POJOKSATU.ID - Baru-baru ini World Radiocommunication Conference (WRC) menggelar sidang pemusatan jaringan 5G dan 6G dengan spektrum frekuensi 7 GHz.

Dikutip dari Instagram Kominfo RI, pada Selasa (26/12/2023). Hasil sidang tersebut, WRC menetapkan bahwa Indonesia mendapatkan frekuensi 5G dan 6G dengan pita selebar 100 MHz di rentang 7025-7125 MHz.

Sidang yang digelar juga memutuskan Indonesia mendapatkan dua lokasi baru yakni pada Dinas Bergerak Penerbangan dan Dinas Radiolokasi.

Baca Juga: 5 Produk iPhone Dihentikan tahun 2024, Ini Alasannya

Implementasi Wind Profiler Radar guna pemantauan cuaca akan digarap oleh Dinas Radiolokasi. Sedangkan Dinas Bergerak Penerbangan lebih fokus pada aplikasi nonsafety, atau untuk mendeteksi titik api saat terjadi kebakaran.

Para Peneliti Nokia Bell Labs dan Ericsson menyebutkan ketersediaan spektrum dalam rentang sentimeter antara 7GHz dan 15GHz merupakan hal yang penting bagi 6G untuk memenuhi potensinya.

Kehadiran spektrum di frekuensi tersebut  dapat mendukung berbagai aplikasi canggih yang dapat diaktifkan oleh 6G, dan beberapa skenario spesifik di mana rentang sentimeter yang dikombinasikan dengan spektrum sub-terahertz dapat bermanfaat.

Baca Juga: Ternyata Lenovo Tab P12 Pro Punya Spesifikasi Premium, Cek Keunggulannya

Sebagai informasi, Korea Selatan sebagai salah satu negara pionir dalam jaringan 5G, ingin jadi negara pertama yang meluncurkan jaringan 6G dalam beberapa tahun ke depan.***