POJOKSATU.id - Perusahaan teknologi saat ini sedang berkompetisi untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence ke dalam produk-produk mereka.

Salah satunya adalah Meta yang saat ini sedang menyiapkan chatbot AI untuk terintegrasi ke dalam semua aplikasi berbasis pesan yang dimiliki oleh perusahaan teknologi tersebut.

Meta adalah singkatan dari metadata, yang merujuk kepada informasi yang memberikan konteks atau deskripsi tentang data atau informasi lainnya.

Metadata sering digunakan dalam konteks teknologi informasi dan sistem basis data untuk membantu dalam mengidentifikasi, mencari, dan mengelola data.

Baca Juga: Binus University Hadirkan Program Studi AI! Cocok Untuk yang Berminat di Teknologi Kecerdasan Buatan

Selain itu, Meta juga digunakan sebagai nama perusahaan induk yang menggabungkan Facebook, WhatsApp, Instagram, dan produk-produk lainnya dalam satu entitas.

Perubahan nama ini mencerminkan visi perusahaan untuk fokus pada teknologi yang lebih luas, termasuk realitas maya (VR) dan augmented reality (AR), serta metaverse.

Jadi, dalam konteks ini, Meta merujuk kepada perusahaan teknologi tersebut.

Bagi individu yang terbiasa menggunakan ChatGPT dari OpenAI atau chatbot lainnya dalam lingkungan teknologi digital, Meta AI akan terasa akrab.

Meta percaya bahwa chatbot AI ini dapat berfungsi sebagai asisten serbaguna untuk berbagai keperluan.

Baca Juga: PyGraft AI Open-Source yang Mengubah Cara Kita Membuat Grafik Jadi Lebih Satset

Mulai dari merencanakan perjalanan bersama teman dalam obrolan grup hingga memberikan jawaban terkini seperti yang biasanya ditemukan di mesin pencari saat berselancar di internet.

Terkait hal ini, Meta telah mengumumkan kolaborasinya dengan Bing, yang merupakan milik Microsoft, untuk menyajikan hasil pencarian web secara real-time.

Ini adalah salah satu hal yang membedakan Meta AI dari chatbot AI lainnya, karena Meta AI memberikan informasi yang sangat terkini.

Selain itu, seperti yang diungkapkan oleh The Verge, salah satu fitur utama dari Meta AI adalah kemampuannya untuk menghasilkan gambar yang mirip dengan apa yang dilakukan oleh Midjourney atau DALL-E dari OpenAI melalui perintah "/imagine."

Baca Juga: Ernie, AI Generatif yang Baru Aja Dapat Izin dari China

Dalam demonstrasi singkat yang diberikan oleh Meta, Meta AI mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan cepat, dalam beberapa detik saja.

Sama seperti semua fitur lainnya yang diumumkan oleh Meta AI minggu ini, kemampuan untuk menciptakan gambar juga tersedia secara gratis.

Meta AI mengandalkan Llama 2 untuk menjawab pertanyaan dan melakukan pencarian informasi di internet dengan bantuan kolaborasi bersama Bing.

Pengadopsian Llama 2 ini berlangsung dengan cepat dan telah membantu Meta untuk memperbaiki cara kerja asisten mereka sendiri.

Sebagai Vice President (VP) Meta untuk AI Generatif, Ahmad Al-Dahle menyatakan, "Kami baru saja melihat permintaan besar terhadap model-model tersebut"

"Lalu kami melihat sejumlah inovasi luar biasa yang terjadi pada model-model tersebut yang benar-benar membantu kami memahami kinerjanya, mengidentifikasi kelemahannya"

Baca Juga: 6 Keterampilan Penting yang Wajib Dikuasai untuk Menjadi Ahli AI di Tahun 2023

"Dan memungkinkan kami untuk beriterasi serta mengintegrasikan beberapa komponen tersebut langsung ke dalam produk kami."

Di masa depan, sesuai dengan informasi yang diunggah secara resmi di situs web mereka, Meta AI juga berencana untuk merilis produk seperti kacamata pintar Ray-Ban Meta dan headset VR Quest 3, yang merupakan bagian dari lini produk Meta.

Selain asisten Meta, perusahaan ini juga memperkenalkan 28 karakter AI tambahan dalam aplikasi berbasis pesan mereka.

Karakter-karakter ini umumnya didasarkan pada selebriti terkenal seperti Kendall Jenner, MrBeast, Paris Hilton, Snoop Dogg, Charli D'Amelio, dan Dwyane Wade.

Sebagai tambahan, karakter-karakter ini memiliki fitur menarik lainnya menurut VP Meta, yaitu ketika pengguna berinteraksi dengan mereka.

Gambar profil karakter tersebut akan mengalami animasi halus yang disesuaikan dengan percakapan.

Meta juga telah melakukan uji coba yang intensif selama 6.000 jam terhadap chatbot AI ini.

Dengan ribuan percakapan yang dilakukan oleh karyawan setiap harinya menjelang peluncuran teknologi AI ini.

Baca Juga: Lentari Van Lorainne, Selebgram AI Pertama dari Indonesia

Meta mempromosikan chatbot AI ini sebagai alat teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dalam merencanakan perjalanan bersama teman-teman di grup WhatsApp.

Pengguna hanya perlu mengetik "@MetaAI /imagine" dan mengikuti instruksi lebih lanjut yang spesifik, dan Meta akan menyelesaikan tugas tersebut.

Selain itu, di Instagram, Meta akan meluncurkan beberapa fitur pengeditan AI baru dengan bantuan teknologi dari Emu.

Ini termasuk alat "Restyle" yang dirancang untuk menambahkan efek visual ke foto berdasarkan deskripsi teks yang diberikan.

Serta alat "Backdrop" yang memungkinkan pengguna mengganti latar belakang foto sesuai keinginan.

Selain chatbot AI dan editor gambar, Meta juga telah secara resmi memperkenalkan stiker AI yang saat ini sedang diuji coba dalam versi beta untuk WhatsApp Android.

Fitur stiker AI ini memungkinkan pengguna membuat stiker berdasarkan deskripsi teks yang mereka berikan, dengan hasil yang sangat mendekati deskripsi tersebut.

Dengan perkembangan cepat yang telah dilakukan oleh Meta dalam bidang AI generatif.

Perusahaan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber daya dan keahlian untuk mewujudkan rencana masa depan mereka dalam teknologi AI.

Jika berhasil, ini dapat mengubah cara pengguna berinteraksi melalui media sosial dan platform online di masa mendatang.***