POJOKSATU.id - Indonesia semakin dilirik perusahaan teknologi global sebagai lokasi pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Nilai investasi yang sedang dipersiapkan bahkan diperkirakan mencapai sekitar US$15 miliar hingga US$20 miliar atau setara Rp270 triliun hingga Rp360 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan besarnya investasi tersebut menunjukkan tingginya minat perusahaan teknologi dunia terhadap potensi ekonomi digital Indonesia.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Harga Barang di Kopdes Dikritik Netizen Lebih Mahal dari Minimarket Lain

Menurutnya, sejumlah proyek pengembangan data center telah masuk dalam tahap perencanaan.

Salah satunya berada di Batam dengan tambahan kapasitas sekitar 1,3 gigawatt (GW).

"Yang sudah itu 580 MW itu mungkin setara US$ 1 juta per MW. Nah kemudian kalau tambahan lagi sekitar 1,3 GW ya, ini yang sekarang di Batam itu juga investasinya sekitar US$ 15-20 miliar yang sudah on the pipeline," tegas Airlangga.

Tak hanya perusahaan asing, sejumlah perusahaan nasional juga ikut memperluas investasi di sektor tersebut.

Baca Juga: 7 Instansi Pusat Kementerian Sudah Ajukan Penyusunan Soal CPNS 2026

Airlangga menyebut Firmus Technologies dari Australia yang bermitra dengan Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang akan mengembangkan data center di Indonesia.

Selain itu, PT Telkom juga disebut akan melakukan investasi, sementara kawasan Karawang diproyeksikan menjadi salah satu pusat ekspansi berbagai perusahaan teknologi global.

"Perusahaannya salah satu yang Nvidia bekerja sama dengan Australia, kemudian ada yang direct perusahaan Telkom sendiri akan invest, kemudian di Karawang ini juga hampir seluruh Big Tech itu akan mengembangkan ekspansi daripada data center," paparnya.

Baca Juga: Bersiap Jelang Validasi SKTP Juli 2026, Guru Diimbau Pantau Info GTK dan Update Dapodik Terbaru

Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Airlangga menjelaskan Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang membuat investor tertarik, mulai dari kekayaan mineral penting untuk industri teknologi hingga jumlah penduduk usia muda yang akrab dengan perkembangan digital.

Di sisi lain, pemerintah juga terus membangun ekosistem pendukung industri semikonduktor, pengujian chip, hingga pusat data AI.

Mengacu pada data KORIKA, Indonesia saat ini menjadi pasar AI terbesar keempat di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang.

Baca Juga: Polisi Masih Cari Identitas Mayat Pria Misterius Ditemukan di Sawah Cikampek

Nilai pasarnya diperkirakan mencapai sekitar US$70 miliar atau sekitar 6,4 persen dari total potensi pasar AI di kawasan.

Saat ini Indonesia telah memiliki 182 data center.

Sebagian besar berada di Jakarta dengan 94 pusat data, disusul Batam yang memiliki 16 data center.

SDM Jadi Kunci Pengembangan AI
Selain investasi infrastruktur, pemerintah juga mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan industri teknologi yang terus berkembang.

Baca Juga: Bila Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tak Segera Ditahan, Terkesan Tebang Pilih di Mata Masyarakat

Airlangga mengungkapkan Arm Ltd bersama Nvidia dan Danantara telah menyatakan komitmennya untuk melatih sekaligus merekrut sekitar 15.000 insinyur Indonesia.

Mereka nantinya akan disiapkan untuk bekerja di berbagai bidang, mulai dari pengembangan semikonduktor, teknologi chip, hingga pusat data AI.

"Kuncinya ini kan seluruhnya adalah SDM. Jadi targetnya arahan Pak Presiden 15.000 engineers dan pekerja Indonesia bisa masuk di dalam Arm ekosistem," ujar Airlangga.

Infrastruktur Terus Diperkuat
Besarnya kebutuhan listrik menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan pusat data AI.

Baca Juga: Guru Wajib Tahu, Validasi SKTP Juli 2026 Segera Dimulai Menunggu Perilisan Dapodik Terbaru

Karena itu, pemerintah menyiapkan pasokan energi melalui pengembangan pembangkit energi baru dan terbarukan.

"Indonesia siap memenuhi permintaan ini secara berkelanjutan dengan memperluas arsitektur energi terbarukan, yang ditargetkan akan mengerahkan hingga 100 GW kapasitas energi surya dan campuran energi terbarukan selama beberapa dekade mendatang," kata Airlangga.

Tak hanya sektor energi, pemerintah juga memperkuat jaringan telekomunikasi melalui pembangunan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura dan jaringan global.

Baca Juga: Fasilitas Kian Lengkap! Puskesmas Patrang Jember ‘Naik Kelas’, Kini Siagakan IGD hingga Layanan Persalinan 24 Jam

"Selain semiconductor kan kita juga interkoneksi dengan global. Salah satunya nanti juga tanggal 20 kita akan resmikan tambahan landing daripada fiber optic cable dari Batam ke Singapura. Kita punya dua landing cable. Satu ke Singapura kemudian ke global," jelasnya.

Masuknya investasi besar di sektor data center AI menjadi peluang penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi digital.

Jika diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi kecerdasan buatan terbesar di kawasan Asia.***