POJOKSATU.id - Crypto baru terus bermunculan di berbagai blockchain, sehingga trader membutuhkan alat untuk menyaring aset yang menarik.

Untuk itu kamu membutuhkan platform yang dapat membantu memantau harga, volume, likuiditas, transaksi, dan pasangan perdagangan dalam satu tampilan.

Sebelum membahas DEX screener tentunya kamu telah memilih exchange, salah satu rekomendasi adalah Pintu yang menawarkan tampilan yang sederhana dan fitur lengkap.

Pintu menawarkan trading crypto, emas crypto, hingga saham tertokenisasi, sehingga memudahkan kamu diversifikasi aset dalam satu platform.

Selain it, investor yang juga memantau harga bitcoin hari ini. Data pasar Bitcoin dapat menjadi gambaran umum mengenai sentimen aset digital.

Namun, pergerakan Bitcoin tidak selalu menentukan pergerakan setiap token di DEX. Karena itu, trader tetap perlu menganalisis aset yang ingin diperdagangkan secara individual.

Sementara itu, crypto yang tersedia di DEX memiliki karakteristik sangat beragam. Sebagian memiliki likuiditas besar dan aktivitas perdagangan tinggi, tetapi sebagian lainnya baru dibuat dan memiliki risiko jauh lebih tinggi.

Apa Itu DEX Screener?

DEX Screener merupakan platform yang membantu trader memantau pasangan perdagangan di berbagai decentralized exchange atau DEX.

Platform ini menggabungkan data dari berbagai jaringan blockchain sehingga pengguna dapat melihat kondisi pasar dari satu tempat.

Trader dapat memilih blockchain yang ingin dipantau, seperti Solana, Ethereum, BNB Chain, Base, Arbitrum, dan berbagai jaringan lainnya.

Setelah memilih jaringan, pengguna dapat melihat pasangan perdagangan yang tersedia beserta data pasar yang menyertainya.

Data yang tersedia mencakup harga, perubahan harga, volume, likuiditas, market cap, jumlah transaksi, aktivitas buy dan sell, serta usia pair.

Karena informasi tersebut tersedia dalam satu tampilan, trader dapat melakukan screening dengan lebih cepat.

Namun, DEX Screener tidak menentukan token mana yang pasti naik. Platform ini hanya menyediakan data pasar. Karena itu, trader tetap harus melakukan analisa tambahan sebelum mengambil keputusan. Berikut cara menggunakan DEX Screener:

  1. Mulai dari Token yang Sedang Trending

Langkah pertama dapat dimulai dari halaman Trending. Fitur ini membantu trader melihat token yang sedang mendapatkan perhatian pasar berdasarkan aktivitas perdagangan.

Trader dapat memilih blockchain tertentu, kemudian melihat token yang mengalami perubahan aktivitas dalam periode tertentu.

DEX Screener menyediakan beberapa rentang waktu sehingga pengguna dapat membandingkan momentum dalam jangka sangat pendek maupun lebih panjang.

Namun, jangan langsung membeli token yang berada di posisi teratas. Token yang mengalami kenaikan cepat memang menarik, tetapi kenaikan tersebut dapat terjadi karena spekulasi sementara.

Perhatikan beberapa metrik terlebih dahulu, seperti perubahan harga, volume, likuiditas, market cap, jumlah transaksi, buy, sell, dan pair age. Setelah itu, pilih beberapa kandidat yang memiliki aktivitas pasar menarik untuk dianalisis lebih lanjut.

Dengan cara tersebut, fitur Trending berfungsi sebagai radar. Trader tidak perlu menganggapnya sebagai sinyal beli, tetapi dapat menggunakannya untuk menemukan aset yang mulai memperoleh perhatian.

  1. Manfaatkan Fitur New Pair

Jika ingin menemukan token lebih awal, trader dapat menggunakan fitur New Pairs. Fitur ini menampilkan pasangan perdagangan yang baru tersedia di DEX tertentu.

Keunggulannya, trader dapat menemukan token sebelum aset tersebut mendapatkan perhatian lebih luas.

Namun, peluang tersebut juga disertai risiko yang jauh lebih besar karena pair baru belum memiliki histori perdagangan yang panjang.

