POJOKSATU.id - Kode QR menjadi salah satu metode pembayaran yang semakin populer di Indonesia. Caranya yang mudah dan praktis membuat kode QR banyak digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari pedagang kaki lima hingga perusahaan besar.
Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Salah satu modus penipuan yang marak belakangan ini adalah menggunakan kode QR palsu.
Baca Juga: Buat Dirimu Lebih Eksklusif! Begini Cara Membuat QR Code Sendiri dengan Mudah dan Cepat!
Modus penipuan kode QR palsu biasanya dilakukan dengan cara membuat kode QR yang mirip dengan kode QR resmi dari suatu perusahaan atau organisasi.
Kode QR palsu ini kemudian ditempel di suatu tempat atau dibagikan melalui ponsel agar bisa diakses oleh para korban.
Ketika korban memindai kode QR palsu tersebut, mereka akan diarahkan ke situs penipuan atau mengunduh malware.
Malware ini kemudian dapat digunakan oleh penipu untuk mencuri data pribadi korban, seperti nomor rekening, PIN ATM, dan lainnya.
Untuk menghindari penipuan kode QR, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, yaitu:
Baca Juga: Gawat! Hacker Bisa Bobol SSH dengan Cara Baru
- Periksa URL yang ditautkan ke kode QR. Pastikan URL tersebut adalah URL resmi dari situs web atau aplikasi yang Anda kenal.
- Berhati-hati terhadap kesalahan ejaan atau nama domain yang mencurigakan. Jika Anda melihat kesalahan ejaan atau nama domain yang mencurigakan, jangan memindai kode QR tersebut.
- Tidak pernah memindai kode QR untuk menerima uang. Jika Anda ingin mengirim uang, gunakan aplikasi pembayaran resmi.
Pada tahun 2023, seorang wanita di Delhi, India, menjadi korban penipuan kode QR.
Wanita tersebut memindai kode QR yang ditempel di sebuah toko untuk membayar barang yang dibelinya. Namun, ternyata kode QR tersebut palsu.
Akibatnya, wanita tersebut kehilangan uang sebesar 250.000 rupee (sekitar Rp 50 juta).
Penipu kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang mewah.***
