POJOKSATU.id - Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra tengah menjadi sorotan setelah menjalani serangkaian pengujian durabilitas dan pembongkaran perangkat.
Hasilnya cukup mengejutkan, terutama ketika ponsel lipat premium tersebut menghadapi pengujian tekuk.
Dalam pengujian pertama, Galaxy Z Fold8 Ultra masih mampu melewati proses tekukan tanpa kerusakan.
Namun, ketika kembali ditekuk untuk kedua kalinya, layar bagian dalam akhirnya mengalami kerusakan.
Temuan tersebut tentu menarik perhatian karena Galaxy Z Fold8 Ultra merupakan salah satu perangkat flagship dengan banderol lebih dari US$2.000.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Disorot, 3 Poin Penting Ini Disebut Hilang dari Draf DPR
Bagi calon pengguna yang berharap mendapatkan ponsel lipat dengan daya tahan tinggi, hasil ini menjadi catatan yang cukup penting.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa pengujian durabilitas ekstrem tidak selalu menggambarkan kondisi yang akan dialami perangkat dalam penggunaan sehari-hari.
Layar Luar Lebih Tahan Gores
Pengujian tidak hanya berfokus pada kemampuan engsel dan layar lipat.
Layar penutup atau cover screen yang menggunakan perlindungan Gorilla Glass Ceramic 3 juga diuji menggunakan skala kekerasan Mohs.
Hasilnya, layar luar mampu bertahan dari goresan hingga level 6.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur, Bawa Kamera 3x Optical Zoom dan Galaxy AI Makin Pintar
Goresan yang lebih dalam mulai terlihat ketika pengujian memasuki level 7.
Hasil tersebut masih berada dalam kisaran yang diharapkan dari kaca pelindung pada perangkat smartphone premium.
Berbeda dengan layar luar, layar lipat bagian dalam memang memiliki karakteristik yang lebih rentan.
Layar tersebut sudah menunjukkan goresan pada level 2, sementara alur yang lebih dalam terlihat pada level 3.
Kondisi ini bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan bagi perangkat foldable.
Layar fleksibel memang memiliki konstruksi berbeda dibandingkan panel kaca konvensional sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam penggunaan.
Baca Juga: Usai Periksa Ratusan Orang Terkait Demo 27 Agustus, 45 Orang Ditetapkan Tersangka Kerusuhan
Sekali Terkena Api, Layar Mengalami Kerusakan Permanen
Pengujian berikutnya dilakukan menggunakan paparan api terbuka.
Dalam tes tersebut, satu kali sentuhan api terbuka menyebabkan kerusakan permanen pada layar lipat Galaxy Z Fold8 Ultra.
Sementara itu, ketika perangkat diuji menggunakan debu dan kotoran, engsel terdengar mengeluarkan suara berderak.
Meski begitu, gangguan tersebut tidak langsung membuat layar lipat berhenti berfungsi.
Temuan ini memperlihatkan bahwa perangkat masih mampu mempertahankan fungsi layarnya setelah menghadapi paparan debu dan kotoran dalam pengujian tersebut.
Namun, suara pada bagian engsel tetap menjadi sesuatu yang menarik perhatian karena mekanisme engsel merupakan salah satu komponen paling penting pada smartphone lipat.
Baca Juga: VervalSP Versi 2.0.2 Punya Sejumlah Perubahan, Ini Fitur yang Perlu Diperhatikan
Uji Tekuk Jadi Bagian Paling Mengejutkan
Bagian paling menarik dari pengujian terjadi ketika Galaxy Z Fold8 Ultra masuk ke tahap bend test.
Tekukan pertama berhasil dilewati tanpa kerusakan.
Tetapi, pada percobaan berikutnya, layar bagian dalam akhirnya rusak.
Kondisi tersebut membuat ketahanan layar foldable menjadi sorotan, khususnya bagi pengguna yang setiap hari akan membuka dan menutup perangkat berkali-kali.
Perbaikan layar yang rusak juga diperkirakan tidak murah.
Biayanya disebut berada di sekitar US$639 atau sekitar Rp10 jutaan.