Perhatikan pair age sebelum mengambil keputusan. Pair yang baru berusia beberapa menit tentu memiliki tingkat ketidakpastian lebih tinggi dibandingkan pair yang sudah aktif selama berhari-hari atau berbulan-bulan

Selanjutnya, gunakan filter untuk melihat volume, likuiditas, jumlah transaksi, jumlah trader, dan market cap.

Trader dapat menghilangkan kandidat dengan likuiditas sangat rendah atau aktivitas yang terlalu kecil sehingga proses screening menjadi lebih efisien.

Meski demikian, usia pair yang masih muda tidak otomatis berarti token tersebut memiliki potensi besar.

  1. Periksa Likuiditas Sebelum Melihat Market Cap

Market cap sering menjadi salah satu angka pertama yang diperhatikan trader. Namun, angka tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan. Trader juga perlu melihat likuiditas.

Likuiditas menunjukkan seberapa besar dana yang tersedia dalam liquidity pool untuk mendukung aktivitas perdagangan. Jika likuiditas terlalu rendah, transaksi dalam jumlah tertentu dapat memberikan dampak besar terhadap harga.

Sebagai contoh, token dengan market cap cukup besar belum tentu memiliki liquidity pool yang dalam. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko slippage ketika trader melakukan transaksi dengan ukuran tertentu.

Karena itu, bandingkan market cap dengan likuiditas. Trader dapat memprioritaskan kandidat yang memiliki aktivitas perdagangan dan likuiditas lebih memadai dibandingkan token yang hanya memiliki market cap besar.

  1. Bandingkan Volume dengan Jumlah Transaksi

Volume tinggi memang dapat menunjukkan aktivitas pasar yang ramai. Namun, trader sebaiknya tidak langsung menganggap volume tinggi sebagai sinyal bullish.

Bandingkan volume dengan jumlah transaksi serta aktivitas buy dan sell. Jika volume meningkat bersamaan dengan bertambahnya jumlah transaksi dan aktivitas pembeli, kondisi tersebut dapat menunjukkan peningkatan partisipasi pasar.

Sebaliknya, volume tinggi dengan aktivitas yang tidak seimbang perlu diperiksa lebih lanjut. Trader dapat melihat apakah volume tersebut berasal dari banyak transaksi atau hanya beberapa transaksi berukuran besar.

  1. Perhatikan Pair Age dan Perubahan Harga

Setelah memeriksa likuiditas dan volume, perhatikan pair age serta perubahan harga. Keduanya membantu trader memahami seberapa lama pasar telah memperdagangkan aset dan bagaimana momentum terbentuk.

Bandingkan perubahan harga dalam lima menit, satu jam, enam jam, dan 24 jam. Jika token hanya naik tajam dalam beberapa menit, trader perlu lebih berhati-hati karena momentum tersebut dapat cepat berbalik.

Sebaliknya, peningkatan volume dan transaksi secara bertahap dapat memberikan gambaran berbeda. Trader dapat memasukkan token tersebut ke daftar pantauan untuk melihat apakah aktivitas pasar terus berkembang.

  1. Pastikan Pair yang Dipilih Bena

Satu token dapat memiliki beberapa pair sekaligus. Misalnya, sebuah token dapat diperdagangkan terhadap SOL, USDC, atau aset lainnya melalui beberapa DEX dan liquidity pool.

Karena itu, trader harus memastikan pair yang dianalisis benar-benar merupakan pair yang relevan. Periksa likuiditas, volume, jumlah transaksi, dan aktivitas perdagangan sebelum memilihnya.

Trader juga perlu berhati-hati ketika mencari token berdasarkan nama atau ticker. Dua aset dapat memiliki simbol yang sama, sehingga penggunaan contract address menjadi langkah penting untuk memastikan token yang dianalisis benar.

Pada akhirnya, DEX Screener dapat membantu trader mencari kandidat crypto potensial dengan memanfaatkan data pasar dari berbagai DEX.

Platform ini menyediakan informasi seperti harga, volume, likuiditas, market cap, transaksi, buy, sell, dan pair age sehingga proses screening menjadi lebih efisien.

Namun, trader sebaiknya tidak menggunakan satu metrik sebagai dasar keputusan. Token yang sedang trending belum tentu memiliki likuiditas sehat, sedangkan volume tinggi belum tentu menunjukkan momentum yang berkelanjutan.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi.

Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. ***