam siklus penggunaan panjang.
Baca Juga: Perangkat Serba Guna, Samsung Resmi Rilis Galaxy Tab S10 Lite di Indonesia, Harga Mulai Rp4 Jutaan
Spesifikasi Teknis
Nokia Mission-Safe Phone membawa kamera belakang ganda 50 MP dengan laser focus dan kamera depan 32 MP.
Dukungan jaringan juga luas, dengan 29 band LTE dan 20 band 5G, memungkinkan perangkat berfungsi di berbagai kondisi jaringan global.
Dengan bobot 270 gram dan ketebalan 23 mm, perangkat ini memang terlihat bongsor, namun tetap optimal untuk digunakan di medan ekstrem. Dimensi perangkat tercatat 170 x 89 x 23 mm.
Varian dan Integrasi Sistem
Nokia tidak hanya merilis satu model, tetapi juga menghadirkan Mission-Safe Pro dan Mission-Safe Ultra. Keduanya menawarkan peningkatan fitur sesuai kebutuhan operasional.
Lebih jauh, smartphone ini juga terintegrasi dengan radio taktis Banshee Nokia serta dapat dipadukan dengan sistem komunikasi Savox.
Hal ini menjadikannya bagian penting dari ekosistem komunikasi pertahanan Nokia, termasuk jaringan nirkabel pribadi hingga pemantauan biometrik.
Produksi di Eropa
Seluruh produksi Nokia Mission-Safe Phone dilakukan di Eropa. Hal ini memastikan kepercayaan penuh terhadap rantai pasokan, sebuah aspek vital bagi pemerintah dan lembaga pertahanan.
Selain itu, Nokia juga menjamin dukungan jangka panjang berupa ketersediaan komponen, pembaruan software, hingga kontinuitas produksi.
Baca Juga: Xiaomi 15T dan 15T Pro Siap Rilis Global, Kamera Leica dan Layar Super Cerah Jadi Andalan
Resmi Diluncurkan di DSEI UK
Perkenalan perdana Nokia Mission-Safe Phone dilakukan pada ajang DSEI UK, Selasa (9/9/2025).
Perangkat ini sekaligus menegaskan posisi Nokia sebagai penyedia solusi komunikasi taktis yang aman, tangguh, dan dapat diandalkan untuk mendukung operasi militer maupun penegakan hukum.
Dengan kombinasi keamanan tingkat tinggi, ketahanan ekstrem, serta dukungan jaringan 5G, Nokia Mission-Safe Phone menjadi perangkat strategis yang lebih dari sekadar ponsel.
Ini adalah solusi komunikasi untuk misi-misi kritis yang membutuhkan keandalan tanpa kompromi.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu kirim tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Versi Android
-
Versi iOS
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Rizq Azzahra