Angka tersebut tentu cukup besar jika dibandingkan dengan harga sejumlah smartphone pada umumnya.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Bisa Dibayar Online, Ini Cara Bayar Lewat Aplikasi Signal
Teardown Ungkap Empat Komponen Engsel
Setelah rangkaian pengujian selesai, perangkat kemudian dibongkar untuk melihat bagian dalamnya.
Proses teardown memperlihatkan adanya empat komponen engsel yang identik di dalam Galaxy Z Fold8 Ultra.
Komponen tersebut sekilas terlihat menyerupai engsel yang digunakan pada Galaxy Z Fold8.
Namun, keduanya ternyata tidak sepenuhnya identik.
Samsung tampaknya melakukan penyesuaian pada rancangan engsel untuk model Ultra.
Meski begitu, detail mengenai perbedaan desain tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut dalam pengujian.
Baca Juga: 80 Sekolah Swasta Elite Tak Lagi Dapat MBG, BGN Ungkap Alasannya
Temuan ini menunjukkan bahwa Samsung memang melakukan pengembangan pada mekanisme perangkat lipatnya, meski hasil pengujian ketahanan tetap memperlihatkan adanya batas fisik pada layar fleksibel.
Harga Lebih dari US$2.000 Jadi Pertimbangan
Galaxy Z Fold8 Ultra dipasarkan dengan harga mulai US$2.099,99 untuk varian penyimpanan 256GB dengan RAM 12GB.
Sementara varian 512GB dengan RAM 12GB dibanderol US$2.299,99.
Dengan harga setinggi itu, konsumen tentu tidak hanya melihat spesifikasi dan desain.
Ketahanan perangkat juga menjadi faktor penting sebelum mengeluarkan uang dalam jumlah besar.
Apalagi, kerusakan layar lipat bisa membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Baca Juga: Film 9 Temples to Heaven Resmi Wakili Thailand di Oscar 2027, Ini Kisahnya
Karena itu, hasil pengujian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pengguna yang memang berencana membeli perangkat foldable premium.
Samsung Belum Beri Pernyataan Resmi
Hingga pengujian tersebut dilakukan, Samsung belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil bend test Galaxy Z Fold8 Ultra.
Di sisi lain, hasil pengujian tersebut tetap perlu ditempatkan secara proporsional.
Pengujian ekstrem memang berguna untuk menunjukkan batas kemampuan sebuah perangkat, tetapi kondisi tersebut berbeda dengan pemakaian normal oleh konsumen.
Pengguna umumnya tidak akan sengaja menekuk ponsel dengan tekanan ekstrem berulang kali.
Meski begitu, hasil tersebut tetap memberikan gambaran bahwa layar lipat masih menjadi salah satu bagian paling sensitif dari perangkat jenis ini.
Baca Juga: Kenapa Banjir Bandang Nepal-Tibet Terjadi? Ini Penyebab dan Ancaman GLOF
Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik dengan Galaxy Z Fold8 Ultra, faktor tersebut layak dipertimbangkan bersama spesifikasi, harga, layanan perbaikan, dan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Teknologi Foldable Masih Punya Tantangan
Galaxy Z Fold8 Ultra menunjukkan bagaimana teknologi smartphone lipat terus berkembang.
Di satu sisi, desainnya menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan ponsel konvensional.
Layar besar yang dapat dilipat membuat perangkat terasa praktis sekaligus futuristis.
Namun di sisi lain, konstruksi fleksibel membawa tantangan tersendiri.
Hasil uji gores memperlihatkan layar dalam lebih rentan dibandingkan layar luar.
Baca Juga: Polisi Amankan 322 Orang Terkait Demo 27 Agustus, Sebanyak 160 Orang Kategori Anak-anak
Pengujian api juga menunjukkan adanya batas ketahanan.
Sementara bend test memperlihatkan kerusakan pada tekukan kedua dalam skenario pengujian tersebut.
Jadi, meski Galaxy Z Fold8 Ultra membawa teknologi flagship dan harga premium, pengguna tetap perlu memahami karakter perangkat sebelum membelinya. ***

