POJOKSATU.id - Kartun Skibidi Toilet menjadi salah satu tren YouTube yang masih viral tahun ini, meskipun menuai beragam tanggapan, terutama mengingat sebagian besar penontonnya adalah anak-anak. Inilah pencegahan orangtua untuk mengontrol anak-anak di media sosial.

Tampilan Kartun Skibidi Toilet yang terkesan menyeramkan, alur cerita yang aneh, dan adegan kekerasan yang tidak masuk akal adalah beberapa hal yang sering menjadi perhatian dalam animasi Skibidi Toilet.

Pembuat Skibidi Toilet, DaFuq!?Boom!, telah mengunggah 67 episode di saluran YouTube mereka, di mana setiap cerita terdiri dari beberapa bagian dengan durasi singkat.

Baca Juga: Eksplorasi Tanpa Batas, 3 Game PS5 dan PS4 yang Dirilis November 2023! Ada Call of Duty Modern Warfare III

Diketahui bahwa serial Skibidi Toilet dibuat dengan menggunakan elemen-elemen yang sudah ada dari Half-Life 2 dan Counter-Strike: Source.

Setiap episodenya dibuat dengan menggunakan kombinasi Garry's Mod dan Source Filmmaker.

Ceritanya berfokus pada toilet yang memiliki kepala orang yang tersenyum dari dalam lubangnya.

Pada musim pertama Skibidi Toilet juga mengisahkan tentang kekacauan yang diakibatkan oleh "makhluk" tersebut, mereka menyanyikan potongan "Dom Dom Yes Yes" dari Biser King.

Awalnya, video ini tidak memiliki narasi dan hanya berdurasi singkat di YouTube.

Namun, mulai dari episode tiga, sebuah cerita mulai diperkenalkan ke dalam animasi tersebut.

Baca Juga: Teror Mayat Hidup! 10 Rekomendasi Game Zombie Terbaik untuk Android dan iOS

Sebagian besar ceritanya berkisar pada upaya makhluk Skibidi Toilet untuk menguasai dunia, serta pertempuran melawan makhluk humanoid yang memiliki kepala berbentuk kamera.

Popularitas yang diraih oleh serial ini di kalangan anak-anak bahkan membuat beberapa orang menyebutnya sebagai "Slenderman Generasi Alpha", merujuk pada makhluk dari meme internet dan cerita horor yang dikenal secara luas.

Skibidi Toilet Syndrome dijelaskan sebagai "gejala" yang mencakup kebiasaan menonton serial tersebut secara berulang, menyanyikan atau meniru lagu tema, dan berbagi meme terkait Skibidi Toilet.

Berikut Cara Pencegahan Orangtua Menjaga Pengalaman Anak di Media Sosial.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Monitor Gaming Terbaik dan Terbaru 2023, Main Game Semakin Seru

1. Ikut serta dalam kegiatan online anak-anak Anda sejak usia dini.

2. Jadikan itu sebagai kebiasaan sehingga orangtua dapat memberikan panduan kepada mereka mengenai praktik keamanan di dunia maya.

3. Pertimbangkan untuk mengunduh aplikasi pengawasan orang tua dan berbicara dengan anak Anda tentang hal ini untuk menjelaskan cara kerja aplikasi serta pentingnya aplikasi tersebut dalam

menjaga keamanan saat online
4. Rangkum pembahasan tentang keamanan siber menjadi lebih seru dan menarik dengan berdiskusi bersama anak Anda melalui permainan dan bentuk hiburan lainnya.

5. Perhatikan kebiasaan pribadi Anda. Apakah Anda menggunakan smartphone saat makan atau berbicara? Perhatikan apakah ada pola perilaku yang diikuti oleh anak-anak Anda. Bagaimana reaksi mereka ketika Anda menyimpan ponsel?

6. Ajak anak untuk tidak menyetujui pengaturan privasi apa pun tanpa bimbingan dari Anda. Orang dewasa sebaiknya membiasakan diri untuk membaca semua perjanjian privasi.***