POJOKSATU.id - China baru saja memberi izin kepada perusahaan teknologi untuk merilis AI generatif ke publik.
AI generatif itu AI yang bisa membuat konten berupa teks, gambar, dan video sesuai dengan input yang dikasih.
Salah satu perusahaan teknologi yang sudah mendapat izin dari China adalah Baidu, yang terkenal dengan mesin pencariannya.
Baidu langsung meluncurkan Ernie, AI generatif yang bisa ngobrol dengan pengguna dan memberi konten yang kreatif.
Ernie kepanjangan dari Enhanced Representation through Knowledge Integration, atau Peningkatan Representasi melalui Integrasi Pengetahuan.
Ernie bisa mengerti apa yang Sobat tulis atau gambar dan ngasih balasan yang sesuai dan menarik.
Baidu udah mengumumkan Ernie sejak Maret 2023 dan sekarang sudah bisa digunakan ke publik.
Baidu samoaikan bahwa Ernie sudah semakin pintar dan dapat melakukan analisis data dan visualisasi, juga dalat menangkap input gambar.
Baidu ingin mendapat masukan dari pengguna manusia agar bisa mengembangkan Ernie lebih baik lagi.
Tapi, Ernie tak hanya jago bikin konten kreatif, tapi juga punya tantangan dan risiko yang harus diwaspadai.
Beberapa ahli ngomongin soal kualitas konten, sensor, etika, dan dampak sosial dari AI generatif.
Misalnya, bagaomana cara menjaga konten yang dibuat Ernie tak melanggar aturan atau norma?
Bagaimana cara menghindari konten yang menyesatkan atau menipu?
Bagaimana cara menjaga hak cipta dan tanggung jawab atas konten?
Bagaimana cara menghormati kerja kreatif manusia?
AI generatif memang sedang jadi tren di dunia teknologi, tapi juga perlu diawasi dengan ketat.
Manusia harus bijak dalam menggunakan dan menikmati konten yang dibuat oleh Ernie atau AI generatif lainnya.
Manusia juga harus tetap kritis dan berpikir sendiri, tidak sekadar menerima yang disediakan oleh AI.***
