POJOKSATU.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua proyek strategis nasional, yaitu BTS 4G dan Satria-1, pada Rabu (28/12/2023).

Kedua proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan transformasi digital di Indonesia, terutama di daerah terpencil dan tertinggal.

BTS 4G merupakan proyek pembangunan 5.618 menara telekomunikasi 4G di 3.230 lokasi di seluruh Indonesia.

Proyek ini dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Baca Juga: 5 AI Chatbot Terbaik Tahun 2024 yang Wajib Anda Coba

Satria-1 merupakan satelit komunikasi geostasioner milik Indonesia yang diluncurkan pada November 2023.

Satelit ini akan menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke 150.000 fasilitas publik di daerah terpencil, seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan.

Pemerintah menargetkan Indonesia Merdeka Internet, atau Indonesia bebas dari kesenjangan internet, pada tahun 2024.

Dengan meningkatkan infrastruktur dan akses internet, pemerintah berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan literasi digital masyarakat Indonesia.

Pembangunan BTS 4G menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterlambatan dan dugaan korupsi.

Baca Juga: 5G di Indonesia Makin Dekat, Frekuensi Emas 700 MHz Siap Dilelang

Direktur Bakti Kominfo, Anang Achmad Latif, ditangkap pada Januari 2023 atas dugaan korupsi dalam proyek ini.

Namun, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi tantangan tersebut.

Satgas Percepatan Pembangunan BTS 4G dibentuk untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek strategis nasional.

Baca Juga: Microsoft Copilot Bisa Buat Lagu dari Satu Kalimat dengan Fitur Ajaib Ini

Satria-1 memiliki potensi untuk memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan konektivitas di Indonesia.

Satelit ini dapat menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur terrestrial.

Satria-1 juga dapat mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di daerah terpencil.

Misalnya, satelit ini dapat digunakan untuk mendukung pendidikan online, telemedicine, dan e-government.***