POJOKSATU.id — Dunia teknologi diguncang gebrakan baru dari OpenAI.

Perusahaan di balik ChatGPT itu resmi memperkenalkan Generative Pre-trained Transformer generasi kelima atau GPT-5.

Model bahasa besar ini menjadi suksesor GPT-4, dan Altman — sang CEO — tak ragu menyebutnya sebagai langkah monumental menuju Artificial General Intelligence (AGI), kecerdasan buatan yang setara bahkan berpotensi melampaui manusia.

Baca Juga: 7 Aplikasi AI Terbaik untuk Pelajar dan Mahasiswa, Dari ChatGPT Sampai Otter, Jadikan Jembatan Cerdas, Bukan Jalan Pintas!

“GPT-5 adalah peningkatan besar atas GPT-4. Untuk pertama kalinya, model utama kami terasa seperti Anda sedang bertanya pada pakar tingkat PhD.

Bukan hanya menjawab, tapi model ini bisa mengerjakan berbagai tugas untuk Anda,” tegas Sam Altman dalam peluncuran resminya.

Lebih Gesit, Tetap Mendalam

Nick Turley, Head of ChatGPT, menjelaskan GPT-5 memimpin di berbagai tolok ukur akademik, mulai dari matematika, sains, hingga pemrograman. Ia menyebut perbedaan yang paling terasa adalah kecepatan.

“Kalau di GPT-4 model butuh berpikir lama, GPT-5 tetap melakukan penalaran mendalam, tapi dengan waktu jauh lebih singkat,” katanya.

Hasil teksnya pun diklaim lebih alami, dengan “selera” penulisan yang lebih baik dibanding pendahulunya.

Baca Juga: SEGERA Tersedia Buat Sekolah, ChatGPT Punya Fitur Baru, Study Mode, Bukan Cuma Kasih Jawaban Tapi Menuntun Kamu Berpikir!

Turley juga memastikan semua fitur pendukung seperti pencarian, pembuatan gambar, unggah file, analisis data, hingga instruksi kustom berjalan lebih lancar bersama GPT-5.

Minim Halu, Lebih Jujur

Olivier Godement, Head of Platform, menegaskan GPT-5 dirancang untuk mengurangi hallucination — fenomena ketika AI memberi jawaban salah tapi terdengar meyakinkan.

“Kalau model tidak tahu, dia akan bilang terus terang, bukan berimprovisasi,” ujarnya.

Langkah ini diperkuat dengan pendekatan baru bernama safe completions.

Baca Juga: 5 HP Oppo Harga Rp 1 Jutaan Terbaik Pelajar 2025, Hemat Budget, Tunjang Kebutuhan Belajar!

Alex Beutel, Safety Research Lead, memberi contoh ketika pengguna bertanya soal bahan peledak.

GPT-5 tidak akan memberikan detail teknis, namun tetap memberi penjelasan aman yang bermanfaat secara edukatif.

“Kami ingin model ini membantu, tapi tetap dalam batas keamanan,” tegasnya.

Bukan Sekadar Menjawab, Tapi Juga Berkarya

Kemampuan GPT-5 di dunia coding juga ikut naik kelas.

Sam Altman menyebutnya sebagai era software on demand.

Pengguna cukup memberi instruksi teks, dan model akan membangun aplikasi dari nol — termasuk backend, frontend, bahkan desain UI yang estetik.

Baca Juga: Ancaman AI Makin Merajalela Bagi Kerah Putih, Inilah Pekerjaan yang Bakal Gak Kesentuh

Godement menambahkan, GPT-5 kini memiliki kepribadian kolaboratif dan mampu menjalankan agentic tasks, yakni serangkaian perintah kompleks seperti memanggil API dan memakai alat eksternal dalam satu sesi kerja.

Di bagian bawah artikel ada kolom komentar, bantu berikan tanggapan dan share artikel ini ya.

Silakan akses artikel lainnya melalui apps kami: