POJOKSATU.id - Pernahkah Teman-teman mendengar tentang semangat tak pernah padam?

Nah Sobat, Kisah Mbah Gimoen adalah bukti hidup bahwa semangat dan tekad bisa mengatasi segala rintangan, termasuk waktu dan usia.

Pada usia 71 tahun, Mbah Gimoen memulai perjalanannya di dunia kuliah di Universitas Terbuka Bogor (UT Bogor).

Tidak seperti mahasiswa biasa yang memulai kuliah di usia muda, Mbah Gimoen menempuh perjalanan pendidikan tinggi dengan semangat dan tekad yang luar biasa.

Baca Juga: Kampus Politeknik Negeri Jakarta Luluskan 43.979 Wisudawan Siap Kerja.

Mbah Gimoen lahir pada tahun 1939, yang artinya ia memulai kuliahnya di UT Bogor pada bulan Juni 2010, ketika usianya telah mencapai 71 tahun.

Namun, itu tidak menghentikannya untuk mengejar impian akademiknya.

 Ia memilih menjalani program studi Administrasi Negara, yang tidak diragukan merupakan salah satu program studi yang menuntut.

Perjalanan kuliahnya tidaklah mudah. Mbah Gimoen menempuh masa studi selama 13 tahun, atau setara dengan sekitar 26 semester.

Ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tugas-tugas akademik hingga ujian-ujian yang menguji pengetahuannya. Namun, ia terus maju dengan tekad yang kuat dan kerja keras yang tak pernah pudar.

Akhirnya, pada bulan September 2023, Mbah Gimoen mencapai puncak perjalanannya.

Baca Juga: Unpak Wisuda 724 Lulusan, Kampus Ini Makin Naik Rengking, Dapat Hibah Riset Tertinggi!

Ia berhasil lulus dari program studi Administrasi Negara dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 2,4. Ini adalah bukti nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Kisah Mbah Gimoen adalah sumber inspirasi bagi semua orang, terutama bagi mereka yang mungkin merasa bahwa mereka terlalu tua untuk mengejar pendidikan lebih tinggi.

Ia membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan semangat yang tak pernah padam, segala sesuatu mungkin tercapai, bahkan saat usia telah mencapai angka 84 tahun.

Pengalaman Mbah Gimoen juga mengingatkan kita tentang pentingnya selalu mengejar impian dan tujuan, tanpa memandang berapa usia kita.

Ini adalah cerminan dari semangat belajar sepanjang hayat yang harus diterapkan oleh semua generasi.

Mbah Gimoen adalah bukti bahwa keinginan untuk belajar dan meraih gelar tidak ada batas usia.***