POJOKSATU.id - Elon Musk, miliarder asal Amerika Serikat, mengejutkan publik dengan keputusannya untuk tidak melanjutkan pembelian Twitter.

Alih-alih, Musk kini tengah fokus untuk mengembangkan platform pinjaman peer-to-peer (P2P) atau pinjol.

Keputusan Musk ini tentu menimbulkan pertanyaan, apa yang melatarbelakanginya?

Dalam sebuah audio notes yang dihimpun TheVerge, Musk mengatakan bahwa ia ingin menjadikan platform X (dulunya Twitter) sebagai "superapps" yang menyediakan berbagai layanan, termasuk layanan keuangan.

Baca Juga: Transformasi Twitter, Elon Musk Ungkap 2 Paket Premium Apliasi X Tak Lagi Gratis!

Musk percaya bahwa pinjol memiliki potensi untuk merevolusi industri keuangan.

Ia juga yakin bahwa pinjol dapat menjadi cara yang bagus untuk membantu orang-orang di negara berkembang mendapatkan akses ke kredit.

"Pinjol adalah pasar yang sangat besar dan tumbuh dengan cepat," kata Musk.

"Ini adalah kesempatan besar untuk membuat dampak positif pada kehidupan orang-orang di seluruh dunia."

Namun, keputusan Musk ini juga menimbulkan kekhawatiran.

Baca Juga: Di Balik Kilau Sukses Elon Musk, Pernah Capai Titik Terendah Miliader Hingga Alami Sakit Ini

Pasalnya, pinjol sering kali dikaitkan dengan praktik-praktik yang tidak etis, seperti bunga yang tinggi dan penagihan yang agresif.

Musk pun menyadari risiko tersebut. Ia mengatakan bahwa akan bekerja keras untuk memastikan bahwa platform pinjolnya beroperasi secara etis dan bertanggung jawab.

"Kami akan memastikan bahwa platform kami aman dan terjangkau bagi semua orang," kata Musk.***